Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Tawaran Sulit


__ADS_3

Suara tepuk tangan riuh, dari semua siswa dan siswi. Rui melihat Yuci dari kejauhan, lalu mendengar pembicaraan Celiv dan Hanry.


"Hanry, Kakak kamu keren sekali. Aku ingin bisa mengatasi masalah seperti dia." ujar Celiv.


"Kamu bisa juga seperti dia, asalkan belajar mandiri dari sekarang." jawab Hanry.


”Oh, ternyata dia Kakaknya Hanry.” batin Rui.


Pada siang harinya, Rui hendak pulang. Yuci menghadang langkah kaki Rui, sambil terus melemparkan senyuman menggodanya.


"Bisakah anda awas, aku mau lewat." ucap Rui.


"Silahkan, tapi kenalan dulu." Yuci mengedipkan mata, sengaja ingin menggodanya.


"Tidak ada waktu, aku sedang terburu-buru." ujar Rui.


"Tidak perlu terburu-buru, bukankah waktu anda sangat senggang." jawab Yuci, dengan tidak tahu malu.


Tiba-tiba ponsel Yuci berbunyi, ternyata dari si Aldo. Yuci segera menerima panggilan telepon, dengan cepat Rui kabur darinya. Menghela nafas lega, karena sudah pergi dari Yuci.


"Dia benar-benar perempuan aneh, semoga tidak bertemu lagi." monolog Rui.


Pada malam harinya, Yuci menghubungi Yeye. Dia ingin meminta Yeye mengganti uang kerugian dengan secepatnya, tanpa menunda lagi. Rui melihat Yeye yang menghempaskan ponselnya, pada kursi sofa.


"Kamu kenapa Yeye?" tanya Rui.


"Nona Yuci meneleponku, dia menyuruhku untuk datang ke perusahaan ChidaaMall. Aku benar-benar takut Kak." ucap Yeye, dengan cemas.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, dia tidak akan memenjarakan kamu. Biar Kakak yang menemuinya besok." jawab Rui.


"Siapa Rui yang akan dipenjarakan?" tanya Nimah.


"Ini Bu, berita yang beredar di internet." jawab Rui.


"Oh, Ibu kira kalian ada masalah." ucap Nimah.


"Heheh... mana mungkin Bibi tua." jawab Yeye.


"Oh iya, katanya Bibi kecil mau ke sini. Kok belum datang juga." ujar Yeye.


"Besok Bibi kecil akan ke sini, dia baru saja diceraikan oleh suaminya. Mungkin akan menjadi pengajar latihan bela diri, karena dia harus menanggung biaya hidup sendiri." jawab Nimah.


"Kasian sekali bibi kecil." ucap Yeye.


"Apa pesanan baju waktu itu, sudah kamu berikan pada nona Yuci?" tanya Nimah.


"Sudah Bi." jawab Yeye.


”Maafin aku Bi, aku sedang berbohong. Aku benar-benar takut, bila sakitmu akan kambuh lagi.” batin Yeye.


Keesokan harinya, Rui mendatangi perusahaan ChidaaMall. Dia teringat dengan pameran sekolah, diselenggarakan oleh perusahaan itu.


"Ini 'kan perusahaannya Kakak Hanry, tempat Joky bekerja juga. Hah, terpaksa bertemu dengannya, demi Adik sepupuku yang sedang darurat." Rui melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


"Nona, ada yang ingin menemuimu sekarang." ucap Aldo.

__ADS_1


"Silahkan, suruh dia masuk ke ruangan ku." jawab Yuci.


Aldo menganggukkan kepalanya, lalu sedikit membungkukkan tubuhnya. Dia segera keluar dari ruangan itu, dan menyuruh Rui masuk ruangan Yuci.


"Waw, ternyata kamu menemuiku? Angin apa yang membawamu ke sini, setelah selama ini begitu sombong diajak kenalan." ucap Yuci spontan.


"Aku menemuimu juga karena terpaksa, ini berkaitan dengan masalah Yeye. Tidak ada maksud lain, dalam pertemuan kita." jawab Rui tegas.


Yuci tertawa kecil, lalu menutup mulutnya. Dia sedikit menahan tawa, lucu dengan ekspresi Rui.


"Tolong jangan gunakan emosi, karena itu akan membuatmu lelah sendiri. Silahkan duduk dulu, dan kita bicarakan." ucap Yuci.


Rui segera duduk. "Sebenarnya maksud kedatanganku adalah, ingin meminta nona memberikan waktu tenggang. Aku akan melunasinya, bagaimanapun caranya." jawab Rui.


"Pak Rui apa kamu tahu, bahwa Yeye telah banyak membuat kerugian. Masa kesempatan sudah berakhir, namun Yeye tidak ada kepastian. Dari pihak customer pun cancel, maka kami yang membayar denda sana-sini. Bukan hanya dengan klien penting, tapi juga dengan pelanggan kami." terang Yuci.


"Aku mohon, berilah waktu sedikit lagi pada kami. Jangan masukkan penjara adikku Yeye, karena Ibuku pasti akan sangat marah." jawab Rui.


"Hahah... aku tidak salah, melihatmu begitu memohon. Padahal awalnya, kau begitu sombong. Namun aku akan memberi keringanan, bila kau bersedia menandatangani ini." Yuci melemparkan kertas di atas meja.


Rui membukanya sambil terkejut, melihat keterangan pernikahan kontrak. "Nona, tolong jangan memberi persyaratan ini."


"Aku cuma mau ini, aku akan menunggu keputusanmu dalam beberapa hari." ucap Yuci.


Rui tidak mau menikah dengan Yuci, dia segera meletakkan di atas meja. Rui tidak berniat untuk menandatanganinya.


"Aku akan melunasi dengan cara lain." jawab Rui.

__ADS_1


__ADS_2