Memaksa Cinta Sang CEO

Memaksa Cinta Sang CEO
BAB 62


__ADS_3

🌹HAPPY READING🌹


"Apa Mama punya saudara kembar?" tanya Acha langsung. Dia tidak ingin bertele-tele dengan semua ini.


Meisya terdiam mendengar pertanyaan anaknya. Dia memandang Arya dan Acha secara bergantian. "Apa ada sesuatu yang terjadi?" ucap Meisya tanpa menghiraukan pertanyaan Acha.


"Jawab pertanyaan Acha, Ma," ucap Acha mendesak Meisya.


Meisya menghela nafas pelan. Setelah itu dia menatap Acha dan Arya. "Mama tidak punya kembaran," jawab Meisya yang membuat Acha dan Arya terdiam. Bahu mereka merosot tak semangat mendengar jawaban Meisya.


"Tapi Mama punya seorang Kakak. Wajahnya dan Mama bagaikan pinang dibelah dua," lanjut Meisya yang dapat membuat Arya dan Acha membulatkan mata tak percaya.


"Nak, apa ada sesuatu yang tak beres?" tanya Meisya hati-hati.


Acha memandang Meisya dengan mata yang berkaca-kaca. "Sangat tidak beres, Ma," jawab Acha dengan nada bergetar.


"Arya, ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Meisya kepada Arya.


"Nasytiti Khadijah."


DEG


Tubuh Meisya menegang dengan air mata yang tanpa izin mengalir di pipinya. Nama yang sudah lama dia simpan dalam hati kini kembali terdengar oleh telinganya.


Nama seorang anak kecil berusia tiga tahun yang dulu dia tinggalkan dengan teganya.


"Ma-maksud kamu, Arya?" tanya Meisya gugup dengan suara bergetar.


"Kakak Tante melukai hatinya dengan sangat dalam," jawab Arya.


"Apa maksud kamu, Arya? Tolong jelaskan dengan benar. Jangan berteka-teki seperti ini," ucap Meisya tak sabar.


"Ma, Kakak Mama itu ada di Indonesia, Ma. Dia selama ini ada di sekitar kami dan menyamar menjadi Mama. Menyamar sebagai ibu kandung dari Nasytiti Khadijah dan Istri dari Akmal," ucap Acha bersuara.


Jantung Meisya berdetak kencang mendengar nama lelaki yang dulu dia tinggalkan. "Apa mereka berdua baik-baik saja?" tanya Meisya dengan suara bergetar.


Acha menggeleng. "Takdir sangat kejam kepada mereka, Ma," ucap Acha mengingat Nana yang merupakan saudara tirinya sendiri.


Meisya beralih menatap Arya. "Bisa ceritakan kepada Tante, Arya?" pinta Meisya dengan sorot keinginan yang sangat tinggi.

__ADS_1


"Nana, anak kandung Tante adalah istri saya," ucap Arya.


Meisya nampak terkejut, tapi dia tetap diam menunggu kelanjutan cerita Arya.


"Seminggu setelah Acha datang ke Indonesia bersama Zein, Kakak Tante datang ke Indonesia dengan menyamar sebagai Tante. Dia berperan dengan sangat baik. Sikap lembutnya bahkan sangat persis seperti Tante. Hingga istri saya bertemu dengan Kakak Tante yang saat itu dia anggap sebagai ibu kandung yang pergi meninggalkannya," ucap Arya memperhatikan raut wajah Meisya.


"Lanjutkan, Arya," ucap Meisya yakin.


Arya mengangguk. "Dia berperan sangat baik sebagai ibu Acha. Tapi sangat buruk sebagai ibu kandung istri saya. Dia menghina, mencaci dan bahkan menampar istri saya berkali-kali. Benar-benar seperti ibu kandung yang tidak menerima kehadiran anaknya sendiri," lanjut Arya.


Isak kecil keluar dari mulut Meisya. "Bagaimanapun tidak ada Ibu kandung yang membenci anaknya sendiri, Arya," ucap Meisya sendu.


Arya mengangguk setuju. "Saya tahu itu. Karena dia bukan Tante, makanya dia bersikap seperti itu," ucap Arya.


"Boleh saya tahu nama Kakak Tante itu?" tanya Arya penasaran.


"Dia Monika. Kakak kandung Tante, Arya. Kami hanya berjarak satu tahun," jawab Meisya.


"Apa Tante punya masalah pribadi dengannya? Maksud saya, kenapa dia malah datang?" tanya Arya.


Meisya terdiam. Setelah itu dia menghela nafas pelan menetralkan detak jantungnya. "Dia menyukai Akmal," jawab Meisya dengan sendu.


