Memaksa Cinta Sang CEO

Memaksa Cinta Sang CEO
BAB 51


__ADS_3

🌹HAPPY READING


Sesuai perkataan Arya kemaren, Arya dan Nana kini dalam perjalanan menuju rumah batu mereka. Tentu saja si kecil Freya ikut. Karena sejak pagi, dia terus menempel pada Nana.


"Belapa lama lagi, Uncle?" tanya Freya yang duduk di pangkuan Nana.


Arya yang fokus pada jalanan menoleh melihat Freya. "Sebentar lagi, Bidadari," jawab Arya.


Freya mengangguk patuh mendengar perkataan Arya. Setelah itu dia kembali menatap Nana dengan tatapan polosnya.


"Aunty, Papa bilang kalau mau buat adik halus beli bahannya," ucap Freya mengatakan pada Nana apa yang kemarin dia ketahui dari Dinda.


"Beli?" tanya Arya.


"Iya. Kemalin Fleya tanya sama Papa, katanya Adik Bayi beli toko. Sama kayak Fleya beli baju," jawab Freya.


"Papamu tidak waras," gumam Arya pelan tak habis pikir dengan Abang iparnya itu. Sedangkan Nana hanya tertawa melihat respon Arya yang masih nampak kesal.


Saat ini kekesalan Arya sangar-sangat besar terhadap Dinda dan Atlantik.


*Flashback On*


"Kenapa Freya nggak balik-balik lagi, Mas?" tanya Nana yang sudah sekitar satu jam menunggu Freya kembali dari kamar Papa dan Mamanya. Tentu saja untuk menanyakan bagaimana cara membuat bayi, sesuai dengan apa yang dikatakan Arya.


"Biar aja, Sayang. Mungkin udah ketiduran di sana," jawab Arya.


"Sekarang jadwalnya kita tidur dan membuat adik bayi," ucap Arya.


Nana menahan dada Arya dengan tangannya ketika lelaki itu akan menyerangnya. "Nggak boleh, Mas," ucap Nana.


Dahi Arya berkerut heran. "Kenapa Sayang? Kita udah sah kalau kamu lupa," ucap Arya.


Nana tersenyum mendengar jawaban Suaminya. "Aku tahu, Mas," jawab Nana.


"Terus kenapa?" tanya Arya lagi.


"Tamu aku datang. Baru tadi sore," ucap Nana.


"Tamu?" beo Arya.


"Datang bulan, Mas. Menstruasi," ucap Nana memperjelas jawabannya.

__ADS_1


Bahu Arya merosot lesu mendengar jawaban Nana. "Sayang," rengek Arya.


"Sabar ya, Mas," ucap Nana mengusap lembut pipi Arya.


Arya mengangguk dan tersenyum. "Yasudah, kamu tidur ya," ucap Arya.


"Mas mau kemana?" tanya Nana.


"Aku keruang kerja dulu, Sayang. Ada sedikit pekerjaan," jawab Arya.


Nana mengangguk dan tersenyum "Jangan tidur kemalaman," ucap Nana.


"Iya Sayang," ucap Arya. Sebelum pergi, Arya mengecup dahi Nana. Setelah itu dia pergi keluar kamar dan berjalan menuruni tangga menuju ruang kerjanya yang ada di lantai satu.


Lampu ruang keluarga sudah nampak mati. Itu artinya yang lain sudah masuk ke kamarnya. Arya langsung masuk ke ruang kerjanya dan duduk di kursi empuk miliknya itu.


Mata Arya membulat sempurna dengan mulut menganga begitu melihat layar laptopnya ketika dia sudah menyalakannya.


"Apa-apaan ini!" ucap Arya kesal.


"Kakak dan Abang ipar benar-benar tidak tahu malu," ucap Arya menutup keras layar laptopnya.


Bayangkan saja, dalam rekaman kamera anting Freya, terlihat Atlantik yang sedang menggauli Dinda. Untung Mereka belum benar-benar naked, jadi mata Arya tidak terlalu ternodai. Video itu terlihat diambil dari samping, itu artinya mereka melakukannya saat Freya tidur di bagian kasur sebelah mereka.


