Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Semakin Mesra


__ADS_3

Tak berselang lama, Yuci dan Rui sudah sampai ke apartemen. Mereka berdua sudah kenyang, saatnya untuk mandi. Tidak perlu masak lagi, karena sudah makan di luaran.


"Rui, apa kamu bahagia menikah denganku?" tanya Yuci.


"Tentu saja sangat bahagia, apalagi kamu yang memaksa dinikahi." Rui menutup mulutnya, menahan tawa yang hendak lepas.


"Ah Rui, kamu tega benar deh. Sudah tahu cinta, kenapa tidak mau memperlakukan dengan romantis." Yuci memanyunkan bibirnya.


Rui menciumnya. "Bukan seperti itu sayang, tapi kasian anak kita. Tidak mungkin menikah kontrak, namun aku bertindak tanpa tahu malu. Aku mengira kamu tidak mencintai aku."


"Terlambat disadari, sungguh membuat darahku bergejolak." Yuci masih kesal saja.


"Jangan suka marah-marah, nanti cepat stres. Hal itu, bisa membuat lambat punya anak." Rui menarik pipinya.


"Kata siapa, sok tau kamu." ujar Yuci.


"Kata aku barusan, aku 'kan guru Biologi." Rui menahan tawa.


"Kamu itu guru olahraga." ucap Yuci.


"Ayo kita olahraga malam." jawab Rui.


Yuci bersemangat, segera beranjak dari duduknya. Namun Rui menarik tubuh Yuci kembali, hingga jatuh ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Olahraganya di atas ranjang tidur." Rui tersenyum nakal.


Yuci tersenyum malu, sambil mencubit pipi suaminya bertubi-tubi. Mereka segera merebahkan tubuh, hingga telentang di atas ranjang tidur. Yuci menarik selimut, hingga menutupi tubuh Rui dan dirinya sendiri. Kini mereka melakukan kewajiban untuk kesekian kali.


Keesokan harinya, Yuci dan Rui keluar dari apartemen. Mereka akan membeli produk perawatan tubuh, yang paling sering digunakan oleh artis Korea.


"Sayang, beli sabun merek Shimizu itu aja." Yuci menunjuk sabun, yang tersusun di rak.


"Pilih saja sayang, kamu 'kan CEO tidak kekurangan apapun." jawab Rui.


"Kamu 'kan suaminya CEO, maka kamu juga tidak kekurangan. Cepat ambil sana, nanti aku yang bayarin." Yuci tersenyum tulus.


"Sayang, kamu jangan membuat aku kehilangan muka. Biar aku saja yang membayarnya." jawab Rui.


Rui membulatkan kedua matanya, sambil menelan air ludahnya sendiri. "What? Sabun perawatan apa semahal itu."


"Iya sayang, memang semahal itu. Kamu lihat kulitku, makanya selalu halus. Aku sering membeli sabun Shimizu di online shop." ujar Yuci.


"Maaf, aku tidak bisa memenuhi kebutuhanmu." Rui tertunduk malu.


Yuci memegang kedua pundak Rui. "Sayang, kamu dengar iya. Ini tuh bukan kebutuhan utama, yang paling penting kamu terus cinta sama aku."


Rui menggenggam tangan Yuci. "Aku selalu cinta kamu ratu serigala. Kamu selalu menjadi perempuan paling istimewa, sama seperti Ibu."

__ADS_1


"Nah, kalau gitu aku akan memborong krim perawatan wajah di sini. Yeye pasti senang sekali, aku membawakan oleh-oleh untuknya."


Rui tersenyum, sambil mengacak rambutnya. "Ratu serigala ini, perhatian sekali sama Adik sepupu iparnya."


Mereka berdua keliling di dalam sana, hanya untuk sekadar membaca-baca bahan merek terbaru. Awalnya Rui tidak tertarik, dengan produk untuk perawatan tubuh. Dia orang yang suka olahraga, bukan orang yang hobi mengurus perawatan.


"Aku tidak tertarik sama sekali, tetap setia sama produk lama. Bahannya alami, melestarikan produk warisan." ucap Yuci.


"Aku juga lebih suka, bau produk yang lama." jawab Rui.


Ternyata mereka satu pemikiran, dan juga satu pendapat. Yuci tidak menyukai mereka terbaru, begitupula dengan Rui. Mereka keluar dari tempat itu, setelah Yuci selesai membayar pada kasir.


"Sayang, sekarang cari tempat makan yuk. Perutku demo nih sayang." ucap Yuci.


"Iya sayang." jawab Rui.


Yuci lagi-lagi mengajak Rui, ke restoran paling terbesar. Rui membulatkan kedua bola matanya, saat melihat angka lima juta pada buku menu makanan.


"Sayang, kenapa kamu mengajak ke tempat yang mahal semua. Aku juga ingin traktir istriku." Rui tampak sedih.


"Sayang, aku ingin menikmati waktu bersamamu. Hidup cuma sekali di dunia, untuk apa serba ditahan-tahan." jawab Yuci.


Pesanan yang telah dipesan Yuci, sudah dibawakan oleh pelayan. Beberapa orang meletakkannya, di atas meja makan.

__ADS_1


__ADS_2