Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Perkenalan Sinis


__ADS_3

Keesokan harinya, Yuci datang ke tempat kemah. Dia membawa makanan, untuk sarapan pagi suaminya.


"Ternyata, Pak Rui membawa istri juga ke sini." ujar Aya.


"Iya, saling berkenalan lah dengan baik." jawab Rui.


"Anda bekerja dimana?" tanya Aya


"Istri Rui bukanlah seorang guru, dia cantik, berbakat, alis tebal, bulu mata panjang, bibir merah muda, hidung mancung, kulit seputih susu, wajah imut, mata ...." ucapan Yuci terpotong, karena angin yang berdesir pada telinganya.


"Jangan mempermalukan aku, di depan rekan kerjaku." bisik Rui.


Aya tersenyum, bahkan menahan tawa. Yuci terlihat sekali, kalau sedang merasa cemburu. Padahal, dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Rui.


Yuci menyalami tangan Aya, sambil memencetnya dengan kuat. Yuci benar-benar ingin memberi pelajaran, karena Aya berani mendekati Rui. Sesekali dia memelintir, sambil tersenyum manis.


"Namaku Yuci, istri SAH dari Rui." ujar Yuci.


Aya hanya manggut-manggut. "Tadi Rui sudah memberitahu, tidak perlu diulangi."


"Oh iya, aku terlalu bersemangat memperkenalkan diri. Apa Ibu guru muda di depanku ini, tidak membawa kekasih saat berkemah. Hitung-hitung, ada yang menemani memakan ikan panggang. Jadi tidak perlu mencari sandaran, pada pria yang sudah beristri." Sindir Yuci, sangat tepat sasaran.


"Kelihatannya, anda perlu belajar lagi bicara. Karena, setiap ucapan anda banyak keliru." jawab Aya.


Rui tahu, bahwa situasi semakin panas. Dia segera menarik tangan Yuci, agar tubuhnya menjauh dari sana. Kini mereka berdua duduk, pada kayu balok bulat.

__ADS_1


"Yuci, bisakah jangan mendadak cakap sembarangan. Bagaimana bila orang yang mendengar, tidak memberi toleransi sama sekali." ujar Rui.


"Aku tidak khawatir, dan tidak mengharap pertimbangan." jawab Yuci.


"Keras kepala, dasar ratu serigala." Rui keceplosan.


"Apa katamu, ratu serigala? Kamu bisa tahu darimana, julukan itu saat aku masih kecil." jawab Yuci.


”Jangan sampai dia mengetahui, bahwa ini alasan ku menikah dengannya.” batin Rui.


"Aku hanya sembarang ucap, mungkin hanya sebuah kebetulan." ucapnya santai.


"Pemeran utama pria yang misterius, merupakan orang yang tersembunyi. Tidak ingin bercerita, tentang suara hati sebenarnya." jawab Yuci.


"Kamu ngelantur bicaranya, mungkin perutmu ingin diisi. Cepat buka rantang makanannya." ujar Rui.


"Kakak, kalian pacaran lagi iya." ledek Hanry.


"Kamu ini selalu saja mengganggu, sama persis seperti Hanxie. Kalian duo hantu, apa gak bosan gitu." jawab Yuci.


"Tentu saja tidak, apalagi ini pasangan seperti drama idola. Terlihat malu-malu, tapi romantis sekali." ujar Hanry.


"Pantas iya, kamu bicara dengan seorang guru seperti itu." Yuci mendelik ke arahnya.


"Jangan keluarkan mata bom apimu Kak. Baiklah, aku pergi sekarang." Hanry melambai kecil, dengan jari-jarinya.

__ADS_1


"Pergi sana!" Yuci berteriak, tatkala melihat Hanry dan Celiv bergandengan.


Rui dan Yuci sudah selesai makan, lalu mencuci tangannya dengan air botol.


"Beli sate yuk!" ajak Yuci.


"Nanti iya Yuci, sekarang aku sedang jam sekolah." jawab Rui.


"Iya, aku akan selalu menunggumu." ucap Yuci.


Rui mengelap bibir Yuci, dengan jari telunjuknya. "Kamu cemot."


Yuci tersenyum, dan menggenggam tangan Rui. Tiba-tiba, terdengar suara deheman seorang pria.


"Rui, kamu membawa nona Yuci ke sini?" tanya bapak kepala sekolah.


"Iya, dia ada dinas kantor juga." jawab Rui.


"Sekarang, Bapak ikut denganku. Kita akan melatih anak-anak, untuk mengerjakan soal-soal latihan. Siapa tahu ada yang keluar, dalam ujian nanti." ucapnya.


"Iya Pak." jawab Rui.


Rui berpamitan dengan Yuci, dan begitupun sebaliknya. Yuci juga akan pulang, ke penginapannya sendiri. Beberapa menit kemudian, Yuci sudah sampai hotel.


Yuci berlatih bermain bola kaki, sambil memantulkannya ke dinding. Dia kini jauh lebih baik, karena sering berlatih hampir tiap hari. Yuci tersenyum sendiri, membayangkan wajah Rui. Teringat pria itu, mengelap bibirnya tadi.

__ADS_1


"Semangat Yuci, kamu pasti bisa mendapatkan hati Rui." Yuci bergumam-gumam lirih.


__ADS_2