Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Yuci Modus


__ADS_3

Keesokan harinya, Yuci duduk di ruang makan. Membiarkan diri sendiri berteman sepi, bahkan kali ini tidak memanggil suaminya. Meski sekadar untuk mengajak sarapan bersama.


"Rui, kenapa sulit sekali membuat kamu peka. Minta lepaskan cap baju sudah aku coba, biar kamu tergoda ketika melihat kulit tubuhku. Tapi nyatanya, kamu malah tidak respon sedikitpun." gerutu Yuci, dengan kesal.


Tiba-tiba Yuci dikejutkan, dengan langkah kaki Rui. Dia baru saja keluar dari ruang kamar, dan sudah bersiap dengan rapi karena akan mengajar.


"Kenapa wajahmu kusut begitu?" tanya Rui.


"Karena seseorang mengabaikan aku." jawab Yuci.


"Siapa itu?" tanya Rui lagi.


"Sekretaris Aldo, dia sedang sibuk dengan dunianya sendiri." jawab Yuci.


Rui tersenyum. "Kau 'kan paling pandai memerintah, kenapa kau biarkan dia seenaknya."


"Iya, kamu benar juga." Yuci nyengir.


Mereka memasukkan makanan, ke dalam mulut masing-masing. Lalu setelah itu, Rui beranjak dari duduknya. Kelihatannya, dia akan pergi ke sekolah secepatnya.


"Rui, apa kamu dekat dengan Bu Aya?" tanya Yuci.

__ADS_1


"Lumayan, karena dia rekan kerja." jawab Rui santai.


”Tidak bisa dibiarkan, aku harus lebih dulu. Kamu lihat saja, aku akan menggodamu lagi.” batin Yuci.


"Aduh... tiba-tiba punggungku sakit. Rui bisakah kamu menolong aku?" pinta Yuci, setelah mengeluh.


"Tunggu sebentar, aku ambil minyak dulu." jawab Rui.


Rui segera berlari ke kamar Yuci, lalu mencari minyak urut. Yuci segera berlari diam-diam, setelah Rui menghilang dari pandangan matanya. Dia juga ikut masuk kamar, lalu berjalan mendekat ke arah Rui.


"Rui, minta minyaknya!" ucap Yuci.


"Apa kamu bisa mengolesnya sendiri." jawab Rui.


"Biar aku bantuin, supaya kamu tidak kesulitan." jawab Rui.


Rui membuka resleting baju Yuci, lalu membantu mengurut punggungnya. Yuci merasa sedikit geli, namun tetap menahannya.


"Sudah hilang belum sakitnya?" tanya Rui.


"Belum Rui." jawab Yuci.

__ADS_1


"Lalu, harus bagaimana lagi?" tanya Rui bingung.


"Tolong bantu aku, merebahkan tubuh di atas ranjang tidur. Mungkin saja, aku akan merasa lebih baik. Lalu setelahnya, ambil salep penghilang nyeri." jawab Yuci.


Rui menuruti permintaan istrinya, yang hanya sekadar modal dusta tersebut. Rui mengangkat tubuhnya, ke atas ranjang tidur. Tangan Yuci segera menarik tangan Rui, hingga pria itu terjatuh ke atas tubuhnya. Mata mereka berpandang-pandangan sebentar, lalu Rui segera mengalihkannya.


”Kalau hanya menikah kontrak, kenapa harus seperti ini. Apa kau tidak tahu, bahwa aku sangat menyukaimu Yuci. Bagaimana bila tatapan ini, membuat kamu tahu yang sebenarnya. Aku akan sangat memalukan, karena kita ini berbeda profesi. Kamu bukanlah ratu serigala yang dulu, bisa dengan mudah aku taklukkan.” batin Rui gugup.


Rui ingin mengalihkan tubuhnya, namun Yuci berusaha menahannya. Rui mulai salah tingkah, namun tidak dapat berkata-kata. Ingin menghalangi, namun hatinya tidak dapat menolak. Terkadang batin, tidak sesuai dengan pikiran. Tindakan lebih menuruti kata hati, daripada perintah yang lainnya.


Rui mengelus rambutnya. "Ada apa lagi?"


"Kamu jangan tinggalkan aku." jawab Yuci manja.


"Aku 'kan harus pergi mengajar." ucap Rui.


"Tapi, aku sedang sakit. Aku tidak mau sendiri di apartemen." jawab Yuci.


"Kalau gitu, aku suruh Yeye ke sini. Tunggulah sebentar, setelah dia pulang kuliah." ujar Rui.


"Baiklah Rui, aku akan bersabar menunggu." jawab Yuci.

__ADS_1


”Rui, aku ingin mempunyai anak. Kita akan merawatnya bersama, lalu mendidiknya hingga menjadi hebat. Aku ingin membangun keluarga kecil bersamamu, lalu menjaga hubungan ini dengan erat. Bukan pernikahan Kontrak yang aku inginkan, aku benar-benar mencintai kamu. Aku ingin bersama kamu selamanya, hingga ajal memisahkan kita berdua.” batin Yuci.


Rui segera melangkahkan kaki keluar kamar, setelah berpamitan dengan Yuci. Sedangkan Yuci tidak pergi ke kantor, karena harus menghayati peran dalam sandiwaranya. Modal dusta pura-pura sakit, hanya untuk menarik perhatian pria tidak peka. Rasa kesal ada di hati Yuci, namun memperjuangkan Rui masih menjadi hal yang menarik. Sejak awal bertemu, hingga sekarang.


__ADS_2