Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Pengawasan Sang Istri


__ADS_3

Keesokan harinya Yuci membuka pintu, karena mendengar suara ketukan berulang kali. Ternyata oh ternyata, orang tersebut adalah Hanry.


"Tumben kamu bermain ke apartemen, ada apa Hanry?" tanya Yuci.


"Gawat Kak, di sekolahku ada guru baru. Dia masih cantik banget, padahal usianya sudah dua puluh delapan tahun." jawab Hanry.


"Apa pentingnya, kamu memberi informasi ini?" tanya Yuci.


"Tentu saja Kak penting, karena dia akan pergi bersama Kak Rui."


"Pergi kemana?" Yuci mulai cemas.


"Dia akan pergi untuk mengawasi kami, yang mengadakan kemah." jawab Hanry.


Yuci menopang dagunya. "Tidak bisa, dia tidak boleh pergi dengan perempuan cantik."


"Setuju Kak, kau harus diam-diam mengikuti kami." Hanry menyentil dahi Yuci.


"Kamu mulai berani iya, dengan seorang CEO ChidaaMall." Yuci menunjuk muka Hanry.


"Maaf Kakak cantik, aku sepertinya lupa diri." Hanry nyengir.


"Bagus, kau cepat menyadari kesalahanmu." jawab Yuci.


Kini perempuan itu mengepalkan kedua tangan, lalu meninju bantal sofa. Dia merasa kesal, karena Rui bersama wanita lain.


"Kakak tenang saja, aku akan membantu untuk mengawasi. Tapi, tidak gratis iya Kak." Hanry menahan tawa.


"Dasar remaja mata duitan!" jawab Yuci.


"Tinggal Kakak pilih saja, mau terima atau tidak." ujar Hanry.


"Tentu saja, Kakak menerima tawaran darimu. Ini semua demi Rui, pria tampan tercinta." Yuci tersenyum kasmaran.

__ADS_1


”Dasar budak cinta, rela melakukan apapun demi pria. Bukankah harusnya Kak Rui, yang berjuang untuk Kak Yuci.” batin Hanry.


Rui keluar dari kamarnya, dengan rambut yang masih basah. Hanry tersenyum, menoleh ke arah Rui.


"Selamat pagi Pak guru!" sapa Hanry.


"Pagi juga anak murid." jawab Rui.


"Pergi ke sekolah bersama yuk!" ajak Hanry.


"Boleh, boleh, tapi sarapan dulu." jawab Rui.


Mereka melangkahkan kaki masing-masing, menuju ke ruang makan. Rui, Yuci, dan Hanry duduk di kursi, lalu memasukkan makanan ke dalam mulut.


"Siapa yang masak seenak ini, aku tidak yakin ini masakan Kak Yuci." Hanry berniat mempermalukannya.


"Eh bocah, kau sengaja ingin mengatai aku tidak bisa masak." Yuci melotot.


"Itu ucapan Kakak sendiri, bukan ucapan ku iya." ujar Hanry.


Hanry terkejut, melihat piringnya penuh sambal. Bibirnya sudah maju beberapa centimeter saja, karena tidak setuju dengan tindakan yang Yuci lakukan.


"Kak, bisakah kau berbaik hati sedikit." ujar Hanry.


"Ini sudah paling terbaik, mengambilkan sambal buatan Kak Rui." jawab Yuci.


"Kakak, aku bisa-bisa diare." ucap Hanry.


"Biarin aja, malah bagus dong." jawab Yuci.


Dengan santainya menggelengkan kepala, lalu memberi suapan pada Rui. Awalnya Rui menolak, namun Yuci memaksa. Yuci senang, meski hanya bisa melakukan sebatas itu.


"Kak Rui, kenapa punya istri buas seperti ini. Aku heran, kenapa Kakak mau menikahi ratu serigala." ujar Hanry.

__ADS_1


"Karena Kakakmu ini, perempuan baik dan unik." jawab Rui.


"Kakak sepertinya sangat menyayangi Kakakku, sampai kedua bola mata Kakak bisa buta." goda Hanry.


"Tentu saja, Kak Rui lebih tulus dari kamu." jawab Yuci.


Keesokan harinya, Rui bersiap-siap. Dia membawa tas ransel, sambil tersenyum ke arah Yuci.


"Kamu mau kemana?" tanya Yuci.


"Ada kegiatan kemah di luar kota." jawab Rui.


"Jadi, kamu tidak akan pulang?" tanya Yuci.


"Gak, kami menginap di tenda saja." jawab Rui.


"Baiklah, hati-hati di jalan." ucap Yuci.


"Iya, kamu juga." jawab Rui.


"Sampai jumpa!" ujar Yuci.


"Sampai jumpa kembali." jawab Rui.


Yuci mengikuti Rui, sampai menuju ke sekolah. Lalu setelah itu, bus melaju dengan kencang.


"Awas kamu, tidak akan aku biarkan kalian berduaan." Yuci semakin mempercepat laju mobilnya.


Kendaraan bus akhirnya sampai, setelah beberapa jam kemudian. Semua penumpang turun dari mobil, dan melakukan baris berbaris. Yuci mengintip dari balik pepohonan, dengan menggunakan kacamata hitam.


"Anak-anak, kemah hari ini akan dipandu oleh Ibu Aya dan Pak Rui." ujar kepala sekolah.


"Iya Pak." jawab semuanya.

__ADS_1


Yuci melirik tajam ke arah Aya, namun tidak bisa memperlihatkan rasa cemburu pada Rui suaminya.


__ADS_2