Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Buku Novel


__ADS_3

Yeye datang ke rumah Yuci, dengan membawa setumpuk buku novel. Semuanya berisi tentang pernikahan kontrak.


"Yeye, kenapa kamu membawa buku sebanyak ini?" tanya Yuci.


"Karena aku tahu, bahwa Kakak sangat membutuhkannya." jawab Yeye.


"Kok aku?" tanya Yuci, yang masih tidak mengerti.


"Karena dengan buku ini, Kakakku juga akan mencintai Kakak. Intinya harus meniru gaya pemeran utama, bersikap cuek dan jangan menunjukkan rasa suka pada target." jelas Yeye, panjang dan lebar.


"Bahkan sudah aku lakukan." Yuci manyun.


"Sifat pantang menyerah, harus dimiliki oleh pejuang muda." jawab Yeye.


"Darimana kamu mendapatkannya?" tanya Yuci.


"Ini aku dapatkan dari Bibi kecil. Dia banyak membeli novel cetak, di toko buku favoritnya." jawab Yeye.


Rui baru saja pulang dari sekolah SMA 45, dan melihat Yuci membaca buku novel. Tidak biasanya dia punya waktu, untuk membaca novel remaja. Apalagi isinya tentang percintaan, bukan tentang bisnis sejagat.


"Kelihatannya, seru sekali membaca buku." ujar Rui.


Yuci menurunkan bukunya, yang sejajar dengan kepala. "Rui, kamu baru pulang iya. Kok tidak kedengaran suaranya, bahkan nyelonong saja."


"Dari tadi, aku sudah mengetuk pintu. Bahkan, aku sudah memanggil namamu. Tapi kelihatannya tidak direspon cepat, karena kau begitu serius dalam membaca."

__ADS_1


Yuci beranjak dari duduknya, dan meletakkan buku novel di atas meja. Yuci berjalan mendekat ke arahnya, dan Rui sedikit memundurkan tubuhnya.


"Rui, sebaiknya kita satu kamar lagi. Aku sudah mempertimbangkannya, dan telah dipikirkan dengan matang." ujar Yuci.


"Kok satu kamar, bukankah lebih baik berpisah." jawab Rui.


"Itu 'kan menurut kamu, bukan menurut aku. Bagaimana bila Papa dan Paman tahu, kalau kita pernikahan sandiwara." ungkap Yuci.


"Aku tidak bisa satu kamar denganmu. Aku ingin sendiri saja, sebelum keluarga kita menginap di sini." jawab Rui.


”Rui, tidak bisakah kau menolak secara halus. Kenapa, harus secara langsung seperti itu.” batin Yuci.


Yeye mendengar pembicaraan mereka, dari balik tembok pembatas. Setelah itu dia muncul, dengan membawa dua gelas air minum susu jahe.


"Kak Rui, yang diucapkan Kak Yuci benar. Hari ini, Bibi mau datang ke sini. Katanya, dia ingin menginap." Yeye tersenyum.


Yeye meletakkan gelas itu ke atas meja. "Siapa yang ingin menakuti Kakak. Kalau tidak percaya, Kakak lihat saja nanti." ujar Yeye.


"Kakak akan memindahkan semua barang." Rui segera berlari.


Yeye tersenyum pada Yuci, begitupun sebaliknya. Mereka menyatukan telapak tangan masing-masing, hingga bersatu di atas udara.


"Terima kasih Yeye, kamu telah membantu." ujar Yuci.


"Iya Kak, sama-sama." jawab Yeye.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin, kamu menyiapkan secara mendadak? Bagaimana, kalau Ibu mertua tidak mau menginap?" tanya Yuci.


"Aku si asal-asalan bicara, biar Kakak mau satu kamar dengan Kak Yuci. Biar aku pikirkan, bagaimana caranya Bibi tua datang ke sini." jawab Yeye.


Pada malam harinya, Yeye memeluk Nimah dari belakang. Dia sengaja ingin merayu bibinya, agar mau menginap di apartemen Yuci.


"Bi, ada yang ingin aku bicarakan." ujar Yeye.


"Katakan saja, Bibi juga tidak akan keberatan." jawab Nimah.


"Sebenarnya..." ucapan Yeye terpotong.


"Sebenarnya, kamu mau minta uang." jawab Nimah.


"Bukan Bi, tapi mau memberikan informasi. Anak menantu Bibi sedang sakit, dan kondisinya sungguh memprihatinkan." ungkap Yeye.


"Aku harus menjenguk dia sekarang." jawab Nimah.


"Nah benar, apa perlu ajak Bibi kecil. tidur di sana juga, akan terlihat lebih baik. Kalian terlihat lebih peduli, dan menganggapnya sebagai keluarga." Yeye tersenyum.


"Iya, aku akan mengajak Yaya." Nimah melepaskan pelukan Yeye, lalu berjalan ke arah kamar Yaya.


Yuci membuka pintu, saat Yeye mengetuknya. Rui juga ikut membantu Nimah dan Yaya, untuk membawa kopernya ke kamar. Sedangkan Yeye, membawa kopernya sendiri.


"Aduh menantuku, sedang sakit iya." ujar Nimah.

__ADS_1


"Hanya sakit perut kok, sekarang sudah sedikit membaik. Tadi ada Yeye, yang membuat susu jahe untukku." jawab Yuci.


__ADS_2