Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Menggoda Lagi


__ADS_3

Keesokan harinya, Yuci sengaja tidak datang ke kantor. Hari itu Rui sedang libur, jadi tidak pergi ke sekolah. Yuci berdandan dengan sangat cantik, lalu mengenakan baju dress tanpa lengan.


"Hari ini, pokoknya harus menggoda Rui." monolog Yuci.


Yuci keluar dari kamar, lalu menepuk telapak tangannya sendiri. Yuci melihat Rui, yang sedang membaca majalah. Dia sengaja mengedipkan mata, sambil memainkan rambutnya dengan jari telunjuk. Yuci berjalan berlenggak-lenggok, layaknya orang yang mau ikut fashion show.


"Kamu kenapa jalan kayak ulat, goyang sana goyang sini?" tanya Rui.


Yuci tersenyum ceria. "Aku sedang menari, lihatlah aku Rui."


Rui geleng-geleng kepala. "Sebaiknya, suruh juri yang ahli dalam tarian saja. Aku tidak bisa, menilai gerakan kamu Yuci."


"Aku tidak butuh dinilai, aku hanya butuh dilihat." jawab Yuci.


"Baiklah, aku akan melihatmu sekarang." ucap Rui.


Yuci berjalan mendekat ke arah Rui, lalu memajukan bibirnya. Rui terus menjauhkan kepalanya, sampai Yuci memegang kepala Rui.


"Kenapa menghindar?" tanya Yuci.


"Yuci, sepertinya kamu telah melampaui batas. Bukankah, semua yang tertulis di surat kontrak sangat jelas." jawab Rui.


"Ini adalah gaya tarian terbaru, dengan cara bergerak mendekati pria." ujar Yuci.


"Apa harus sedekat ini." jawab Rui.


"Tadi, kamu sudah menyetujui untuk melihatku." ucap Yuci.


"Oke, oke, lakukan yang kau mau. Tapi, tetap jaga batasannya." jawab Rui.

__ADS_1


Yuci berdiri lalu menari, berputar ke kanan dan kiri. Rui masih melihatnya, sampai Yuci mengangkat sedikit roknya. Rui segera menutup mata, lalu memalingkan wajahnya.


"Kau mau apa?" tanya Rui.


"Aku hanya ingin menari." jawab Yuci.


"Sudahlah, aku sampai sini saja melihatnya." ucap Rui.


"Aku belum menampilkan tarian, dengan gaya tangan menggosok paha." jawab Yuci.


Yuci terus menggosok pahanya dengan lengan, lalu sedikit mengangkat roknya. Sedangkan Rui tidak mau melihat, memilih menutupi kepalanya sendiri.


”Dia pasti sengaja, untuk menggoda diriku. Masih saja tidak kapok, sudah tertangkap basah juga. Kamu lihat saja, aku akan mengerjai kamu ratu serigala.” batin Rui tersenyum.


"Rui, aku lelah." Yuci mengeluh, lalu duduk di sampingnya.


"Kalau gitu, kamu istirahat saja. Aku juga ingin pergi ke rumah Ibu." Rui tergesa-gesa berdiri.


"Aduh, pundakku sakit." keluh Yuci.


"Siapa yang menyuruhmu bertindak pecicilan." jawab Rui.


"Masih sakit seperti ini, kamu tega menyalahkan aku." Yuci cemberut.


"Sini ikut aku, biar aku obati." Rui menggenggam telapak tangannya.


Yuci mengikuti Rui sampai ke kamarnya, lalu duduk di atas ranjang tidur. Rui mengambil obat, lalu Yuci menarik sedikit bajunya agar terbuka. Rui melihat kulit Yuci yang merah, lalu mengoles krim pereda nyeri tersebut. Yuci merasa berdebar-debar, tatkala Rui menyentuh kulitnya.


”Hih gagal deh, untuk menggoda suamiku. Tidak menyangka, akan ada insiden seperti ini. Ada untungnya, dan ada ruginya. Tapi, aku tetap mencintaimu Rui.” batin Yuci.

__ADS_1


"Sudah selesai, aku mau pergi dulu." ujar Rui.


Yuci menarik lengannya. "Aku ikut iya Rui."


"Yuci, kamu masih sakit." ucap Rui.


"Aku sudah tidak apa-apa." jawab Yuci mengotot.


”Ingin menghindari, malah dia ikut juga.” batin Rui.


"Iya sudah, cepat bersiap." ucap Rui.


"Baiklah, dengan senang hati." Yuci beranjak dari duduknya.


Beberapa menit dalam perjalanan, mereka sudah sampai ke rumah Nimah. Yaya dan Yeye menyuruhnya untuk masuk.


"Kamu mau latihan beladiri lagi Yuci, sehingga datang ke rumah Bibi." canda Yaya.


"Heheh... tidak Bi, tanganku baru saja tertindih manusia besi." Yuci tersenyum, melirik Rui.


"Eh kalian, ayo masuk ke dalam." Nimah berdiri di belakang Yaya.


"Iya Bu." jawab Rui.


Mereka masuk ke dalam, lalu Rui duduk di ruang tamu. Yaya disuruh oleh Nimah, untuk membantu Yuci membawa koper.


"Bagaimana Kak, apa sudah berhasil menggoda Kak Rui?" bisik Yaya.


"Tidak Yaya, Kakakmu itu sulit ditaklukan." jawab Yuci.

__ADS_1


"Kakak kurang esktrim mungkin." Yaya asal menduga.


"Kurang esktrim bagaimana? Aku bahkan sudah bergoyang, layaknya ulat kepanasan." jawabnya.


__ADS_2