Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Hanxie Meminta Bantuan


__ADS_3

Tiba-tiba Rui datang ke tempat Yuci duduk sendiri. Yaya segera berpamitan pada Yuci, lalu pulang dengan menggunakan taksi.


"Yuci, kamu kenapa menyendiri di sini?" tanya Rui.


"Aku sedang memikirkan, kenapa kamu bisa mengajakku ke acara tersebut." jawab Yuci.


"Maaf, aku tidak tahu kalau kamu sesedih ini." ujar Rui.


"Aku tidak menyukai hari Ibu, karena aku akan teringat dengan Mommy." jawab Yuci.


"Maaf iya Yuci, aku tidak tahu." ucap Rui.


"Tidak apa-apa, kamu memang tidak mengenalku. Tidak perlu ada yang disalahkan, terkait hal ini." jawab Yuci.


"Kalau gitu, mulai dari sekarang kita akan saling mengenal." ucap Rui.


"Hahha... boleh-boleh." Yuci tertawa palsu.


Hanxie terpikir terus, dengan tugas yang diberikan ibu dosen. Rasanya pikiran Hanxie sedang kalut.


"Bagaimana caranya, untuk membantu nilai praktik Yeye. Mana disuruh minta maaf juga lagi." gerutu Hanxie.


Tiba-tiba saja ponsel Hanxie berbunyi, ternyata itu telepon dari Yuda. Hanxie menggeser tanda berwarna hijau, lalu mulai berbicara.


"Halo Hanxie, apa kabar?" tanya Yuda.


"Kabarku baik Om." jawab Hanxie.

__ADS_1


"Kamu itu sudah Om anggap, sebagai anak sendiri. Jadi, jangan pernah menghindari keluarga kami. Besok juga, kamu harus datang ke rumah. Perlihatkan hasil ujian akhir kamu, Om mau melihatnya." ucap Yuda.


"Iya Om, dengan senang hati." jawab Hanxie bersemangat.


Sambungan telepon terputus, setelah Yuda berpamitan. Hanxie benar-benar kesal pada si Yeye.


"Hah, mana nilai ujian akhir belum dikeluarkan lagi. Bagaimana coba, aku harus minta maaf sama Yeye." Hanxie mondar-mandir.


Setelah cukup lama, akhirnya dia menemukan ide jitu. Dia akan pergi ke rumah Yuci besok pagi, untuk meminta bantuan dari Rui.


Keesokan harinya, Hanxie mendatangi apartemen pribadi Yuci. Tanpa berpikir lebih panjang lagi, dia akan meminta pertolongan dari Rui. Yuci membuka pintu, karena terdengar ketukan pintu.


"Nona Yuci, aku ini saudaramu yang baik. Bolehkah aku meminta tolong." ujar Hanxie.


"Masuk dulu, baru mulai berbicara." jawab Yuci.


Hanxie masuk ke dalam ruang tamu, bersamaan dengan Rui yang muncul. Hanxie melambaikan tangannya, sambil tersenyum mengembang. Lalu, dia juga nyengir dan manggut-manggut.


"Ah kamu payah, selalu saja galak." jawab Hanxie.


"Cepat katakan, apa maksud kedatangan kamu ke sini." ujar Yuci.


"Aku ingin meminta bantuan pada suamimu." jawab Hanxie.


"Mau minta bantuan apa?" tanya Rui.


"Aku ingin, kau bicara pada Yeye. Katakan padanya, bahwa dia harus memaafkan aku. Tapi, kau jangan bilang bila aku yang menyuruhmu." jawab Hanxie.

__ADS_1


"Kenapa tidak bicara langsung?" tanya Rui bingung.


"Biasalah, aku ini pria gengsi." jawab Hanxie.


"Baiklah, aku akan mengatakannya, tapi tidak janji bahwa dia pasti memaafkan." ucap Rui.


"Tidak masalah Rui, hal ini berpengaruh untukku. Karena masalah praktik Yeye, dosen tidak mengeluarkan nilai ujian akhirku." jawab Hanxie.


Yuci menempeleng kepalanya. "Sudah aku pastikan, kau pasti takut kena omelan Papa."


"Ah kau jahat sekali, sudah tahu tapi tidak berniat membantu." jawab Hanxie.


"Memangnya aku bisa membantu apa." Yuci tersenyum mengejek.


"Dari awal, kamu bisa menerima saja barang yang rusak. Meringankan beban Yeye, artinya meringankan beban diriku." jawab Hanxie.


Hanxie mengerucutkan bibirnya, sementara Yuci menjulurkan lidahnya. Dia senang, melihat Kakak angkatnya kesusahan.


"Makanya, kau itu harus baik padaku. Tidak boleh nakal, dan suka meledek. Naik motor jangan suka mengebut di jalan." Yuci mengacak rambut Hanxie.


Rui hanya senyum terpaksa melihat Hanxie, keakraban mereka berhasil membuat Rui resah. Dia tidak nyaman, ada pria yang mendekati istrinya.


"Rui, kau jangan diam saja. Istrimu ini gila, harus kau kurung." Hanxie mengedipkan matanya.


"Bagaimana mungkin mau mengurung, perempuan agresif seperti dia." Rui geleng-geleng kepala.


"Rui, tarik ucapan kamu yang tidak sopan." Yuci menunjuk mulut Rui.

__ADS_1


"Tidak bisa, kau memang perempuan aneh yang pernah aku kenal." Hanxie mengangkat kedua bahunya.


Yuci beranjak dari duduknya, menarik paksa Hanxie supaya berdiri. Yuci ingin, Hanxie segera pergi dari rumahnya.


__ADS_2