Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Menyebalkan


__ADS_3

Rui sudah sampai ke sekolah SMA 45, namun pikirannya masih tentang Yuci lagi.


”Yuci, sayangnya kau tidak memiliki perasaan apapun padaku. Tujuanmu menikah, hanya untuk obsesi punya anak. Lalu kamu memanfaatkan hutang Yeye, untuk pernikahan kontrak. Apa kau tidak tahu, bahwa dua orang yang terpisah akan menjadi kenangan terburuk dalam ingatan anak.


Yuci masuk ke ruang rapat, untuk melakukan pemilihan ketua komisaris yang baru. Dia mengangkat kakinya, ke atas paha.


"Siapa yang akan mencalonkan diri?" tanya Yuci.


"Aku akan mencalonkan diri, pada perusahaan ChidaaMall." jawab Amir.


"Aku juga nona." timpal Joky.


"Aku juga ingin mencalonkan diri." Hanxie memberanikan diri tunjuk tangan.


"Jadi apa Pak Amir?" canda Yuci.


"Nona masih bisa saja bercanda, tentu saja menjadi ketua komisaris. Bukankah itu pembahasan kita kali ini." jawab Amir.


"Baiklah, kita pilih berdasarkan suara terbanyak. Siapa yang setuju, Hanxie jadi ketua komisaris tunjuk tangan." ujar Yuci.


Hanya ada satu orang yang tunjuk tangan, hal itu membuat Yuci ingin tertawa lepas. Namun dia hanya menahan tawa saja, karena itu sedang rapat. Cengengesan di tempat formal, membuatnya tidak terlihat elegan.


"Selanjutnya, siapa yang setuju Pak Amir menjadi ketua komisaris?" tanya Yuci.

__ADS_1


Ada sekitar dua belas orang, yang tunjuk tangan. Sedangkan tiba giliran Joky, hanya ada empat orang saja.


"Kami semua setuju Pak Amir yang terpilih, atas kerja kerasnya yang banyak berkorban pada perusahaan. Dia benar-benar gigih, dalam menciptakan target pasar." jelas salah satu, dari orang yang hadir rapat.


"Oke, rapat telah selesai sampai di sini." Yuci menutup berkas laporan, yang ada di atas mejanya.


"Iya nona." jawab semua orang, lalu beranjak dari duduknya.


Hanya tersisa Aldo, yang berdiri di sana. Yuci segera beranjak dari duduknya, menuju ke ruangan pribadinya.


Yuci merobek-robek buku novel, yang diberikan oleh Yeye. Tidak tahu harus bertindak seperti apa, untuk melampiaskan rasa kesalnya. Yuci melemparkan buku novel, ke sembarang arah.


"Apa gunanya kalian ada, kalau tidak bisa meluluhkan hati suamiku." Yuci rasanya ingin menangis, tapi tidak bisa.


"Hahah... sejak kapan, nona Yuci suka membaca buku novel tema romantis. Hahah... apalagi koleksinya sebanyak ini." Hanxie tertawa lepas dengan santai, seolah itu sedang di rumah.


"Hei hantu, perhatikan tindakanmu. Ini merupakan ruangan kerjaku, kenapa masuk tanpa izin." gerutu Yuci.


"Maaf nona Yuci, aku ini 'kan termasuk keluargamu. Aku ingin mengeluhkan sesuatu hal." jawab Hanxie.


"Mengeluhkan tentang apa?" tanya Yuci.


"Aku mengeluhkan tentang pemilihan ketua komisaris. Apa nona Yuci ini tidak bisa berbelas kasih. Kenapa aku selalu di tempatkan, pada departemen pemasaran." jawab Hanxie.

__ADS_1


"Itu artinya, kau harus berjuang lebih gigih. Impian tidak akan diraih, dengan hanya bermalas-malasan." ujar Yuci.


"Nona Yuci yang terhormat, apa kau tidak tahu sungguh berat perjuanganku. Demi mendapatkan maaf dari si Yeye, aku harus sampai meminta bantuan pada Bibi Yaya. Apa kau juga tahu saat aku selalu mengikuti, aku bagaikan pria yang kehilangan muka. Menunggunya di depan pintu toilet, lalu bersembunyi saat dia keluar." Hanxie mengoceh panjang dan lebar.


Pada sore harinya, Yuci sudah pulang ke rumah. Pekerjaan di kantor sudah tidak ada lagi.


"Kak Yuci, kau pasti capek. Aku telah memasak untukmu." ujar Yeye.


"Sungguh perhatian sekali." jawab Yuci.


"Kakak 'kan calon Ibu dari sepupu ponakan ku." Yeye tersenyum manis.


"Itu 'kan katamu, nyatanya kami belum berjuang bersama." jawab Yuci.


"Apa sesusah itu merayu Kak Rui. Aku jadi penasaran, apa dia juga memiliki perasaan pada Kakak." Yeye mengetuk jidatnya, dengan jari telunjuk.


"Sepertinya, dia tidak memiliki perasaan padaku." jawab Yuci.


"Jujur deh, aku sebal sekali sama saudara angkat Kakak. Dia muncul dimana-mana, padahal aku pura-pura gak tahu." ujar Yeye.


Yuci tersenyum menggodanya. "Pasti risih plus bahagia iya, dibuntuti sama hantu kayak Hanxie."


Yuci mendorong pundaknya lalu berlari, setelah itu disusul langkah kaki Yeye mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2