Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Pertunjukan Sulap


__ADS_3

Keesokan harinya Yuci meminum jus kelapa di pantai, sambil memperhatikan ombak yang deras. Burung-burung berterbangan di atas puncak kelapa, berkicau dengan suara elok nan merdu.


"Sayang, kamu suka tidak dengan pemandangan ini?" tanya Rui.


"Aku suka, selama itu dengan kamu." jawab Yuci.


"Sayang, kembali ke hotel yuk!" ajak Rui.


"Palingan juga, kamu mau melakukan hal itu lagi." Yuci menyatukan jari telunjuk kanan, dan jari telunjuk kiri.


"Hal itu apa sayang?" Rui tersenyum genit, pura-pura tidak tahu.


"Huh, itu tuh sayang. Biasalah rutinitas pengantin baru." jawab Yuci.


"Kita sudah pengantin lama sayang, hanya bulan madunya saja yang kadaluarsa." ucap Rui.


"Hahah... iya." jawab Yuci.


"Sayang, kamu mau pergi kemana setelah ini?" tanya Rui.


"Aku mau mengajak kamu, untuk melihat pertunjukan sulap." jawab Yuci.


Penonton ramai di tempat pertunjukan sulap, tak berselang lama Yuci dan Rui sudah berkumpul di antara banyak manusia. Mereka juga menjadi bagian dari penonton tersebut.


"Eh sayang, kali ini yang bawain acara pertunjukan seram." ucap Yuci.


"Masak si pembawa acaranya seram." jawab Rui.

__ADS_1


"Bukan pembawa acaranya, maksudku orang yang menampilkan pertunjukan sulapnya." ujar Yuci.


"Malah bagus dong, nanti kamu peyuk aku sambil teriak kegenitan." Rui meledeknya.


Yuci memeluk Rui dengan manja, sambil mendongakkan kepalanya. "Aku akan melakukannya di rumah."


Rui mengacak rambutnya. "Iya sayang, jangan di sini iya. Anak pintar tidak boleh malu-maluin."


Sementara di sisi lain, Hanry begitu serius bermain bersama Hanxie. Mereka fokus terhadap bola billiard, yang didorong hingga masuk lubang.



"Kak, hari ini traktir lagi iya. Aku ingin mengajak Celiv juga." ucap Hanry.


"Kau jangan keterlaluan, aku sedang kere." canda Hanxie.


Hanxie nyengir. "Iya, bilang ke dia untuk tambahkan lagi gaji karyawan."


"Berarti, aku suruh Kak Yuci untuk menambah jam kerja juga." Hanry menahan tawa.


"Lebih baik, aku di posisi yang sekarang. Ini saja, sudah cukup membuatku lelah." jawab Hanxie.


Hanxie menerima pesan dari Yeye, yang menagih janji Hanxie untuk mengajaknya kencan. Hanxie menyembunyikan ponselnya saat Hanry curi pandang, ke benda pipih tersebut.


"Apa yang kau lihat?" tanya Hanxie.


"Pesan dari Yeye 'kan, ayo ngaku! Ayo, ayo ngaku, cie, cie." Hanry tersenyum menggodanya.

__ADS_1


"Tidak bisakah dirimu jangan jail, aku ini sudah seperti Kakak kandungmu. Sesekali lindungi privasi diriku, atau Papa akan menyuruh aku menikahi Yeye." Hanxie menutup wajahnya, lalu membukanya dengan cepat.


"Apa harus seperti mulut bebek, yang maju dengan lebar ke arah depan." ujar Hanry.


"Sudahlah, sekarang berhenti main. Aku harus segera mandi, nanti malam ada acara." Hanxie melangkahkan kakinya, masuk ke dalam rumah.


Yuci mengatupkan telapak tangannya yang panas dingin, akibat pertunjukan sulap horor. Orang yang berada di panggung itu, menyuruh rekannya untuk keluar dari lemari.


"Ayo keluar kau pocong China, jangan terus bersembunyi." ujarnya.


Banyak sekali rekan atraksinya, yang keluar dari dalam lemari. Para penonton menunggu pocong keluar, dari dalam lemari. Saat pocong tersebut keluar, sebagian orang menutup mata.


"Huh, kok seram seperti ini si." gerutu Yuci.


Rui memegang kedua pundak Yuci. "Kalau kamu takut, cukup tatap aku saja. Maka takutmu, mungkin akan segera hilang. Di sana seram, yang di sini tampan."


Setelah puas menikmati pertunjukan, mereka berjalan-jalan untuk menikmati kuliner Eropa. Lidah mereka juga perlu dimanjakan, bukan hanya pikiran saja. Setelah tadi menyegarkan mata dengan hiburan, kini perlu menyenangkan hati lagi.


"Sayang pas pulang ke Indonesia, bajuku langsung sempit semua." Yuci menutup mulutnya, yang hendak tertawa lepas.


"Iya, iyalah, karena kerjaan kita cuma makan tidur di sini." jawab Rui.


"Tapi, kamu tetap suka 'kan kalau aku banyak lemak?" Yuci mengedipkan mata.


"Aku tetap suka, apalagi kalau lemaknya nambah di bagian yang aku suka." jawab Rui.


Yuci tersenyum malu-malu namun merasa tersanjung, dengan kalimat yang Rui ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2