Berarti dia yang datang diam-diam menemui Ayah. Jadi selama ini dia sudah tahu tentang Ayah dan Nana? Benar-benar brengsek. Batin Arya kesal mengingat setiap ulah Monika.


"Jika dia mencintai Ayah mertua saya, kenapa dia melukai anaknya?" tanya Arya heran mengingat Meisya selalu menyakiti Nana.


"Tante tidak tahu, Arya. Tapi yang pasti, dia menyakiti Nana untuk melampiaskan sakit hatinya kepada Tante" jawab Meisya.


"Apa Tante yakin?" tanya Arya.


Meisya mengangguk yakin. "Sebelum Tante pergi meninggalkan suami dan anak Tante, dia mengatakan bahwa akan menghancurkan Tante lewat anak Tante," jawab Meisya.


"Lalu kenapa Mama masih meninggalkan Nana dan Ayahnya, Ma?" tanya Acha tak paham dengan isi kepala Meisya.


Pandang yang sudah sendu itu semakin nampak sendu di mata Meisya. "Bukan keinginan Mama meninggalkan mereka, Acha," jawab Meisya.


"Lalu?" tanya Arya tak sabaran.


"Saat Akmal dituduh korupsi, Tante meminta bantuan kepada Monika. Karena pada saat ini, Monika yang merupakan Kakak kandung Tante adalah pebisnis cukup sukses saat itu. Tante meminjam uang untuk menutupi kesalahan Akmal, dan Tante mendapatkannya dengan syarat Tante harus meninggalkan Akmal dan juga anak Tante. Tante harus pergi jauh dari kehidupan Akmal. Kamu tahu Arya, pernikahan Tante dan Akmal terjalin karena sebuah kecelakaan. Kecelakaan yang sengaja Akmal lakukan untuk mendapatkan Tante. Awalnya Tante sangat membenci Akmal. Karena dia, Tante dibuang oleh keluarga. Karena dia juga, Tante hamil diluar nikah. Tapi karena kelembutan dan ketulusannya, akhirnya cinta itu hadir di hati Tante," ucap Meisya menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Jadi Tante meninggalkan Ayah mertua saya karena terpaksa?" tanya Arya.


Meisya mengangguk mengiyakan pertanyaan Arya.


"Lalu kenapa Mama menikah dengan Papa jika masih mencintai Ayah Nana?" tanya Acha.


Pandangan Meisya beralih kepada Acha. "Kami memang menikah. Tapi tugas Mama hanya mengurus kamu, Nak," jawab Meisya.


"Maksud Mama?" tanya Acha tak mengerti.


"Papa kamu sangat mencintai Almarhum Mama kamu, Sayang. Mama yang saat itu tidak tahu harus kemana bertemu Papa kamu saat Papa sedang ada urusan pekerjaan di Indonesia. Mama dibayar sebagai Ibu kamu, Nak. Kami hanya menjadi suami istri didepan kamu, tapi tidak jika kami hanya berdua," jawab Meisya.


Acha dan Arya mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Meisya dengan serius. "Apa tidak ada cinta diantara Papa dan Mama setelah lama hidup seatap?" tanya Acha.


Meisya menggeleng. "Kami sama-sama punya cinta yang tetap kami pertahankan, Nak. Bedanya Papa kamu mempertahankan untuk cintanya yang telah di surga, sedangkan Mama ada di belahan dunia lain," jawab Meisya.


Acha berhambur memeluk Meisya setelah mendengar jawaban Meisya. "Terimakasih telah memberikan kasih sayang dan merawat Acha sebagai anak sendiri, Ma. Terimakasih telah membesarkan Acha seperti sekarang ini," ucap Acha memeluk Meisya.


"Mama menganggap kamu sebagai anak mama sendiri. Membesarkan kamu bisa melepaskan kerinduan Mama kepada anak yang mama tinggalkan," jawab Meisya tulus.


Arya memandang Meisya dan Acha dengan pandangan sulit diartikan.


"Tante," panggil Arya pelan.


Meisya melepaskan pelukannya dan beralih menatap Arya. "Iya, Arya," jawab Meisya.


"Kesalahpahaman yang Tante tinggalkan menciptakan banyak luka dan merusak kehidupan orang yang saya cintai," ucap Arya.


"Maaf, Arya," ucap Meisya menyesal.


"Bukan kepada saya, Tante. Tapi kepada Istri dan Ayah Mertua saya!" jawab Arya tegas.


"Apa anak dan suami saya baik-baik saja?"


......................


Jangan lupa kasih like, vote dan komentarnya yaaa. Oiya, kasih bintang lima juga yaaa.


Terimakasih banyak sudah mengikuti tulisan receh author. Author sayang kalian 😍🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2