
🌹HAPPY READING🌹
"Main apa?" tanya Freya dengan wajah polosnya.
"Freya ganti dulu antingnya, ya," ucap Arya membujuk Freya.
Tangan Freya dengan segera memegangi anting dengan mainan strowberry kesukaannya. "Kenapa halus di ganti, Uncle?" tanya Freya tak terima.
"Biar mainnya lebih nyaman. Makanya harus ganti anting dulu," ucap Arya.
"Mau ya?" lanjut Arya membujuk Freya.
Freya mengetuk-ngetuk jari di dagunya seraya berpikir. "Ada syalatnya?"
"Syarat?" tanya Arya memastikan.
Dengan yakin Freya mengangguk. "Selama seminggu, Aunty Balbi halus tidul sama Fleya," ucap Freya senang.
Tawa Gilang pecah mendengar syarat dari Freya.
"Mati kutu Lo, Ar," ucap Gilang meledek Arya.
"Syarat yang lain aja, Sayang," ucap Arya merengek bagaikan anak kecil pada Freya.
Membayangkan sehari tidak tidur dengan Nana saja membuatnya gila, apalagi seminggu, mungkin Arya akan senasib dengan Akmal.
Freya menggeleng menolak rengekan Arya. "Enggak ada!" ucap Freya.
"Huft, baiklah. Uncle setuju," ucap Arya mengalah.
Freya tersenyum senang karena menang terhadap Arya. "Sekarang kita main apa, Uncle?" tanya Freya dengan mata berbinarnya.
Arya tersenyum senang. Dia memberi kode kepada Gilang untuk mengeluarkan anting yang sudah mereka siapkan.
"Freya pakai ini, ya," ucap Gilang. Freya mengangguk dan membiarkan Gilang membuka anting kesayangannya dan mengganti dengan yang baru.
"Sudah," ucap Gilang setelah selesai dengan kegiatannya.
Jangan salah, anting yang dipasang Gilang adalah kamera kecil berbentuk anting yang sudah terhubung dengan laptop Arya. Beruntung rambut Freya diikat, jadi mereka dengan mudah melihat semua yang terekam oleh anting yang dipakai Freya.
"Sayang, kamu ajakin Oma Meisya main, ya. Kalau perlu kamu main gelitikkan perut sama Oma Meisya," ucap Arya.
"It's so easy," ucap Freya dengan gaya sok nya.
"Gadis pintar. Yasudah, sekarang Freya main sama Oma Meisya," ucap Arya.
"Oke. Jangan lupa syalatnya, Uncle," ucap Freya.
"Iya," jawab Arya lesu. Dia harus mempersiapkan diri untuk tidur satu Minggu tanpa Nana.
Dengan langkah riangnya, Freya berlari mencari Meisya. Anak itu sangat senang membayangkan bahwa dia akan tidur dengan Aunty kesayangannya selama satu Minggu.
"Ayo, Lang," ucap Arya langsung membuka laptopnya.
__ADS_1
"Gue takut melihat yang tidak-tidak, Ar," ucap Gilang.
Arya terkekeh mendengar perkataan Gilang. "Resiko, Lang. Berdosa dikit nggak apa," ucap Arya.
Dengan serius Arya dan Gilang melihat rekaman kamera yang dipakai oleh Freya. Dapat Arya akui, Freya sangat ahli dengan mulut manisnya untuk membujuk Meisya. Anak itu benar-benar mirip dengan sang Kakak.
Sesekali Arya dan Gilang tertawa mendengar celotehan Freya dengan suara cadelnya. Terdengar suara tawa Freya ketika Meisya menggelitik perutnya.
"Sekalang gililan Fleya, Oma," ucap Freya terdengar dari laptop Arya.
Dengan pandangan fokus, Arya dan Gilang menatap layar laptop.
"DAPAT!" teriak Arya dan Gilang secara bersamaan.
"Dugaan kita benar, Ar," ucap Gilang.
"Tante Meisya benar-benar keterlaluan dengan segala perbuatannya," ucap Arya dengan tangan mengepal.
"Gue rasa Tante Meisya nggak tahu kalau Nana adalah anaknya, Ar," ucap Gilang.
Arya mengangguk. "Kalau Tante Meisya tahu, dia nggak bakal meminta Nana untuk berkorban demi Acha, Lang," ucap Arya.
.....
Setelah mengetahui semua kebenaranya, Arya pergi menyusul Nana ke kamar mereka.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka, terlihat Nana yang sedang duduk di ranjang memainkan ponselnya.
Arya tersenyum lembut kepada Nana.
"Mas nggak ke kantor lagi?" tanya Nana.
Arya menggeleng menjawab pertanyaan Nana. Tanpa aba-aba, Arya membawa Nana kepelukannya.
