Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Hutang


__ADS_3

Yuci pulang ke rumahnya, saat sudah tengah malam. Dia memasuki kamar, lalu segera membersihkan diri di kamar mandi. Beberapa menit kemudian, dia sudah keluar. Yuci mengambil sebuah bingkai foto, yang berada di atas nakas. Seketika air matanya menetes, tanpa dia pinta dan rencanakan.


"Mama, aku pasti selalu mengenang dirimu. Aku merindukan kamu, benar-benar ingin mengungkapkan langsung. Ini semua karena Papa, coba kalau dia tidak menghalangi mimpimu. Kamu pasti tidak tertabrak kereta, saat aku menyiapkan kue untuk hari Ibu. Aku benar-benar merindukan kamu, rasanya ingin berteriak murka. Papa benar-benar egois, kenapa dia melarang untuk menjadi penyanyi." Yuci berbicara sendiri, sambil menangis tersedu-sedu.


Iya, itulah sebabnya Yuci sangat bekerja keras. Siang dan malam, dia tidak mempedulikan waktu istirahat. Yuci tidak ingin dikekang oleh Yuda, hanya karena biaya hidup ditanggung olehnya. Dia memulai dari nol, saat ChidaaMall masih sepi. Tidak seperti sekarang yang sudah sukses, memiliki banyak pelanggan dan pembeli dari luar kota. Bukan hanya itu saja, ChidaaMall terkenal hingga mancanegara.


Yeye terlihat murung, belum juga dia tidur. Rui keluar dari kamarnya, usai memeriksa hasil ulangan SMA 45. Dia menghampiri Yeye, yang sedang menopang dagu dengan tangannya.


"Yeye, kamu kenapa? Apa ada masalah?" tanya Rui.


"Tidak Kak." Yeye menjawab dengan lesu.


"Jangan berbohong, tidak baik menyimpan sendiri. Ayo cerita, siapa tau Kakak bisa membantu." jawab Rui.


"Sebenarnya, ini karena seorang pria aneh. Dia telah menyerempet diriku saat berjalan. Semua pesanan perusahaan ChidaaMall, akhirnya hangus terbakar kobaran api pembakaran sampah." ucap Yeye.


"Kamu tenang saja, Kakak akan berusaha membantumu." jawab Rui.


"Namun berjanjilah, jangan bilang pada Bibi tua." ucap Yeye.

__ADS_1


"Iya Yeye, Kakak janji." jawab Rui.


"Kak, tapi uangnya senilai lima puluh juta rupiah. Bagaimana mungkin mau menggantinya, bahkan pria aneh itupun ternyata kere. Cuma menang gaya, padahal dompet kosong." Yeye masih mengingat pria itu.


"Kakak akan tetap mengusahakannya demi kamu." jawab Rui.


"Terimakasih Kak, selalu mau berusaha untukku." ucap Yeye terharu.


"Sudah seharusnya, karena kita keluarga." jawab Rui.


Rui berpikir sejenak, untuk meminjam uang. Mungkin pada kepala sekolah pun, akan Rui usahakan. Pada siapapun kenalannya, akan dia mintai pertolongan.


Keesokan harinya, Rui masuk ke ruangan kepala sekolah. Tanpa sengaja Hanry mendengar perbincangan mereka.


”Hah, Pak Rui sedang membutuhkan uang. Aku harus hubungi Kak Yuci, dia 'kan tergila-gila pada Pak Rui. Hihi, aku bisa minta belikan motor baru.” batin Hanry.


Hanry segera menelepon Kakaknya, dan tak berselang lama telepon tersambung. Yuci masih pusing memikirkan, pesanannya yang kacau balau karena Yeye dan Hanxie.


"Kenapa si kamu telepon Kakak saat jam kerja." gerutu Yuci.

__ADS_1


"Hih Kakak, jangan marah terus. Nanti cepat tua loh." goda Hanry.


"Cepat katakan, apa maunya" ucap Yuci.


"Aku mau minta belikan motor." jawab Hanry.


"Kakak tidak mau, motor kamu itu masih bagus." Yuci menolak mentah-mentah.


"Kak, aku ada informasi terupdate mengenai Pak Rui. Bila Kakak menolak permintaanku, maka dengan berat hati biarlah aku simpan. Cukup pikiranku yang mengetahuinya, Kakak tidak akan tahu." Hanry menahan tawa.


"Hah, informasi apa cepat katakan. Kakak akan membelikan kamu motor, secepatnya nanti sore." Yuci mengesa-gesa.


"Wah, Kakak terlihat bersemangat. Aku jadi semakin ingin menyimpannya, biar Kakak tambah penasaran." jawab Hanry.


"Cepatlah, Kakak banyak pekerjaan yang harus diurus." ujar Yuci.


"Oke Kak, Pak Rui memiliki hutang. Dia sedang mencari pinjaman ke sana kemari." jawab Hanry.


Yuci tersenyum menggangguk, dia berpikir akan memanfaatkan kesempatan ini. Dengan cara ini dia bisa, memaksa dinikahi secara halus. Sambungan telepon terputus, lalu Yuci tersenyum sendiri. Rasanya ingin melompat, sampai menembus atap perusahaan.

__ADS_1


”Kamu lihat saja Rui, aku akan segera memilikimu.” batin Yuci.


__ADS_2