Memaksa Cinta Sang CEO

Memaksa Cinta Sang CEO
BAB 21


__ADS_3

🌹HAPPY READING🌹


Arya dan Nana kini sedang dalam perjalanan menuju rumah Nana. Setelah drama panjang terjadi karena Kita yang selalu memaksa Nana untuk menginap di rumahnya, akhirnya Nana bisa membujuk Mita untuk mengizinkannya pulang. Tentunya dengan bantuan Arya.


"Em, Sayang," panggil Nana kepada Arya dengan nada centilnya. Tangannya sudah melingkar indah di lengan Arya yang bebas tidak menyetir.


"Hem," jawab Arya. Kali ini dia membiarkan Nana berbuat sesukanya. Hitung-hitung untuk menghibur Nana karena kejadian tadi di Mall. Saat ini pikirannya sudah dipenuhi bayangan Acha dan Zein. Dia pesimis dengan misinya ini. Usahanya dengan menjadikan Nana pacar untuk membuat Acha cemburu sepertinya akan sia-sia. Melihat bagaimana Acha dan Zein sangat saling mencintai.


"Sayang, Mama sama Daddy baik banget. Kak Dinda juga baik banget. Aku suka. Oiya, besok Mama ngajak makan malam," celetuk Nana menatap Arya.


"Mengajak makan malam?" tanya Arya.


Nana mengangguk antusias. "Besok Mamanya Acha akan datang untuk membantu mengurus pernikahan Acha sebulan lagi. Jadi aku disuruh sama Mama ke rumah buat ikut makan malam bersama. Kan aku calon mantu," ucap Nana dengan percaya dirinya.


"Kau sangat percaya diri," ucap Arya datar.


"Percaya diri itu penting. Karena cintaku saja sudah cukup untuk hubungan kita berdua," ucap Nana riang. Padahal dalam hati, Nana menjerit menangis mendengar perkataan Arya yang sepertinya sangat tidak menyukai dirinya.


Setelah itu Arya hanya diam. Begitu juga dengan Nana. Mereka tenggelam dengan pikirannya masing-masing.


Lima belas menit kemudian, mobil Arya sampai di depan rumah Nana.


"Sayang, kamu nggak mampir?" tanya Nana.


"Tidak," jawab Arya datar.


Nana tersenyum kecut, tapi setelahnya dia memberikan senyum tulus kepada Arya. "Kalau begitu aku turun dulu, ya. Selamat malam dan sampai jumpa, cup," ucap Nana dan memberi kecupan singkat di pipi Arya. Setelah itu dia langsung turun.


Tanpa menyapa atau menbunyikan klakson mobilnya, mobil Arya melesat pergi meninggalkan Nana yang masih berdiri melihat kepergian Arya. Nana memegang dadanya yang terasa sangat sesak. "Seharusnya aku membencimu, tapi entah kenapa hatiku menolak untuk itu. Semoga suatu saat balasan cintaku datang dari hatimu," gumam Nana pada dirinya sendiri. Setelah itu Nana membalikkan badan dan berjalan memasuki rumah.


Sampainya di dalam rumah, Nana disambut oleh Bi Mirna yang sudah menunggu kedatangannya. Dengan hati yang berbunga Nana menceritakan segala yang dia lewati hari ini. Tentu yang hanya membuatnya bahagia. Mulai dari dia berjalan-jalan di Mall, hingga keluarga Arya yang menerimanya dengan senang hati. Bi Mirna yang mendengar cerita Nana ikut senang.


Setelah itu, Nana dan Bi Mirna masuk ke kamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya.


.....


Pagi ini, Nana disibukkan dengan banyak file dari Arya. Ditengah kesibukannya, Gilang datang menghampiri Nana.


"Serius banget, Na," ucap Gilang.


Nana mendongak melihat Gilang yang berdiri di depan meja kerjanya.

__ADS_1


"Eh, Pak Gilang. Iya, Pak. Pacar aku ngasih tugas banyak banget," ucap Nana.


Gilang tergelak mendengar perkataan Nana. Ada-asa saja, pikir Gilang.


"Bagaimana kemaren kencannya, Na?" tanya Gilang.


"Sangat menyenangkan," jawab Nana dengan senyum mengembangnya.


"Wah, saya ikut senang mendengarnya. Semoga hubungan kamu dan Arya semakin baik, ya," ucap Gilang mengacak sedikit rambut Nana.


"Hem, terimakasih banyak, Pak. BTW, rambut saya rusak loh Pak," ucap Nana menyindir Gilang yang sudah mengacak rambutnya.


"Haha maaf-maaf, kalau begitu saya permisi mau ke ruangan Arya dulu," ucap Gilang.


Nana hanya mengangguk patuh. Setelah itu Gilang pergi ke ruangan Arya.


Saya selalu berharap kalau semoga yang bapak ucapkan akan dikabulkan Tuhan. Batin Nana saat melihat punggung Gilang yang sudah menghilang di balik pintu ruangan Arya.


