
🌹HAPPY READING🌹
Sudah satu Minggu sejak Arya dan Gilang menyekap Meisya. Tidak ada yang tahu mengenai hal ini kecuali mereka berdua. Keluarga yang lainnya hanya mengetahui bahwa Meisya kembali ke Turki untuk mengurus beberapa pekerjaan disana.
"Selanjutnya kita bakal lakuin apa sama Meisya, Ar?" tanya Gilang disela obrolan mereka. Gilang menyebut nama Meisya tanpa embel-embel Tante. Dia sungguh muak dengan wanita yang merupakan Ibu tiri dari sahabatnya itu.
Kini Arya dan Gilang sedang berbincang masalah pekerjaan diruangan Arya.
Arya menghela nafasnya pelan dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya. "Gue merasa ada rahasia yang diketahui oleh Meisya, Lang," ucap Arya.
Gilang memandang lekat mata Arya. "Maksud Lo?" tanya Gilang serius.
Arya mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Tangan Arya tergerak membuka sebuah pesan yang masuk dari nomor asing ke ponselnya.
"Lo baca, Lang," ucap Arya memberikan ponsel tersebut kepada Gilang.
Gilang mengambil ponsel tersebut. Matanya membulat sempurna ketika membaca apa yang dia lihat. "Mungkinkan ini orang iseng?" tanya Gilang.
"Itu nomor Turki, Lang. Gue yakin ada yang nggak beres," ucap Arya.
"Apa mungkin orang yang selama ini hidup bersama kita bukan Tante Meisya?" tanya Gilang.
"Entahlah. Tapi yang pasti kita harus cari tahu, Lang," ucap Arya.
"Gue bakal ke Turki, Lang. Gue mau mastiin sendiri," lanjut Arya.
"Lo gila! Kerjaan disini gimana?" tanya Gilang tak setuju mengingat pekerjaan Arya yang menumpuk.
"Gue bakal minta bantuan Papa buat urus Perusahaan," jawab Arya.
"Kalau gitu gue ikut Lo," ucap Gilang.
"Lo bantuin Papa disini. Dan Lo harus terus sekap Meisya sampe gue kembali. Jangan sampe dia kabur," ucap Arya.
Gilang mengangguk setuju. "Lo yakin bakal pergi sendiri?" tanya Gilang memastikan.
Arya menggeleng. "Gue bakal bawa Acha," jawab Arya.
"Lo serius? Kok gue jadi nggak yakin. Lo nggak kembali kayak dulukan?" tanya Arya.
Arya berdecak kesal mendengar perkataan Gilang. "Gue nggak segila itu dan gue nggak sebodoh itu. Gue cinta istri gue," jawab Arya kesal.
"Terus?"
__ADS_1
"Lang, Acha selama ini hidup bersama dengan Tante Meisya. Dia pasti tahu mana yang benar dan yang enggak mengenai Meisya," jawab Arya.
"Itu berarti kita bakal kasih tahu Acha?" tanya Gilang.
Arya mengangguk. "Itu akan lebih baik, Lang. Acha harus tahu itu," jawab Arya.
"Kalau Nana?" tanya Gilang.
Arya menghela nafas pelan. "Biar kita selidiki dulu, Lang. Gue nggak mau mengganggu kebahagiaan istri gue yang sekarang merawat Ayahnya sendiri," ucap Arya.
"Lo harus hati-hati, Ar. Jangan sampe ini semua merugikan kita semua," ucap Gilang memperingati.
Arya mengangguk yakin. "Gue akan bawa beberapa orang kita," ucap Arya.
Gilang mengangguk menyetujui perkataan Arya. Ini benar-benar sangat membingungkan.
Pesan yang didapat Arya dari nomor asing itu benar-benar membuat mereka ragu.
Arya, bagaimana keadaan Acha disana?
Begitulah isi pesan yang diterima Arya. Tentu hal ini membuatnya bingung. Jika orang yang mengirimnya pesan tersebut adalah Meisya, lalu yang selama hidup bersama mereka itu siapa? pikir Arya bingung.
.....
Acha awalnya syok mendengar cerita Arya. Mengetahui Nana adalah saudara tirinya membuat dia senang, tapi sedih karena Meisya yang jahat kepada Nana. Hingga akhirnya Acha menyetujui untuk ikut Arya ke Turki dengan alasan urusan pekerjaan yang berkaitan dengan perusahaan Papa Acha yang ada di Turki.
