Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
47.Pernikahan Latifah


__ADS_3

Esoknya Asma dan juga Aqila sepakat untuk menengok keadaan Marsella yang masih terbaring dirumah sakit.


"Assalamualaikum." ucap Asma dan Aqila.


Ayu yang tau jika itu Asma langsung bersujud simpuh dihadapan Asma.


"Asma maafkan saya yang sudah membuat hidupmu susah hiks...sekarang karmanya adalah berbalik pada anakku,saya rela jika saya yang menanggung tapi jangan biarkan anakku yang menanggung." Asma yang terkejut langsung meminta Ayu berdiri.


"Tante,ini semua bukan kesalahan tante,Asma tau tante terdesak saat itu Asma mengerti itu bukan kemauan tante dan untuk Marsella,Asma juga turut berduka cita." ucap Asma menatap Marsella yang masih terbaring lemah.


"Hiks...kamu terbuat dari apa nak sampai kamu tidak dendam sedikitpun." ucap Ayu yang masih terisak.


"Tante kita semua sama hanya saja kita berbeda dalam mengendalikan hawa nafsu,semua orang tidak dibedakan oleh Alloh namun ada manusia yang special yaitu orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya." ucap Asma lembut dan segera Ayu memeluknya.


"Sekarang saya percaya kenapa Marsella lebih memilih diam dari pada bersikap durhaka karna dia tidak ingin menyakiti saya dan itu pun berkat kamu,saya yang selama ini membesarkannya tidak tau hal baik apa saja yang saya berikan." ucap Ayu.


"Tante jangan bersedih ya serahkan segalanya pada Alloh berdoa semoga Marsella cepat sembuh." ucap Asma menuntun Ayu untuk duduk.


"Kamu memang anak yang baik." ucap Ayu.


"Tante sampai kapan Marsella koma?" tanya Aqila.


"Tidak tau,dokter belum memberikan kepastian kapan Marsella sadar." ucap Ayu sedih.


"Kami sedih mendengar hal itu terutama untuk paman dan bibi Asma,kami saat itu tak sengaja mendengar berita itu dan sampai-sampai bibi tidak bisa tidur karna khawatir,makannya Asma datang kesini untuk memastikan." ucap Asma.


"Ya tante,keluarga Aqila juga sempat kaget dan berusaha membantu biaya pengobatan untuk Marsella." ucap Aqila.


"Terimakasih atas kemurahan hati kalian,jika kalian bukanlah teman Marsella entah bagaimana saya bisa membuat anak saya menuju jalan yang benar." ucap Ayu.


"Ah tidak terasa sudah jam 3 sore kalau begitu Asma pamit ya tante kebetulan kakak Asma mau menikah hari ini sekalian menjenguk Marsella sebelum pergi." ucap Asma.


"Ah,kalau begitu ucapkan selamat untuk kakakmu maaf tante tidak bisa ikut." ucap Ayu.


"Asma tau itu,dan juga Asma senang kini harapan Marsella ingin cinta kasih mama nya sudah terpenuhi." ucap Asma.


"Iya nak." ucap Ayu.


Asma mendekat kearah Marsella lalu mencium tangan sahabatnya dengan lembut.


"Segeralah pulih sel,semuanya menunggumu karena tanpa kamu kebahagiaan kami berkurang kamu teman yang baik dan bisa membawa kami menuju canda dan tawa." ucap Asma dan pergi setelah pamit pada Ayu.


"Aku juga berharap semoga kamu memaafkan diriku yang pernah menyakiti kamu sel,aku memang teman yang buruk dan aku berjanji jika kamu sembuh aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik." ucap Aqila dan ia pergi setelah mencium kening temannya itu,ia pun berpamitan pada Ayu yang berdiri disampingnya.


Ayu sangat terharu melihat pertemanan mereka ia sangat menyesal akan semua yang ia lakukan dulu.

__ADS_1


Asma kini dijemput oleh Malik untuk segera berangkat kekota C tempat dimana Latifah akan mengadakan resepsi pernikahan.


.


.


Dilain tempat Amran sudah sibuk membuka kadonya dan yang pertama ia buka adalah sebuah kotak yang sangat kecil yaitu dari Asma.


Saat ia membuka kotaknya ia tersenyum melihat isinya sepotong gantungan sayap merpati kecil,ia tersenyum bahagia bisa mendapatkan barang pertama yang ia dapatkan dari Asma,walau sederhana kesan baginya itu sangatlah berharga.


"Dari Asma ya ran?" goda Maya.


