Memaksa Cinta Sang CEO

Memaksa Cinta Sang CEO
BAB 13


__ADS_3

🌹HAPPY READING🌹


Nana dan Bi Mirna turun dari taksi tepat di depan Rumah Sakit Jiwa. Nana dan Bi Mirna melangkah dengan yakin. Bi Mirna menenteng sebuah rantang yang berisi makanan untuk Akmal.


"Suster," teriak Nana memanggil suster yang akan masuk ke ruangan Akmal.


Suster tersebut berhenti dan berbalik menatap Nana.


"Ya, Nana," jawab Suster tersebut ramah. Jangan heran jika banyak Dokter dan Suster yang mengenal Nana disini, karena hampir setiap hari Nana datang dan dia juga sering membantu para suster dan Dokter menenangkan pasien yang ngamuk.


"Suster mau kasih makan Ayah?" tanya Nana.


"Iya. Tadi aku sudah memberikannya, tapi Pak Akmal menolak. Jadi aku kembali lagi untuk mencoba membujuknya," ucap Suster tersebut menunjuk nampan berisi makanan kepada Nana.


"Tidak usah, Suster. Nana sama Bi Mirna bawa makanan untuk Ayah. Suster bawa kembali saja makanannya. Biar Nana dan Bibi yang menemani Ayah," ucap Nana.


Suster tersenyum dan mengangguk kepada Nana. Dia sangat bangga dengan Nana. Tidak pernah malu dengan keadaan Ayahnya. Nampak sekali anak ini sangat menyayangi Ayahnya.


"Ya sudah, kalau begitu saya pergi dulu," ucap Suster tersebut.


"Iya, Suster. Terimakasih sebelumnya," jawab Nana.


"Sama-sama, Na," jawab Suster tersebut ramah dan berlalu pergi meninggalkan Nana dan Bi Mirna.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," ucap Nana dan Bi Mirna ketika memasuki ruangan Akmal.


Terlihat Akmal yang duduk tanpa terikat rantai dengan memeluk kedua lututnya. Pandangannya jauh memandangi langit malam yang dipenuhi bintang


"Ayah," panggil Nana berjalan mendekat ke ranjang Akmal.


Akmal menoleh ketika mendengar suara memanggilnya.


"Apa kabar, Ayah? Maaf Nana baru datang. Nana bawa makanan untuk Ayah. Bi Mirna yang masak buat Ayah," ucap Nana memeluk Ayahnya.


"Cantik," satu kata yang keluar dari mulut Akmal ketika memandang wajah Nana.


Nana tersenyum. "Nana cantik karena Ayah ganteng. Iya kan, Bi?" ucap Nana melihat kepada Bi Mirna.


Bi Mirna tersenyum lembut dan mendekat kearah anak dan Ayah itu. "Nana sangat cantik. Kamu harus cepat sembuh, Akmal. Kami sangat membutuhkan mu, terutama Nana," ucap Bi Mirna lembut.


Akmal dengan patuh menerima setiap suapan dari Nana. "Enak," kata yang terucap dari mulut Akmal saat suapan terakhir masuk ke mulutnya.


"Masakan Bi Mirna memang paling enak Ayah," ucap Nana mengusap nasi yang ada di sudut bibir Akmal. Bi Mirna tersenyum senang melihat bagaimana Nana sangat menyayangi Akmal.


.....


Arya dan Gilang sedang dalam perjalanan menuju Bandara. "Lo tahu darimana Acha datang malam ini, Lang?" tanya Arya memecah keheningan di mobil.

__ADS_1


"Ck, Nggak ada yang gue nggak tahu. Ngakunya cinta, Acha sampai disini aja Lo nggak tahu" ucap Gilang sombong meledek Arya.


"Serah Lo," jawab Arya kesal mendengar ledekan Gilang.


"Ar, kalau misalnya Acha nggak balik buat Lo gimana?" tanya Gilang serius.


"Maksud Lo?" tanya Arya bingung.


Gilang hanya menggeleng tidak melanjutkan perkataannya. Arya yang melihat itu mendengus kesal melihat sikap Gilang yang sok misterius.


Tidak berapa lama, mobil mereka sampai di bandara. Mereka berdua berdiri di pintu kedatangan menunggu Acha.


Lima menit kemudian, terlihat seorang wanita cantik nan anggun dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya.


Arya yang melihat itu tidak berkedip dan memasang senyum tampannya sambil melambaikan tangan.


"Acha!" teriak Arya memanggil wanita tersebut.


......................


Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.


Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.

__ADS_1


Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @yus_kiz


Jangan lupa baca karya ku yang lain, ya "Derajat Rumah Tanggaku" Author sayang kalian 🌹🌹😘


__ADS_2