Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Sinyalir Rasa


__ADS_3

Yuci memasukkan makanan, ke dalam mulutnya. Rasa nikmat dapat dia rasakan, karena hatinya merasa bahagia. Bersyukur dapat suami perhatian, yang bisa memasak juga.


"Terima kasih iya suamiku, hembusan nafasku akan terbang ke SMA 45. Menyapa dirimu, yang sedang mengisi raport." monolog Yuci lebai.


Hanry dan Celiv masuk ke dalam rumah secara bersamaan, setelah jam masuk sekolah berakhir. Menyeruput es, menjadi kebiasaan Celiv dan Hanry.


"Eh Celiv, kamu pintar sekali. Kamu sekarang juara satu lagi iya." puji Hanry.


"Iya dong, sebentar lagi kita lihat hasil kelulusan." jawab Celiv.


"Baru sudah mengambil raport, sama acara perpisahan saja." ucap Hanry.


"Iya Hanry, kelulusan masih beberapa hari lagi." jawab Celiv.


Pukul 17.00. Yuci baru pulang ke apartemen. Dia melihat Rui sedang membereskan benda-benda, yang terlihat berantakan.


"Suamiku, harusnya itu tugasku." ujar Yuci.


"Itu bukan tugas kamu, tapi tugas kita berdua." jawab Rui.


"Iya sudah, kalau gitu aku mandi dulu iya sayang." ucap Yuci ramah.


"Iya sayang, segeralah bersiap. Nanti malam, kita akan pergi dinner." Rui memberi titah, padahal sebenarnya ingin mengajak Yuci pergi.


Yuci sudah siap, dengan mengenakan dress selutut. Rui tersenyum memandangnya, dari atas sampai bawah. Bisa-bisa matanya jatuh, dan menempel pada Yuci.


"Sayang, kamu cantik malam ini." puji Rui.


"Terima kasih sayang." jawab Yuci.

__ADS_1


"Suami harus sering memuji, supaya istri bahagia." ujar Rui.


"Heheh... iya memang benar." jawab Yuci.


Waktu malam, Celiv dan Hanry keluar rumah. Mereka akan menghabiskan waktu berdua, dengan menghidupkan kembang api. Mereka akan melakukannya, di loteng sekolah.


"Eh, ada penjaga nih Hanry nanti kita ketahuan." ujar Celiv.


"Sudahlah, tidak apa-apa. Biar aku yang mengatasinya." jawab Hanry.


"Bukankah malam-malam tidak boleh ke sekolah." ujar Celiv sekali lagi.


"Boleh kok, apa yang gak bisa diterobos oleh Hanry." jawabnya dengan bangga.


Mereka masuk diam-diam ke lingkungan sekolah, saat penjaga beralih mengawasi tempat lain. Keduanya menelentangkan tangan, sambil menatap langit berbintang.


"Iya Celiv, selamat iya." jawab Hanry.


"Terima kasih Hanry, kamu selalu menemani aku." ucap Celiv.


"Iya Celiv, sama-sama." Hanry memberikan tinjuan kecil, pada tangan kanan Celiv.


Yuci dan Rui sudah sampai di kafe, mereka duduk di kursi. Mereka mulai memakan Teokbokki, setelah pesanan sudah dihidangkan. Yuci menatap satu persatu bahan, yang ada di dalam wadah makanannya.


"Sepertinya, proses pembuatan yang rumit." ungkap Yuci.


"Iya, ini adalah salah satu masakan Korea." jawab Rui.


"Kok kamu bisa tahu?" tanya Yuci.

__ADS_1


"Meski baru sekali ke Korea, aku pernah melihatnya di internet." jawab Rui.


"Suamiku ini memang cerdas, tampan, semuanya dipelajari iya. Jangan-jangan kelepasan lagi, melihat perempuan seksi di YouTube." ujar Yuci.


"Siapa yang sengaja melihat perempuan-perempuan itu. Mereka sendiri yang lewat di beranda. Penglihatan dan hati berbeda loh sayang." jawab Rui.


"Beda si beda, namun apa mungkin cinta langsung datang. Pasti ada melihatnya dulu 'kan sayang?" tanya Yuci.


"Awalnya si melihat, tapi seterusnya buta. Karena bila sudah nyaman dengan sikap, akan sulit digantikan." jawab Rui.


Yuci mengibaskan tangannya di depan mulut, karena kuah dari makanan itu sangat pedas. Rui menuangkan air putih ke dalam gelas, lalu memberikannya ke Yuci. Perempuan itu meneguknya, dengan perasaan lega.


"Hah, gak kebayang rasa lelah." ujar Yuci.


"Kamu sekarang kelihatan tambah kerepotan iya." jawab Rui.


"Iya, karena pabrik supplier terbakar." ucap Yuci.


"Lalu, kamu harus mencari gantinya. Hari-hari akan sungguh merepotkan, bila tidak keberatan aku bersedia menemani." jawab Rui.


"Aku yang akan ditemani, kenapa harus merasa keberatan." ujar Yuci.


"Nah, iya juga." jawab Rui.


Sementara Celiv dan Hanry sembunyi di kelas, karena dikejar-kejar oleh penjaga sekolah. Akibat bunyi petasan, yang dihidupkan oleh Hanry.


"Kamu si, niatnya diam-diam malah menimbulkan suara." gerutu Celiv.


"Aku yang akan keluar, kamu tetaplah bersembunyi." Hanry segera berlari, untuk memancing para satpam.

__ADS_1


__ADS_2