Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Bertengkar


__ADS_3

Yuci melihat dari kejauhan, dan bingung harus berbuat apa. Bila dia keluar dari gedung tersebut, pasti wajahnya akan jadi sasaran netizen. Bila bertahan di dalam, dia juga tidak akan tenang.


"Nona, sebaiknya kamu pulang lewat belakang saja." ujar Aldo.


"Ini namanya lari dari masalah." jawab Yuci.


"Biar aku yang mencoba menenangkan mereka." ucap Aldo.


"Baiklah, aku pergi dulu." Yuci segera berlari, menghindari pertanyaan bertubi-tubi.


Yuci akhirnya berhasil sampai apartemen, dengan menggunakan topi besar. Setelah beberapa langkah yang tidak santai, karena berjalan sangat cepat. Yuci menutup pintu buru-buru, lalu duduk bersandar pada kursi sofa. Tidak berselang lama terdengar langkah kaki seseorang, siapa lagi bila bukan Rui suaminya.


"Yuci, mengapa sepatu dan kaos kakimu berserakan di lantai?" tanya Rui.


"Aku lagi malas." Yuci menjawab, tanpa menoleh sedikitpun.


"Seperti ini tidak rapi sayang. Kamu akan kebingungan, ketika ingin menggunakannya kembali." Rui masih menasehatinya lembut.


"Aku selalu salah di matamu, bagaimana bila mulai sekarang kita mengutamakan keterbatasan." jawab Yuci.


"Oh istriku sayang, kamu anggap aku apa? Haruskah aku mendiamkan tindakanmu itu?" ujar Rui, dengan tanya bertubi-tubi.


"Aku anggap kamu suami, iya kali boneka. Tapi untuk saat ini, aku sedang ingin sendiri." jawab Yuci.

__ADS_1


"Kalau ada masalah diselesaikan, jangan menyendiri." Rui berucap dengan tegas.


"Kamu itu guru Rui, tidak masuk akal menyelesaikannya bersamamu." jawab Yuci.


"Maksud kamu, aku tidak akan bisa berikan kritik? Aku bisa sayang, aku bisa ada untukmu. Aku tahu, aku hanya laki-laki biasa. Tapi, aku selalu berusaha menjadi yang terbaik." ujar Rui.


"Bukan seperti itu maksudku Rui, maaf kalau kamu tersinggung. Sekarang, perusahaan sedang didemo sama pelanggan ChidaaMall. Seperti ada yang main belakang, untuk menciptakan kerusuhan." Yuci seraya mendaratkan bokongnya, pada kursi sofa.


"Selidiki pelan-pelan, tapi pasti." ucap Rui.


"Ini tuh musuh main halus banget. Sampai aku tidak bisa, mengendus pergerakannya." Yuci mengepalkan tangan geram.


"Iya sudah, aku akan membantu menemukannya." ujar Rui.


"Tidak usah, membuang-buang waktu saja. Namun bila kamu tetap ingin melakukannya, iya terserah saja." jawab Yuci.


Yeye menemani Hanxie, yang berenang di sungai. Sudah terlihat senja di puncak langit, namun masih saja kesulitan mengumpulkan barang-barang.


"Hanxie, kamu lebih baik naik ke atas saja deh. Biar suruh orang lain saja, yang mengambil pintalan benang tersebut." Yeye cemberut.


"Tidak bisa, aku harus membuktikan pada nona Yuci. Dia tampak kehilangan rasa percaya padaku." jawab Hanxie.


”Kok ribet banget iya, aku harus bantuin bagaimana. Aku 'kan tidak bisa berenang, terus terang saja soal hal ini.” batin Yeye.

__ADS_1


Aldo memperlihatkan video seseorang, yang disuruh Hanxie. Yuci memperhatikan dengan seksama, saat Aldo mengintrogasi sopir mobil kijang.


"Kamu bertanya langsung padanya?" tanya Yuci.


"Iya, nona dengar sendiri, bahwa ada suaraku dalam rekaman tersebut." jawab Aldo.


"Kurang ajar si Hanxie itu, berani-beraninya berkhianat dengan ChidaaMall. Pantas saja sejak awal, dia yang menabrak Yeye." ucap Yuci.


"Mari kita ikuti permainannya lebih jauh. Biar kita mengetahui, apa tujuan Hanxie sebenarnya." jawab Aldo.


”Kok bisa si, Papa anggap dia seperti anak. Jadi, dia pura-pura baik saja selama ini. Tapi tidak bisa terbaca sama sekali.” batin Yuci.


Keesokan harinya, Yuci mengenakan pakaian serba hitam. Dia juga mengenakan topi, supaya tidak ketahuan oleh netizen.


"Yuci, apa tidak sebaiknya kamu tetap di apartemen." ujar Rui.


"Aku tidak bisa berdiam diri Rui, sementara perusahaan sedang kacau." jawab Yuci.


"Kalau banyak pelanggan demo lagi bagaimana? Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu." ucap Rui.


"Rasa khawatir diriku, lebih besar dari khawatir dirimu." jawab Yuci.


Rui akhirnya memutuskan mengantar istrinya terlebih dulu, setelah itu baru pergi ke sekolah. Bila tidak seperti itu, Rui tidak akan merasa tenang.

__ADS_1


"Terima kasih sayang!" Yuci melambaikan tangan, saat sudah sampai ChidaaMall.


"Iya sayang." jawab Rui.


__ADS_2