Dahi Nana mengernyit heran melihat tingkah suaminya yang sangat manja sejak tadi.
"Kenapa, Mas?" tanya Nana dalam dekapan Arya.
"Biar seperti ini, Sayang," ucap Arya pelan, dan Nana hanya menurut dipelukan Arya.
Kamu wanita kuat, Sayang. Aku nggak akan biarin kamu pergi dari hidup aku. Bagaimanapun tantangannya, kita akan selalu bersama. Batin Arya sendu mengingat bagaimana sakit yang selama ini dirasakan istrinya. Dekat dengan Ibu kandung sendiri, tapi tidak bisa memeluknya.
"Mas, sesak," ucap Nana dalam dekapan Arya.
Arya yang tersadar melonggarkan pelukan mereka. Arya menatap Nana dengan tangan yang masih melilit di perut Nana.
"Sayang," panggil Arya lembut.
"Iya, Mas," jawab Nana.
"Mulai sekarang, jangan pernah pendam semuanya sendiri, ya, Sayang. Ada aku di samping kamu. Berjanji untuk selalu terbuka sama aku, ya," ucap Arya menatap Nana lembut.
__ADS_1
"Ada apa, Mas?" tanya Nana. Dia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi hingga Arya bersikap aneh seperti ini.
"Aku cinta kamu, Sayang," ucap Arya tidak nyambung.
Nana tersenyum senang dan mengangguk. "Aku juga cinta sama kamu," jawab Nana.
Arya tanpa menunggu lama langsung melahap bibir Nana yang nampak menggodanya. Nana hanya menerima setiap perlakuan Arya. Hingga dia sadar akan sesuatu. "Tutup pintu, Mas," ucap Nana menghentikan kegiatan mereka.
Arya dengan semangatnya segera berjalan untuk menutup dan mengunci pintu. Setelah itu dia kembali mendekati Nana dan melanjutkan kegiatannya.
Nana dengan senang hati memberikan servis terbaik untuk suaminya itu. Siang hari Arya dan Nana dihabisi dengan kegiatan panas mereka. Suara desahan dan kata-kata cinta memenuhi kamar tersebut.
"Aahh, Mas," suara seksi Nana menambah semangat Arya untuk mencapai kenikmatannya.
Arya menambah laju permainannya, hingga akhirnya lenguhan panjang keluar dari bibir mereka berdua menandakan kenikmatan itu telah mereka rasakan. Sungguh, tidak ada kenikmatan yang lebih dahsyat dari ini, bagi sepasang suami istri yang saling mencintai.
.....
Selesai dengan kegiatan panasnya, Nana memejamkan matanya dipelukan Arya. Sedangkan Arya masih terjaga dengan mata selalu setia menatap lekat wajah Nana.
"Kenapa nggak dari dulu aku sadar kalau kamu cantik banget, Sayang," gumam Arya.
Tangan Arya terulur mengelus tangan perut rata Nana dibalik selimut.
"Cepat hadir di antara kami, Nak. Kamu akan memperkuat hubungan Daddy sama Mommy nanti. Cepat jadi, ya," ucap Arya berbisik di perut Nana.
Arya sangat mengharapkan kehadiran seorang anak di keluarga kecilnya bersama Nana.
"Aamiin, Mas," jawab Nana pelan.
"Kamu nggak tidur, Sayang?" tanya Arya kaget.
Nana tersenyum dan menggeleng. "Aku cuma tutup mata aja, Mas," jawab Nana.
Arya mengecup sekilas bibir Nana yang nampak membengkak. Lalu mereka saling tatap dan tersenyum.
"Kamu tahu, Mas?" tanya Nana.
"Enggak."
"Ih, dengar dulu," ucap Nana kesal memukul pelan dada telanjang Arya.
Arya terkekeh pelan. "Emang ada apa, Sayang?" tanya Arya.
"Kamu tahu Mas, kenyamanan seorang wanita itu dipeluk penuh cinta dengan lelaki yang dicintainya. Dan aku nyaman sama kamu, Mas," ucap Nana.
"Karena kamu cinta sama aku, Sayang," ucap Arya mencubit pelan hidung Nana.
Nana tersenyum senang dan mengangguk. Setelah itu dia menunduk menatap perutnya. Nana mengambil tangan Arya dan meletakkan di atas perutnya. Lalu meletakkan tangannya di atas tangan Arya. "Cepat tumbuh, Nak," ucap Nana.
Arya tersenyum senang melihat tingkah istrinya. Arya mengecup seluruh wajah Nana menyalurkan cinta dan kasih sayangnya.
......................
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, vote dan komentarnya yaaa.
Terimakasih banyak sudah mengikuti tulisan receh author. Author sayang kalian 😍🌹🌹