Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Tiket Bulan Madu


__ADS_3

Pak Didit dan Pak Rui membagikan soal-soal ujian, yang akan mereka pelajari bersama.


"Nomor satu baca Celiv." titah Rui.


"Iya Pak." jawab Celiv.


Celiv membacakan soal IPA, mengenai tumbuhan di gurun pasir.


"Pak, tumbuhan kaktus kenapa hidup di gurun pasir?" tanya Rifky.


"Karena tumbuhan kaktus bisa menyerap air, dan menyimpan dalam batangnya." jawab Rui.


Mereka menganggukkan kepala masing-masing, mulai paham dengan yang Rui jelaskan.


Keesokan harinya, SMA 45 selesai mengadakan kemah. Rui dan Yuci pulang ke apartemen, untuk mengistirahatkan tubuh masing-masing.


"Rui, Papa menyuruh kita untuk ke rumah." ujar Yuci.


"Yang benar saja, bukankah kita baru pulang." jawab Rui.


"Iya, katanya ada hal penting." ucap Yuci.


"Hmmm... baiklah kalau gitu." jawab Rui.


"Sebenarnya aku sangat malas, untuk bertemu dengan Papa." ujar Yuci.


"Sebenarnya aku tahu, apa yang kamu rasakan. Tapi aku juga memahami, bagaimana kondisi Papa kamu saat itu." jawab Rui.


"Bagaimana bisa, kamu memahami dia. Kamu saja baru bertemu sekarang ini." ucap Yuci.

__ADS_1


"Karena aku bisa paham, ketika menyimak seseorang berbicara. Cara mata memandang, akan memperlihatkan kejujuran. Tindakan juga mencerminkan, apa yang dikatakan adalah kebenaran." jelas Rui.


"Lalu, apa yang lebih kamu pahami tentang Papa?" tanya Yuci, ingin tahu.


"Papa kamu orang yang tulus dalam mencintai. Bahkan saat mengetahui, Mama kamu selingkuh dengan penggemar prianya." jawab Rui.


Yuci menggelengkan kepalanya sendiri. "Tidak, yang kamu katakan adalah kebohongan. Mama bukan orang yang seperti itu."


"Aku tahu, kamu belum sepenuhnya melepaskan. Namun suatu hari nanti, kamu akan mengetahui semuanya." jawab Rui.


"Siapa yang memberitahumu tentang hal ini?" tanya Yuci.


"Tidak penting, siapa yang memberitahu. Yang jelas, kamu harus tahu itu." jawab Rui.


Beberapa jam setelah beristirahat, mereka pergi ke rumah Yuda. Ternyata papa Yuci sedang bermain golf, bersama dengan paman Ghino.


"Yuci, Rui, cepat ke sini." panggil Ghino.


"Ayo kalian masuk ke dalam rumah. Paman ingin memperlihatkan, tiket bulan madu untuk kalian." ujar Ghino.


"Iya Paman." jawab Yuci.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah, bersamaan dengan Yuda dan Ghino. Yuci dan Rui membaca tiket, yang diberikan oleh Ghino.


"Ini tiket untuk pergi ke Eropa?" tanya Yuci.


"Iya betul, kalian akan menikmati fasilitas pesawat besar. Ada kamar mewah khusus VIP, untuk yang ingin berbulan madu." jawab Ghino.


"Benar, kalian bisa menghabiskan waktu berdua." ucap Yuda.

__ADS_1


"Ini sangat bagus, terima kasih Paman." jawab Yuci.


"Jangan lupa juga, terima kasih pada Papa kamu. Dia yang menyuruh untuk rekomendasi, usulan ide bagus pengantin baru." ujar Ghino.


"Ini tidak bisa, disebut pengantin baru lagi. Kami sudah pengantin kadaluarsa Paman." Rui tersenyum.


"Cepat, kalian lihat brosur ini." Yuda memberikan kertas brosur.


Yuci menerima yang diberikan oleh Yuda. " Ini benar-benar romantis. Waw, ternyata ada juga pesawat dengan model seperti ini. Terima kasih Pa."


Yuda menganggukkan kepalanya, merasa senang melihat Yuci bahagia. Rui tersenyum, melihat Yuci yang berdecak kagum. Wajah cantiknya, senyumnya, badannya, sikap blak-blakannya, Rui suka semuanya. Pikirannya nostalgia kembali, merindukan saat-saat bersama Yuci. Pada masa kecil mereka puas, menghabiskan waktu berduaan.


Terkadang, mereka belajar bersama, bermain, dan menggambar. Ada juga berenang di kolam, hanya untuk mengajari Yuci berenang. Intinya saat itu sangat bahagia, sebelum pada akhirnya berpisah. Dewasa terlalu sibuk, dengan urusan masing-masing.


"Rui, boleh pinjam ponsel gak?" tanya Yuci.


"Ponselku banyak privasi, tidak boleh dilihat." jawab Rui.


"Aku hanya ingin berfoto." ujar Yuci.


"Kalau gitu, gunakan saja ponselmu." jawab Rui.


"Pelit sekali, cepat berikan." Yuci merampas ponsel, yang ada di tangan Rui.


"Yuci, kamu ingin ngapain. Pasti sedang mencari tahu, tentang kehidupan pribadiku." jawab Rui


Yuci membuka ponsel Rui, lalu memeriksa semua menu. Matanya melirik ke arah layar pojok, ada galeri yang berisi foto.


"Tunggu, kenapa kamu ada foto ini?" Yuci memperlihatkan foto masa kecil.

__ADS_1


"Aku tidak sengaja, menemukannya pada dompet seseorang." jawab Rui beralasan.


__ADS_2