Setelah kepergian Gilang, Nana kembali melanjutkan pekerjaannya. Jika tidak, pacar kesayangannya bisa ngamuk nanti.


Sedangkan di rumah Arya, nampak Freya yang sedang asik bercerita dengan Oma dan Opa nya. Sedangkan Dinda sedang pergi bersama Acha menemani gadis itu mengurus keperluan untuk pernikahannya. Acha lebih memilih pernikahannya diadakan di Indonesia, karena keluarga besarnya banyak tinggal di Indonesia daripada di luar negeri. Zein yang memiliki cabang perusahaan di Indonesia pergi untuk mengurus perusahaanya.


"Opa, Oma," ucap Freya dengan suara mungilnya.


"Kemalin Aunty Balbi pasti kesakitan kalna Fleya," ucapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Kejadian di Mall masih berputar-putar di kepalanya.


"Freya nggak boleh ngomong gitu, itu artinya Aunty Barbie sayang sama Freya. Dia tidak mau Freya yang cantik ini sampai harus terluka," ucap Mita membujuk Freya agar tidak menangis.


"Iya, Oma benar. Freya nggak usah sedih, ya," ucap Bumi ikut menimpali.


"Fleya mau ketemu Aunty Balbie, Opa," ucap Freya memohon kepada Bumi.


"Nanti malam Aunty Barbie nya Freya akan kesini. Jadi kita tunggu nanti malam, ya, Sayang," ucap Bumi.


"Mau sekalang, Opa," rengek Freya.


"Sekarang Aunty Barbie nya Freya lagi kerja, Sayang. Memang Freya mau menganggu Aunty Barbie?" tanya Mita.


Freya langsung menggeleng mendengar perkataan Omanya. Tentu saja dia tidak akan ingin mengganggu Aunty kesayangannya, bisa-bisa nanti Aunty nya akan di marahi oleh Uncle nya.


"Ya sudah, kalau begitu Freya main lagi, ya. Nanti malam Freya harus memakai baju yang bagus. Biar dibilang cantik sama Aunty Barbie," ucap Mita.

__ADS_1


"Iya, Oma. Fleya akan pakai baju Balbi nanti," ucap Freya antusias.


"Good girl," ucap Mita dan Bumi bersamaan mencium kedua pipi Freya. Setelah itu Freya melanjutkan kegiatannya memainkan Barbie miliknya.


"Nana memiliki hati yang tulus, Dad. Hingga anak kecil seperti Freya langsung menyukainya, padahal mereka baru saling mengenal," ucap Mita memandangi Freya yang sedang bermain di depan Televisi.


Bumi mendekatkan dirinya kepada Mita dan merangkul bahu istrinya tersebut. "Nana memang gadis yang baik. Semoga dia bisa menjadi anggota keluarga ini dan menjadi menantu kita, Sayang," ucap Bumi.


"Iya, Dad," ucap Mita menyandarkan kepalanya ke bahu Bumi. Bumi yang melihat istrinya sangat menyukai Nana hanya bisa berdoa bahwa keinginan istrinya akan terpenuhi.


.....


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Nana dan Arya memasuki rumah, Diikuti Gilang di belakang mereka. Atas permintaan dan paksaan dari Mita, akhirnya Gilang mau mengikuti acara makan malam. Pekerjaan yang banyak membuat mereka harus sedikit lembur hingga pukul enam sore.


"Assalamu'alaikum," ucap Arya, Nana dan Gilang.


"Waalaikumsalam," jawab semua orang di ruang tamu.


Freya yang melihat kedatangan Aunty Barbie nya langsung berlari kearah Nana.


"Aunty, Fleya cantik tidak?" tanya Freya berputar-putar memamerkan baju Barbie yang dia gunakan kepada Nana.


"Wah, baju Freya indah banget. Kesayangan Aunty makin cantik. Makin gemesin," ucap Nana mencium seluruh wajah Freya. Dan interaksi mereka tidak luput dari pandangan mereka semua yang ada di ruang tamu.


"Telimakasih, Aunty," ucap Freya malu.


"Ayo kita duduk, Aunty," lanjut Freya menggandengkan tangan Nana untuk mengajaknya duduk.


Nana menurut dan mengikuti langkah Freya. Saat sudah mendidikan tubuhnya di Sofa, Nana mengangkat kepalanya dan melihat satu persatu anggota keluarga Arya untuk menyapa mereka. Dan saat melihat seorang wanita yang duduk di sebelah Mita,


DEG


jantung Nana berdetak kencang. Badannya lemas melihat bagaimana wanita itu menatap lembut ke arahnya.


......................


Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.


Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.


Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @yus_kiz

__ADS_1


Jangan lupa baca karya ku yang lain, ya "Derajat Rumah Tanggaku" Author sayang kalian 🌹🌹😘


__ADS_2