Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Diabaikan


__ADS_3

Pada malam harinya, terdengar ketukan pintu apartemen Yuci. Hanxie menunggu di luar, dan Yuci beranjak dari duduknya.


"Sepertinya, ada tamu yang datang." ujar Yeye.


"Iya, aku ingin membukakan pintunya." jawab Yuci.


"Kak Yuci, biar aku saja yang membuka pintu." ujar Yeye.


"Iya Yeye." jawab Yuci santai.


Yeye membuka pintu, dan mempersilakan Hanxie masuk ke dalam. Pria itu tidak juga berjalan, meski sedikit melangkahkan kaki.


"Kalau kamu hanya berniat mematung, lebih baik aku tutup saja pintunya." ujar Yeye.


"Tidak, aku ke sini ingin bicara denganmu." jawab Hanxie.


"Aku kira kamu ingin menemui Kak Yuci." ucap Yeye.


"Siapa yang bilang begitu, tujuanku adalah kamu." jawab Hanxie.


"Kamu mau bilang maaf, supaya nilai ujian akhirmu dikeluarkan Hanxie. Itu namanya ingin sekadar memanfaatkan, kamu tidak tulus. Pergilah, aku tidak ingin dimanfaatkan." ujar Yeye.


"Yeye, kamu jangan salah paham. Aku benar-benar tulus. Waktu itu aku memang salah, karena mengendarai motor dengan mengebut." jawab Hanxie.


"Iya sudah, aku maafkan kamu." ucap Yeye.


Hanxie langsung memegang kedua pundaknya. "Yeye, kali ini aku berhutang padamu. Aku akan traktir kamu dan Hanry, sebagai ucapan terima kasih."

__ADS_1


Yeye menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum memandang Hanxie. Yeye menyuruh Hanxie, masuk ke dalam apartemen.


"Hanxie, ada apa kamu ke sini lagi?" tanya Yuci.


"Aku mencari Yeye, bukan mencari kamu." jawab Hanxie.


Yuci menggoyangkan kepalanya dengan santai. "Sayangnya, aku tidak berharap juga."


"Bagus dong, kalau sadar diri." jawab Hanxie.


Yuci mulai asyik membaca buku, dan Rui sedang berjalan di depannya. Dia berlalu begitu saja, tanpa ingin singgah lebih dulu. Setidaknya dia bisa mengobrol, walaupun sekadar berbincang dan minum bersama.


"Rui, kamu mau kemana?" tanya Yuci.


"Aku mau keluar, untuk mencari udara segar." jawab Rui.


"Aku ingin ikut." ujar Yuci.


"Kamu bilang, ingin mencari udara segar." ucap Yuci.


"Iya, sekalian mengerjakan koreksi jawaban bersama Ibu Aya." jawab Rui.


”Kamu menduakan aku iya Rui, tega banget deh kamu. Mentang-mentang cuma menikah kontrak, lalu kamu sebebasnya mengabaikan aku.” batin Yuci.


Seketika wajah semringah Yeye dan Hanxie menghilang, karena melihat Yuci yang sudah beranjak dari duduknya. Mereka melihat Rui, yang jalan dengan terburu-buru.


"Dia mau kemana Kak?" tanya Yeye.

__ADS_1


"Dia pasti menemui Ibu Aya." jawab Yuci.


"Palingan bahas tugas sekolah doang, tidak perlu cemburu Kak." ujar Yeye.


"Namanya cemburu, gak bisa dibohongi." jawab Yuci.


Yeye beranjak dari duduknya, lalu membisikkan sesuatu. "Jangan khawatir Kak Yuci, aku akan membantumu. Tidak aku biarkan, Kakakku jadian sama Ibu Aya."


Yuci kini lebih bersemangat, meski tidak seratus persen. Ucapan manusia seperti lemparan bola, tidak bisa ditangkap selalu tepat. Biarlah setengahnya mempercayai, dan biarlah setengahnya mencari jawaban tersendiri. Karena fakta akan menunjukkan, bagaimana bisa seseorang tidak layak dipercaya.


Keesokan harinya, Yeye menggesa-gesa Nimah dan Yaya. Mereka disuruh pulang ke rumah, dan jangan menginap di apartemen Yuci.


"Yeye, apa salahnya Bibi tua menginap di sini. Yuci saja memperbolehkan tetap tinggal, kok kamu mengusir kami seperti itu." Nimah menunjuk kopernya, yang telah dipegang oleh Yeye.


"Bibi tua, bukankah lebih baik menginap di rumah sendiri. Pasti sudah banyak kotoran, karena rumah ditinggal beberapa hari." alibi Yeye.


"Iya sudah, Bibi akan pulang ke rumah bersama bibi kecil." Nimah merasa kesal.


Yeye melambaikan tangan. "Aku juga pulang kok, karena Kak Yuci sudah sembuh."


Yeye menemui Yuci sebentar di kamarnya, sebelum pada akhirnya pulang. Yuci memeluk Yeye sambil tersenyum.


"Kak, aku mau pulang dulu. Kakak bisa pergi ke Eropa, tanpa mendapat penolakan dari Kak Rui." ujar Yeye.


"Iya Yeye, doakan saja kami berhasil." jawab Yuci.


Yeye melepaskan pelukannya. "Iya Kak, semangat!"

__ADS_1


"Iya Yeye, terima kasih banyak." jawab Yuci.


Yeye segera keluar dari kamar Yuci, karena dia ingin pergi ke kampus juga. Yuci pun sama memiliki tujuannya sendiri, pergi ke perusahaan ChidaaMall.


__ADS_2