"Dasar tidak tahu malu. Anak tidur malah asik membuat anak yang lain. Apa salahnya mereka mencoba di sofa atau kamar mandi. Dasar nggak punya otak emang," gerutu Arya berjalan keluar ruang kerjanya.


Niat Arya yang tadinya ingin menyelesaikan pekerjaannya hilang begitu saja. Dia memilih kembali ke kamar untuk tidur dengan memeluk tubuh indah istri kesayangannya.


*Flashback Off*


Selang beberapa menit, mobil Arya sampai di depan sebuah rumah mewah. Seorang Satpam membuka pagar dan mempersilahkan mobil Arya memasuki pekarangan rumah mewah tersebut.


"Mas ini ..."


"Iya, Sayang. Ini rumah kita," ucap Arya menjawab ekspresi terkejut istrinya.


"Wah, lumah Aunty sama Uncle besal banget," ucap Freya takjub melihat rumah didepannya.


"Ayo kita turun," ucap Arya mengajak ponakan dan istrinya untuk turun.


Mereka turun dari mobil dan berjalan untuk menuju pintu utama.

__ADS_1


"Ini Sayang. Kamu buka," ucap Arya menyerahkan kunci kepada.


Nana menerima kunci tersebut dan membuka pintu tersebut.


"Mas," ucap Nana tak percaya melihat bagian dalam rumah yang sangat indah dengan foto pernikahan mereka yang dicetak besar memenuhi dinding bagian depan ruang tamu.


Arya memeluk Nana dari samping. "Ini semua untuk kamu, Sayang," ucap Arya.


"Terimakasih, Mas," ucap Nana dengan mata berkaca-kaca. Sungguh, tidak pernah dia bayangkan akan memiliki rumah sebesar dan sebagus ini.


Mereka bertiga melanjutkan kegiatan melihat-lihat setiap sudut rumah. Saking besarnya rumah tersebut, Freya kelelahan dan berakhir dengan tidur di gendongan Arya.


"Mas, kita bawa Freya ke kamar aja," ucap Nana.


Arya mengangguk dan mereka berjalan menuju lift untuk sampai di lantai dua. Arya memang menyediakan lift di rumahnya, karena rumah ini terdiri dari tiga lantai.


Lantai pertama untuk ruang keluarga, ruang tamu, dapur, ruang kerja dan lima kamar tamu. Lantai dua hanya terdiri dari dua kamar. Yaitu kamar Arya dan Nana, sedangkan kamar satunya lagi merupakan kamar yang sengaja dipersiapkan Arya untuk anaknya jika mereka sudah memiliki anak. Sedangkan di lantai tiga, ada ruang seni, ruang olahraga, bioskop mini dan tempat karaoke. Arya benar-benar memberi fasilitas yang sangat memuaskan untuk istri yang sangat dia cintai.


Tidak mau istrinya kelelahan mengurus rumah, Arya mempekerjakan tujuh orang pelayan, tiga satpam, dan satu tukang kebun.


.....


Sudah tiga hari Arya dan Nana pindah ke rumah baru mereka. Sekarang di rumah mewah itu nampak ramai karena semua keluarga berkumpul di sana.


"Nana dimana Ar?" tanya Bumi yang saat ini sedang duduk bersama di ruang keluarga.


"Nana lagi sama Acha di kamar, Pa," jawab Arya. Bumi memang datang terlambat bersama Gilang, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan bersama Gilang.


Mereka semua melanjutkan obrolan mereka dengan sesekali tertawa kecil melihat tingkah lucu Freya. Hingga pembicaraan mereka terhenti mendengar teriakan dari arah tangga.


Mereka semua berlari ke arah tangga. "ACHA," teriak semua orang melihat Acha yang berguling dari tangga dan Acha yang masih berdiri di tangga paling atas.


"Nana, apa yang kamu lakukan?"


......................


Jangan lupa kasih like, vote dan komentarnya yaaa.


Terimakasih banyak sudah mengikuti tulisan receh author. Author sayang kalian 😍🌹🌹


Jangan lupa, ikuti juga kisah di novel aku yang lain dengan judul "Derajat Rumah Tanggaku" dijamin nggak kalah seru.

__ADS_1


__ADS_2