Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Jebakan


__ADS_3

Saat Yuci sudah sampai, dan masuk ke ruangan hotel. Ternyata oh ternyata, hanya ada Rui yang duduk bersantai. Dia mendekapkan tangannya di dada, sambil menumpu betisnya pada paha. Yuci terkejut bukan kepalang, malah Rui mengedipkan matanya.


"Rui, kenapa kamu bisa ada di sini." Yuci menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Rui tersenyum. "Bukankah, harusnya aku yang bertanya."


"Mana bisa begitu, jelas-jelas kamu yang membohongi aku." ujar Yuci spontan.


"Membohongi apa nona Yuci, aku tidak mengerti." jawab Rui, pura-pura tidak tahu.


"Kamu mengirimkan pesan padaku, menggunakan nomor baru. Beralasan diculik dan disekap, padahal sedang bersantai dalam hotel." Yuci mengoceh, karena tidak terima.


Rui tersenyum puas karena memergoki, siapa yang telah mengerjainya duluan. "Ternyata, istriku tidak sadar diri. Bukankah, nona Rong juga menipu."


Yuci mengerucutkan bibirnya, sambil mengerakkan tubuh ke kanan dan kiri. Sungguh malu dirinya, karena dijebak oleh Rui. Masih berusaha mencari cara, untuk bisa beralasan.


"Suamiku, kamu tahu 'kan aku ini CEO. Aku mempunyai banyak tugas, dan sekarang kebetulan dinas di luar kota." ucap Yuci.


"Alasan yang masuk akal." Rui mengembangkan senyuman lebar.


Yuci manggut-manggut. "Tentu saja sangat masuk akal. Karena aku di sini, maka kita bisa makan bersama."

__ADS_1


"Oh baiklah, ayo kita pergi." Rui tersenyum, sebenarnya tahu bahwa Yuci mengalihkan pembicaraan.


Rui dan Yuci sudah sampai restoran, mereka sengaja duduk di kursi saling berhadapan. Yuci ingin melemparkan senyuman, namun ada rasa canggung. Dia memilih menopang dagu, dengan jari telunjuknya. Yuci memainkan ke kanan dan kiri, mengetuk dagunya dengan jari tengah. Melihat ke sekeliling, yang tidak ada apa-apa. Paling terpenting, dia tidak berhadapan dengan wajah Rui pikirnya.


"Sudah?" tanya Rui.


"Hmmm... sudah apanya." jawab Yuci.


"Sudah mengalihkan pandangannya?" Rui tersenyum, melihat tingkah lucu Yuci.


"Sudah dong, aku hanya melihat-lihat sekitar." jawab Yuci.


"Tidak ada yang menarik di sana. Menoleh ke sini saja, ada yang ingin aku tanyakan." ujar Rui.


"Apa alasanmu datang ke sini?" tanya Rui.


"Apalagi, bila bukan karena dinas kantor." jawab Yuci.


"Ada kerjaan apa, kenapa tidak mengatakannya. Kita bisa pergi bersama." ucap Rui.


"Kita hanya suami istri kontrak, apa harus bertanya secara detail." jawab Yuci.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi." Rui menghentikan rasa ingin tahunya.


"Bagus, ini lebih terlihat menghargai seorang nona muda ChidaaMall." jawab Yuci.


Tak berselang lama, makanan pesanan mereka datang. Yuci tersenyum mengembang, tatkala melihat udang dalam piring.


"Waw, kuahnya merah merona. Pasti ini, karena cabai dan tomat. Masih hangat lagi, ingin segera menyantapnya." Yuci menepuk-nepuk pipi sendiri.


"Daripada terus berdecak kagum, lebih baik cepat makan. Nanti, keburu dingin loh makanannya." Rui mengambil makanan, dan meletakkannya ke piring Yuci.


Yuci mengambil udang dengan sumpit, lalu memasukkannya ke dalam mulut. Yuci tersenyum penuh cinta, melihat Rui makan di depannya.


"Rui, pelan-pelan dong kalau makan. Banyak sisa makanan di bibir kamu." Yuci mengelap bibir Rui dengan tisu, yang dia tarik dari tempatnya.


"Aku bisa mengelapnya sendiri Yuci." jawab Rui grogi.


"Apa kamu tidak nyaman, dengan tindakan barusan ini?" tanya Yuci.


"Perlakuan kamu terlalu manis, bukan layaknya tim kerjasama." jawab Rui.


”Andai kamu tahu, aku cinta sama kamu. Aku sayang banget, dan gak rela kamu diambil siapapun. Rui, apa kamu tidak merasakan, perasaan cinta yang tulus ini.” batin Yuci.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Rui kembali ke tenda kemah. Sedangkan Yuci, kembali ke hotel penginapannya sendiri. Yuci lompat-lompat, karena habis makan bersama. Anggap saja kencan yang tertunda pikirnya.


"Rui, meski kita hanya sebatas ini, aku sudah merasa bahagia. Berada ditahap ini, bukanlah hal mudah. Selalu bisa melihatmu setiap pagi, makan bersama, masak berdua, dan saling memperhatikan. Meski aku tahu, aku tidak ada apa-apanya di hatimu." Yuci berbicara sendiri, bergumam-gumam lirih.


__ADS_2