Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Hari Ibu


__ADS_3

Hanry dan Celiv sedang mengerjakan tugas bersama. Tiba-tiba saja Rifky datang, sambil menyiram air ke buku Hanry.


"Eh penagih hutang, ternyata kamu di sini juga." ledek Rifky.


"Rifky, sudah iya. Kamu jangan membuat onar terus." Celiv berusaha membelanya.


"Celiv, kamu tidak tahu apa yang aku rasakan. Dia dengan seenaknya menagih hutang, di depan semua orang." ucap Rifky.


"Kamu yang punya hutang sadar diri dong. Kalau sudah salah, iya mengaku saja." jawab Celiv.


"Baiklah, bila itu yang kamu inginkan. Aku memang cuma orang sederhana, tapi setidaknya memiliki hati dermawan." ungkap Rifky.


"Oh iya, itu hanya tanggapan kamu saja." jawab Celiv.


"Itu tanggapan kedua temanku." Menunjuk dua orang di sampingnya.


"Kamu terlalu suka, memuji diri sendiri." jawab Celiv.


Celiv menarik tangan Hanry, dia tidak ingin bila situasi semakin memanas. Celiv tidak suka melihat orang terdekatnya, berkelahi dengan sembrono.


"Celiv, kamu gak usah menghalangi aku untuk menghajarnya." ujar Hanry.


"Bukan maksudku untuk ikut campur, tapi kamu merupakan temanku. Aku tidak mau melihat kamu berkelahi." jawab Celiv.


Hanry segera pergi tanpa berkata-kata lagi, benar-benar kesal ketika dihalangi. Hanry tidak suka ditindas, lebih baik berkelahi lalu dipanggil oleh guru.

__ADS_1


Pada sore harinya Yuci sudah pulang, lalu segera membereskan ruangan apartemen pribadinya. Sedangkan Rui sedang mengelap kaca, karena terlihat berdebu. Rui mendapatkan pesan, dari Joky yang mengundang pada acara. Tentu saja Joky tidak mengundang Yuci, karena dia tahu Yuci tidak suka hari ibu.


"Yuci, apa kamu mau menghadiri acara penting ini." ucap Rui.


"Dengan senang hati, aku akan menemanimu." jawab Yuci.


"Baiklah, kamu segera bersiap iya usai membereskan apartemen." ujar Rui.


"Iya Rui." jawab Yuci bersemangat.


”Aku kira Rui gak bakalan ajakin aku, pada acara spesial seperti ini. Aku kira, dia akan mengajak perempuan lain.” batin Yuci terharu.


Yuci dan Rui masuk ke dalam mobil, setelah mengenakan pakaian bagus dan rapi. Mereka sudah sampai tempat, lalu Yuci melihat spanduk hari ibu. Yuci meneteskan air matanya, tanpa sebab yang Rui ketahui.


"Yuci, apa ada yang salah?" tanya Rui, tidak tega.


"Bukankah kamu sendiri bersedia menemani aku." ucap Rui.


"Aku benci hari Ibu." Yuci segera berlari, meninggalkan acara tersebut.


Joky baru melihat Rui, dia segera melambaikan tangannya. Rui tidak menghiraukan Joky, memilih meninggalkan acara tersebut. Rui berusaha mencari Yuci, namun dia tidak ditemukan juga.


"Yuci, kamu ada dimana." panggil Rui, dengan berteriak.


Tidak ada sahutan, kecuali semilir angin malam yang berhembus. Mata Rui melihat ke arah kanan dan kiri. Dia bingung untuk mencari Yuci dimana, sedangkan mobilnya masih ada di parkiran rumah Joky.

__ADS_1


Yuci menangis sendiri didekat lampu jalan, sambil memegangi kedua betisnya. Yuci menatap bingar-bingar cahaya, dari lampu kendaraan yang berlalu-lalang. Pikirannya mengingat kembali kecelakaan tersebut. Hatinya merasa sakit, karena belum ikhlas sepenuhnya.


"Aku benci Papa, coba kalau dia tidak egois. Lihatlah, aku kehilangan Mama untuk selamanya. Mama aku merindukan dirimu, aku ingin memelukmu." Yuci menangis, dengan setengah meraung.


Tiba-tiba saja, sebuah mobil taksi berhenti. Yaya turun dari mobil, lalu menghampiri Yuci yang menangis sendiri.


"Yuci, kamu kenapa?" Yaya menatap iba.


"Aku gak apa-apa Bi." jawabnya.


"Apa Rui menyakitimu?" tanya Yaya.


"Tidak Bibi kecil." jawab Yuci.


"Lalu kenapa menangis sendirian di sini?" tanya Yaya.


"Aku sedang ingin duduk sendiri, menikmati arus kendaraan yang tidak surut." Yuci tersenyum.


”Apa terjadi sesuatu dengan rumahtangga mereka, kok kelihatannya Yuci sangat terpukul. Tapi, aku tidak mungkin menanyakan lebih dalam.” batin Yaya.


"Sekarang, lebih baik kamu pulang." ujar Yaya.


"Tidak Bi, aku masih ingin di sini." jawab Yuci.


"Baiklah, bila kamu menolak Bibi akan menemanimu." ucap Yaya.

__ADS_1


"Iya Bi, terimakasih." jawab Yuci datar.


Yaya diam-diam mengirimkan pesan pada Rui, supaya dia cepat datang ke jalan tersebut.


__ADS_2