
Rui dan Yuci melangkahkan kakinya, menuju ke kamar. Sudah selesai bersih-bersih dengan air, setelah pulang dari kencan di kafe tadi.
"Yuci, kalau Aldo tidak berhasil dalam menjalankan tugasnya. Aku punya tempat, untuk membantu masalahmu." ungkap Rui.
Yuci melihat ke arah samping, ditatapnya lekat wajah suami tercinta. "Dimana, apa mungkin supplier menetap pada tempat tersebut."
"Asal kamu bersabar dengan prosesnya, di sana ada banyak ibu rumah tangga yang pandai memintal benang. Tepatnya, di kampung halamanku yang dulu." ujar Rui.
"Wah keren, berarti aku bisa langsung lihat prosesnya. Bermula dari serat alami, menjadi benang, lalu berbentuk pakaian." Yuci sudah semringah, padahal baru membayangkan.
Rui ikut bahagia, saat melihatnya tersenyum. "Kamu benar sekali!"
"Iya dong, sudah ada gambaran dalam imajinasi." jawab Yuci.
Satpam mengejar Hanry, yang lari melesat bagaikan angin. Saking ringannya badan, jadi mudah terbang. Padahal hanya berlari pada daratan, yang tertimpa oleh keramik.
Keesokan harinya Rui memasak untuk Yuci, dan juga untuk diri sendiri. Sebenarnya, sesekali mereka ingin memasak bersama. Namun ada saja kesibukan, yang harus diselesaikan.
"Sayang, dari awal kita menikah kamu rajin banget." puji Yuci.
"Bukan rajin, ini karena aku cinta banget." jawab Rui.
Telepon Rui tiba-tiba berbunyi, ternyata pesan dari ibu Aya. Rui segera membacanya, dengan raut wajah datar.
__ADS_1
”Meski ini impianku, aku tidak bisa mengikuti wawancara. Karena sekarang, Yuci sedang tidak baik-baik saja.” batin Rui.
"Pesan dari siapa Rui?" tanya Yuci.
"Pesan dari Jhoky kok." jawab Rui beralasan.
"Kirain dari siapa, mukamu kelihatan tegang." canda Yuci.
"Bukan dari siapapun, kecuali teman-teman priaku." jawab Rui.
Yuci pergi ke perusahaan ChidaaMall, untuk menyelesaikan banyak pekerjaannya. Disaat genting seperti ini, Yuci tidak ingin membiarkan karyawatinya bekerja sendiri.
"Nona Yuci, aku ada sedikit info yang sangat penting." ungkap Aldo.
Aldo memperlihatkan sebuah jam tangan, yang ada di gudang pembakaran. Yuci sangat familiar dengan jam tangan itu. Dia segera mengambilnya dari tangan Aldo, dan meyakini bahwa itu milik Hanxie.
"Ini 'kan jam tangan Hanxie." ujar Yuci.
"Benar nona Yuci, itu memang milik Hanxie. Aku curiga, dia terlibat dalam kekacauan ini." jawab Aldo.
"Kalau gitu, aku akan ke apartemennya. Aku ingin memastikan, kejanggalan yang terjadi. Bahan-bahan baju milik perusahaan ChidaaMall, bukanlah minyak bensin yang mudah begitu saja terbakar. Bila hal itu terjadi, pasti ada yang sengaja melakukannya." jelas Yuci.
"Aku juga akan membantu nona, dalam menyelidiki kasus ini." jawab Aldo.
__ADS_1
Setelah Aldo keluar, kedua tangan Yuci terkepal geram. Dari dulu Hanxie memang anak angkat Yuda, namun Yuci lah yang paling banyak mendapatkan kasih sayang.
"Apa mungkin, dia iri hanya karena satu hal ini. Benar-benar sepele, dan bisa dibicarakan baik-baik." monolog Yuci.
Sementara di sisi lain, ada Aya yang menunggu kedatangan Rui. Tidak butuh waktu lama, Rui muncul di hadapannya.
"Pak Rui baru datang iya?" tanyanya.
"Tidak, aku baru saja dari toilet." jawab Rui.
"Oh iya, sangat disayangkan Pak Rui menolak wawancara. Padahal, dia sudah meringankannya lewat online saja." ungkap Aya.
"Maaf Bu, aku punya kendala tersendiri. Jikalau itu lewat online, pasti aku juga harus pergi jika lulus pengetesan." jawab Rui.
"Pak Rui, menjadi guru besar merupakan hal sulit. Satu kali penolakan, belum tentu mendatangkan kesempatan kedua kalinya." ungkap Aya.
"Aku mengerti itu, namun di dalam hatiku ada urusan lain yang jauh lebih penting." jawab Rui.
”Aku tidak ingin, bila istriku melewati masa sulit sendirian. Apalagi, sekarang dia sedang dihadapkan masalah besar.” batin Rui.
Rui segera meninggalkan ibu Aya, setelah berpamitan dengannya. Rui memasuki ruangan kantor, sambil memandang foto pernikahan mereka. Ternyata sudah lumayan lama, usia rumahtangga yang dipenuhi sukaduka. Rui berharap, Yuci dan dirinya segera dikaruniai seorang anak.
"Yuci sayang, kamu tidak sendiri menghadapi dunia. Aku akan selalu berada di sisimu." Rui mengusap-usap gambar istrinya.
__ADS_1