Memaksa Cinta Sang CEO

Memaksa Cinta Sang CEO
BAB 35


__ADS_3

🌹HAPPY READING🌹


Dengan senyum mengembang, Nana bekerja dengan sangat semangat hari ini. Setelah apa yang terjadi tadi pagi, senyum itu tidak pernah luntur dari wajah Nana.


"Semoga memang ini jalan yang kau berikan, Tuhan," gumam Nana pada dirinya sendiri.


Sedangkan didalam ruangan Arya, lelaki itu nampak masih duduk dengan tenang di kursinya. Arya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Kepalanya menengadah menghadap langit-langit ruangannya.


Senyum kecil terbit dibibir Arya. "Manis," ucap Arya menyentuh bibirnya.


"Aku akan beri kebahagiaan untuk kamu, Na," gumam Arya pada dirinya sendiri.


"Bagaimanapun jalannya nanti, aku harap kamu selalu ada di samping ku," lanjut Arya. Pikirannya kembali mengingat apa yang terjadi kemarin saat dia kembali pulang ke rumah setelah dari Rumah Sakit Jiwa.


*Flashback On*


Arya sampai dirumahnya saat pukul sepuluh malam. Baru kakinya akan melangkah menuju ruang keluarga, suara Mita sudah menghentikan langkahnya.


"Arya, Mama mau ngomong, Nak?" ucap Mita. Di sana tidak hanya ada Mita, tapi juga ada Meisya, Bumi, Dinda, Gilang dan Atlantik. Sedangkan Acha sudah tidur bersama Freya karena kelelahan menangis.


Arya membelokkan langkahnya mendekati mereka semua. "Ngomong apa, Ma?" ucap Arya setelah duduk di sebelah Abang Iparnya, Atlantik.


"Arya, pernikahan Acha beberapa hari lagi. Dan Zein masih tidak diketahui bagaimana nasibnya, Nak," ucap Mita.


"Lalu?" tanya Arya bingung. Mereka semua yang ada di sana juga bingung mendengar perkataan Mita. Mereka menunggu kelanjutan pembicaraan wanita itu, kecuali Meisya yang hanya menunduk.

__ADS_1


"Apa hubungannya sama Arya, Ma?" tanya Dinda yang ikut penasaran.


"Em ... Begini, Mama mau pernikahan Acha tetap dilaksanakan, Nak," ucap Mita.


"Zein belum jelas keberadaannya, Ma. Kita harus menunggu berita yang jelas terlebih dahulu, kan," ucap Arya.


Mita mengangguk. "Mama tahu, tapi waktu pernikahan tinggal satu Minggu lagi, Nak," ucap Mita.


"Lalu apa hubungan sama Arya, Ma?" ucap Bumi yang sangat penasaran dengan ujung pembicaraan istrinya.


"Mama mau kamu menggantikan Zein di pernikahan itu, Nak," ucap Mita.


Mereka semua terkejut. Semu mata kini tertuju pada Mita. "Arya nggak bisa Ma!" tolak Arya tegas.


"Kenapa, Nak? Mama tahu kamu dari dulu punya rasa sama Acha, dan sekarang Mama hanya membantu kamu mewujudkannya," jawab Mita.


"Ma, Mama ngomong apaan sih," ucap Dinda yang juga tidak setuju dengan usulan Mamanya.


"Mama tahu Nana hanya pelampiasan untuk kamu, Nak," ucap Mita.


Kini semuanya menatap Arya. Menunggu jawaban apa yang berikan oleh pria itu.


Arya mengangguk. "Mama benar, Arya memang menjadikan Nana pelampiasan. Tapi itu dulu, Ma. Untuk saat ini hati Arya sudah untuk Nana, Ma," ucap Arya yakin.


Diam-diam, Gilang, Bumi, Dinda dan Atlantik tersenyum mendengar jawaban Arya.

__ADS_1


"Ma, sampai kapanpun Arya tidak akan melepaskan wanita yang sudah mengobati luka hati Arya, Ma. Sampai kapanpun Arya tidak akan menyakiti hati wanita yang sudah dengan tulus memberi cintanya untuk Arya. Arya sudah cukup bodoh mengabaikannya selama ini, tapi tidak untuk mulai sekarang, Ma. Maaf, Arya tidak bisa melakukan apa yang Mama minta!" ucap Arya tegas menolak permintaan Mamanya.


"Tapi, Nak, Acha sangat membutuhkan kamu sekarang," ucap Mitan kekeh.


Arya mengangguk. "Acha memang butuh Arya, tapi hanya sebagai sahabat, bukan sebagai pengganti mempelainya," jawab Arya.


"Ma, jangan paksa Arya, Ma," ucap Dinda.


"Kalau begitu Mama tidak merestui kamu dan Nana!" ucap Mita tegas.


"Ma," ucap mereka semua kaget mendengar penuturan Mita. Pasalnya, Mita adalah orang yang sangat menyayangi Nana sejak pertama gadis itu datang ke rumah Ini.


Arya berdiri dari duduknya. "Maaf jika kali ini Arya tidak bisa menuruti perkataan Mama. Tapi apapun perkataan Mama, Arya akan tetap memilih Nana. Baik dengan atau tanpa restu Mama!" ucap Arya tegas dan langsung berlalu meninggalkan mereka semua.


Mereka semua hanya menatap kepergian Arya dengan tatapan uang berbeda-beda.


Aku akan usahakan apapun untuk anakku. Batin Meisya memandangi punggung Arya yang sudah menghilang dari balik tangga.


*Flashback Off*


......................


Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.


Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @yus_kiz

__ADS_1


Jangan lupa baca karya ku yang lain, ya "Derajat Rumah Tanggaku" Author sayang kalian 🌹🌹😘


__ADS_2