Arya memasuki rumah dan tidak menemukan siapapun diruang tamu. Arya naik kelantai dua menuju kamarnya. Tapi nihil, Arya tidak menemukan keberadaan Nana.
Arya menghela nafas pelan. Sudah seminggu sejak kepulangan Akmal, tapi Nana selalu menghabiskan waktu bersama Akmal.
Arya berjalan keluar dari kamarnya dan menuju kamar Akmal. Dapat Arya lihat Nana yang sedang duduk sambil terus bercerita dengan Akmal. Meskipun Akmal hanya diam tidak menanggapi.
Seulas senyum terbit di bibir Arya. Kemarahan aku rasanya ilang lihat senyum kamu, Sayang. Batin Arya.
Dengan perlahan Arya berjalan mendekati Nana dan Akmal.
"Sayang," panggil Arya lembut.
Nana yang mendengar suara suaminya menoleh. "Mas," ucap Nana riang dan mengambil tangan Arya untuk menyalaminya. Arya membalas dengan mengecup dahi Arya.
"Aku mau mandi, Sayang," ucap Arya.
Nana yang mengerti mengangguk. "Aku siapin air hangat dulu, ya," ucap Nana pamit.
__ADS_1
Arya mengangguk dan membiarkan Nana keluar dari kamar Akmal. Kini hanya tinggal dia berdua dengan Akmal. Arya duduk ditepi ranjang dan memandang Ayah mertuanya itu.
"Ayah," panggil Arya lembut.
Akmal menoleh, tapi tatapannya kosong dengan wajah datar.
"Bolehkah aku cemburu padamu?" tanya Arya.
Arya tahu, Akmal mungkin tidak akan mengerti dengan apa yang dia katakan. Tapi dia hanya ingin mencurahkan isi hatinya.
"Kau tahu Ayah Mertua, sejak kamu pulang, Nana selalu menghabiskan waktunya denganmu. Aku cemburu, sangat cemburu. Aku tahu, tidak wajar jika cemburu pada mertua sendiri. Tapi, kau berhasil menyita waktu istriku," lanjut Arya.
"Tapi aku berterimakasih padamu. Sejak kepulanganmu, Istriku lebih banyak senyum. Dia hampir kembali menjadi dirinya yang dulu. Terimakasih," ucap Arya tersenyum lembut kepada Akmal.
Kegiatan curhat Arya terhenti karena kedatangan Nana. "Mas," panggil Nana.
"Iya, Sayang," ucap Arya berbalik menatap Nana yang datang dari ambang pintu.
"Air panasnya udah," ucap Nana.
Arya mengangguk dan tersenyum. "Aku mau kamu buatin makan malam, ya," ucap Arya meminta kepada Nana.
Nana tersenyum dan mengangguk. "Kamu mandi dulu, nanti kalau makannya udah siap, aku panggil," ucap Nana.
"Aku ke kamar dulu," Ucap Arya pamit.
Nana mengangguk dan membiarkan suaminya pergi. Setelah itu Nana mendekat kearah Akmal.
Nana tersenyum sendu menatap Akmal. "Ayah, ternyata Nana belum bisa bagi waktu antara Ayah dan Arya. Nana buat suami Nana sedih. Mulai sekarang, Nana bakal jadi istri yang baik. Nana bakal bagi waktu. Ayah jangan marah, ya. Ayah dan Arya itu penting dalam hidup Nana," ucap Nana.
Nana mendengar perkataan Arya pada Akmal. Nana tidak menyalahkan Arya, karena dia tahu memang dia yang salah.
"Kalau begitu Nana kebawah dulu, ya Yah," ucap Nana pamit dan mengecup singkat dahi Akmal.
Setelah itu Nana keluar dan turun ke dapur untuk menghangatkan kembali makan malam untuk Arya.
......................
Jangan lupa kasih like, vote dan komentarnya yaaa.
Terimakasih banyak sudah mengikuti tulisan receh author. Author sayang kalian 😍🌹🌹
Maaf karena baru update teman-teman, semoga kalian nggak marah dan tetap suka cerita Nana dan Arya ya 🤗
__ADS_1