Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Pameran Di Sekolah


__ADS_3

Yuci memeriksa laporan dengan cepat, karena dia harus segera ke SMA 45. Hari ini departemen perencanaan telah menyiapkan semuanya. Yuci segera masuk ke ruangan Aldo, dia akan memberi tugas padanya.


"Aldo, aku punya tugas khusus untukmu." ucap Yuci.


"Tugas apa itu nona muda." jawab Aldo penasaran.


"Ini tugas pribadi, tidak berhubungan dengan pekerjaan." ucap Yuci.


"Katakan, tugas apa." jawab Aldo.


Yuci tersenyum. "Tugasmu adalah, menyelidiki seorang guru SMA 45. Dia bernama Rui, cari tahu semua informasi kehidupannya." ucap Yuci.


"Baik nona muda." jawab Aldo.


Yuci melanjutkan langkahnya, menuju departemen perencanaan. Tidak disangka ada Rui, di dalam ruangan itu. Dia sedang berbicara lirih, bersama dengan Joky.


"Rui, aku bukan tidak mau membantumu. Tapi, uang segitu aku mana ada." ucapnya.


"Iya Joky, tidak apa-apa." jawab Rui.


"Semoga, kau mendapatkan pinjaman dari orang lain." ucap Joky.


"Terimakasih atas doanya, aku permisi dulu." Rui berpamitan.


”Waw, ternyata benar yang diucapkan Hanry. Aku akan datang, sebagai pahlawan untukmu.” batin Yuci.

__ADS_1


Rui keluar dari ruangan tersebut, lalu Yuci sengaja menabraknya. Yuci tersenyum, sambil mengedipkan mata pada Rui.


"Anda lagi di sini, apa tidak ada kerjaan sehingga menggangguku." ucapnya.


"What? Hei Pak guru, kamu sungguh percaya diri. Ini adalah perusahaan ku, wajar saja bila aku di sini. Apa seorang pengajar perlu belajar, sehingga mengunjungi perusahaan ini." terang Yuci.


"Oh perusahaan milikmu, maaf aku tidak tahu." Rui segera melangkahkan kakinya, berlalu dari hadapan Yuci.


"Pak Rui, ternyata kaos kakimu berbeda sebelah." Yuci berteriak, dengan kalimat candaannya.


Rui segera melihat ke arah bawah, ternyata kaos kakinya tidak beda sebelah. dia benar-benar heran, dengan perjumpaan berkali-kali. Dimana semuanya terasa aneh, karena tingkah Yuci blak-blakan. Yuci menahan tawa, melihat Ruy yang salah tingkah. Yuci masuk ke dalam ruangan Joky, setelah mengetuk pintu terlebih dulu. Joky mempersilahkannya untuk duduk, lalu Yuci mulai membuka pembicaraan.


"Siapa pria tadi?" tanya Yuci.


"Dia Rui, teman masa SMA ku." jawab Joky.


"Tidak juga, kami sibuk urusan masing-masing." jawab Joky.


"Dimana rumahnya?" tanya Yuci, ingin tahu.


"Apakah semuanya harus aku beritahu." jawab Joky.


"Tidak juga, aku sekedar bertanya." Yuci tidak ingin, Joky mengetahui rencananya.


"Oh baiklah." jawab Joky.

__ADS_1


Yuci segera keluar ruangan, ketika urusannya sudah selesai. Mulai melajukan mobilnya dengan kekuatan sedang. Tentu saja tujuannya, ke SMA 45.


"Hanry, aku dengar-dengar hari ini Kakakmu mengadakan pameran di sekolah." ucap Celiv.


"Iya, tentu saja. Kakakku orang yang hebat bukan?" jawab Hanry dengan bangga.


"Hebat si hebat, tapi bisa saja tukang penagih hutang. Iya, tidak lebih sama kayak adiknya." sahut Rifky.


"Hahha." Kedua teman di sebelahnya tertawa.


"Kalian jangan menjadi tukang buli." ucap Celiv.


"Sudahlah Celiv, biarkan saja. Peribahasa mengatakan, yang punya hutang akan lebih marah. Karena dia tidak sadar diri, kalau orang yang dia pinjami juga butuh uang." jawab Hanry.


"Kalian jangan bertengkar, kita 'kan semuanya teman." Celiv mengingatkan.


"Aku tidak sudi, mempunyai teman seperti Rifky." Hanry segera melangkahkan kakinya, menuju halaman sekolah.


"Dasar orang kaya sombong." Rifky mengepalkan kedua tangannya.


"Kamu jangan mencari masalah terus, nanti masalahnya tambah besar." Celiv segera menyusul langkah kaki Hanry.


Yuci berdiri di atas panggung, menyampaikan sebuah kalimat yang ingin disampaikan. Mengenai baju terbaik, yang sekarang dipajang di atas panggung.


"Bagi kalian semua, yang ingin memesan baju. Silahkan order pada perusahaan ChidaaMall, karena dapat dipercaya. Selalu tidak mengecewakan, dalam melakukan pelayanan. Bekerjasama dengan desainer terbaik, dalam melakukan perancangan busana." jelas Yuci.

__ADS_1


"Nona Yuci, bagaimana tentang berita yang baru saja beredar. Perusahaan anda, melakukan penundaan pesanan secara mendadak. Lalu banyak di antara pelanggan, yang memilih membatalkan. Padahal sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini, dan nona masih santai setelah terjadi kerugian. Padahal dendanya juga besar, akibat baju pesanan yang tidak terselesaikan." tanya wartawan.


"Kesalahan satu kali, tidak bisa dibandingkan dengan ketelitian selama ini. Kendala pesanan ini tidak tepat waktu, karena ada masalah pada perancang bajunya. Pengawasan dari perusahaan kami mungkin lengah, karena mempersiapkan acara pameran. Jadi tidak selalu, bahwa kesalahan akan berulang lagi." jelas Yuci, panjang dan juga lebar.


__ADS_2