"Ummi jangan bawel ah." ucap Amran memasukkan gantungan itu ke sakunya agar tidak digoda Maya lagi.


"Haha,kamu sangat lucu." ucap Maya gemas dan mencubit pipi Amran.


"Ah,Ummi." ucap Amran merintih.


.


.


Sesampainya Asma di tempat resepsi ia sangat bahagia mengetahui kakaknya yang sudah dibalut dengan kebaya putih panjang dengan balutan hijab ia sangat bahagia melihat pancaran senyum dari kakaknya.


"Ah,kakak sudah menikah saja,tinggal Asma dong yang belum." ucap Asma cemberut.


"Jadi Asma dong yang tinggal sama paman bibi,kak Sayyid juga udah nikah pasti tinggal sama kak Hanum." ucap Asma sedih.


"Yaudah kamu ikut kakak saja tinggal disini bagaimana?" tanya Latifah.


"Ah,kakak ngaco kan Asma masih sekolah mana mau pindah sebelum lulus." ucap Asma.


"Yasudah kalau sudah lulus kamu tinggal disini sama kakak,mau?" Asma nampak menimang dan ia mengangguk.


"Yah kakak makin sayang deh sama kamu." ucap Latifah memeluk Asma.


"Ekhem." dehem Hafidz.


"Eh kakak ipar gak usah cemburu kak Latifah gak akan direbut kok,ouh ya kak Hafidz kalau suatu saat Asma lulus boleh ya tinggal sama kalian." pinta Asma.


"Gak boleh!" ucap Hafidz.


"Yah,kok gitu kak Latifah juga gak gitu." ucap Asma cemberut membuat Latifah terkekeh.


Hafidz pun mencubit Asma saking gemasnya.

__ADS_1


"Iya boleh untuk adik iparku apa sih yang enggak bagaimana pun kamu sudah jadi keluarga kakak." ucap Hafidz.


"Kak Hafidz memang baik dan gak salah kalau kak Latifah bersanding dengan kakak,nyatanya kak Latifah memang bahagia." ucap Asma tersenyum senang.


"Nanti suatu saat jika kamu dilamar seorang pria kakak sendiri yang akan memilih lelaki yang tepat." ucap Hafidz.


"Oke,janji kakak Asma pegang karna suatu saat Asma butuh kalian untuk suport Asma." ucap Asma senang.


"Bagaimana dengan Marsella As?" tanya Latifah khawatir ia juga tau tentang kabar itu.


"Dia masih koma kak belum ada kabar terbaru dan juga dokter masih bingung memberikan penjelasannya." ucap Asma.


"Iya kita bedoa aja semoga semuanya bisa berakhir bahagia." ucap Latifah.


"Ouh iya apa kakak tau rahasia kak Sayyid?" tanya Asma.


"Apa?" tanya Latifah penasaran.


"Kak Hanum sedang hamil kak." ucap Asma membuat Latifah membulatkan mata.


Latifah merasa kesal karna tidak tau hal itu segera ia berjalan menuju Sayyid.


"Kak Sayyid licik sekali tidak memberitahu kalau kakak ipar Hamil!" ucap Latifah marah.


Hanum hanya malu mendengar itu.


"Ouh maaf ya kamu kan lagi ijab qabul masa kakak ceritain hal ini sih jadi tadinya kakak mau ngasih tau kalau acaranya sudah selesai saja,ia kan sayang?" tanya Sayyid pada Hanum.


"Benar La,kakak juga berfikir begitu." ucap Hanum.


"Tidak masalah sih yang terpenting adalah kalian bahagia itu saja sudah membuat Latifah senang." ucap Latifah.


"Yasudah sana,pengantin harusnya di aula bukan disini kasian tuh pengantin cowoknya ngejomblo." goda Sayyid.


"Kakak..." rengek Latifah.


"Hahaha untung udah ada suami jadi gak lagi merengek ke kakak." goda Sayyid.


"Kakak!!" Latifah semakin kesal.


"Sudahlah suamiku kasihan Latifahnya." ucap Hanum dan Asma ikut tertawa melihat tingkah Latifah yang kekanakan.


Apa dimasa depan kehidupanku bisa secerah tawa kak Latifah dan sebahagia rumah tangga kak Sayyid?_Batin Asma.


Bersambung...

__ADS_1


Next part MHA akan masuk season 2 berharap para readers memberikan like dan vote juga rate nya terimakasih sudah mampir ke karya author dan mungkin akan hiatus dulu sebelum up kembali terimakasih😔😀


__ADS_2