Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Untuk Kedua Kalinya


__ADS_3

Yuci dan Rui sudah mandi, kini mereka duduk santai. Keduanya menikmati pemandangan di angkasa, meskipun hanya langit berwarna biru.


"Sayang, kenapa kamu tidak tahu kalau aku mencintaimu sejak awal?" tanya Yuci.


"Karena kamu tidak mau mengatakannya." jawab Rui.


"Mana mungkin, seorang wanita berkata-kata terlebih dulu." ujar Yuci.


"Mungkin saja, buktinya kemarin kamu berani mengatakannya." jawab Rui.


"Karena, aku memiliki suami yang begitu pengecut." ledek Yuci.


"Maafkan suamimu ini iya, harusnya mengerti dengan tindakan agresif istri kontraknya." Rui tersenyum, tetapi juga menahan tawa.


Pesawat akhirnya berhenti setelah mengantar mereka, untuk berbulan madu di atas udara. Rui dan Yuci turun, lalu segera mencari penginapan.


"Rasanya, aku ingin terbang lagi." ujar Yuci.


"Iya, enak juga mengendarai pesawat khusus." jawab Rui.


"Iya dong, aku sudah membuktikan ke kamu. Sekarang ratu serigala sudah kaya, tidak akan ada lagi yang seenaknya. Setiap pulang sekolah dihadang di jalan, hanya untuk bertinju dengan kurcaci busuk." ungkap Yuci.


"Itu karena dulu kamu berbadan kecil, sekarang 'kan sudah besar." jawab Rui.


Yuci tersenyum memandang wajah tampan suaminya, lalu segera turun dari mobil. Dia masuk ke dalam apartemen, dan langsung memasukinya tanpa perlu izin.

__ADS_1


"Yuci, kok kamu bisa sebebasnya masuk ke dalam?" tanya Rui.


"Iya dong sayang, ini adalah apartemen milikku." jawab Yuci.


"Pantas saja, satpam tadi pada diam semua." Rui manggut-manggut kepala, merasa takjub dengan kesuksesan istrinya.


"Iya dong sayang, ratu serigala telah berdiri di atas dunia." jawab Yuci.


Keesokan harinya, mereka berdua berebut kamar mandi. Keduanya sama-sama merasa gerah, ingin segera masuk ke dalam ruangan pembersihan itu.


"Rui, please aku duluan." Yuci memohon.


"Mana bisa begitu sayang, aku juga ingin mandi." jawab Rui.


Rui dan Yuci membuka pintu, dan berdiri di sana bersamaan. Mereka berdua mendorong tubuh masing-masing, demi mendapatkan siraman air jernih dari shower.


"Yuci, aku benar-benar sudah gak tahan. Kali ini, aku tidak bisa mengalah denganmu." jawab Rui.


Rui berhasil masuk duluan, sementara Yuci tersenyum dengan ide liciknya. Yuci mengambil kunci cadangan, dan masuk ke kamar mandi. Yuci terkejut melihat Rui, yang tidak mengenakan apapun.


"Siapa suruh kamu masuk ke dalam." ujar Rui.


Yuci menurunkan kedua telapak tangannya, hingga sejajar dengan paha. "Baiklah, aku akan keluar sekarang." jawab Yuci.


"Mana bisa begitu, kau sudah memancing diriku. Lihatlah penampilanmu saat ini, sungguh tidak membuat mata nyaman." ucap Rui.

__ADS_1


"Lalu, kau menyuruhku untuk tetap bertahan 'kan." jawab Yuci.


"Tentu saja, ayo kita bermesraan dalam bak mandi." ajak Rui.


"Iya Rui." jawab Yuci.


Mereka berdua masuk ke dalam bak mandi, lalu saling mencium bibir satu sama lain. Mereka sangat menikmati, sentuhan dari tangan kulit yang halus.


Tangan Rui menari-nari pada tubuh Yuci, memegang apapun yang dikehendaki hatinya. Yuci tersenyum, apapun gerakan itu, selagi hanya suaminya yang melakukan. Bila orang lain, jangan harap bisa seenaknya. Kukunya saja disenggol, maka Yuci akan menerkamnya.


"Berasa terbang, melayang ke atas awan." ungkap Yuci.


Rui menyentil bibirnya. "Pintar bicara iya kamu."


"Seorang CEO tidak ada yang pendiam, percayalah!" Yuci mengelus kedua pipi Rui.


"Iya, adanya galak seperti kamu." jawab Rui.


Lama di kamar mandi, hanya untuk bermesraan. Rui dan Yuci memeluk tubuh satu sama lain. Nafas Yuci memburu, tatkala Rui berhasil memecah keheningan. Sentuhan liar sekaligus pergeseran tubuh, bagaikan simbiosis mutualisme yang saling membutuhkan. Tidak ada yang rugi, dalam melayani kebutuhan batin.


Mereka sudah selesai mandi, lalu duduk di balkon. Rui dan Yuci memandang jalanan kota, yang banyak dilalui oleh kendaraan.


"Bagaimana Rui, rasanya terbang ke Eropa sekaligus terbang ke hatiku." ujar Yuci.


"Rasanya, aku mendapatkan ingatan indah tak terlupakan." jawab Rui.

__ADS_1


"Kamu sudah pintar menggombal. Tidak takut, kalau diterkam ratu serigala?" canda Yuci.


"Aku akan takut, bila ratu serigalanya berganti orang." jawab Rui.


__ADS_2