
Malyna berada di rumah Ratmi, lalu melihat Hanxie dan Aldo yang datang. Mereka pergi secara bersamaan, untuk mengambil hasil pintalan benang.
"Aduh... ada pria-pria tampan." Malyna tersenyum-senyum sendiri.
"Kamu ini masih genit saja." ledek ibu Ratmi.
"Hih Ibu, aku 'kan masih gadis." ujar Malyna.
"Walaupun masih gadis, tidak perlu seperti itu juga. Siapa tahu, dua pria tersebut punya ekor." jawab Ratmi, dengan candaan.
Aldo berjalan mendekat ke arah Ratmi. "Bu, kedatangan kami ke sini, ingin mengambil pintalan bahan baju, yang dipesan oleh nona Yuci."
"Baiklah, tunggu sebentar. Masih ada yang belum disusun dalam kardus." jawab ibu Ratmi.
Malyna tersenyum, sambil mengedipkan bulu matanya. Dia melompat-lompat gembira, lalu menghampiri Aldo.
"Hai tampan!" sapa Malyna.
"Hai." jawab Aldo.
Hanxie cuek saja, dan memilih menolong ibu Ratmi. Aldo meladeni pertanyaan dari Malyna, yang membahas soal tipe perempuan idaman.
"Idamanku itu yang setia bersamaku." ujar Aldo.
__ADS_1
"Wah sekretaris keren ini, bisa saja ngomongnya. Aku loh setia jadi perempuan, akan mengikuti kamu kemana pun pergi." jelas Malyna.
"Oh iya, terdengar seperti penipu." ucap Aldo spontan.
"Namun, aku bukanlah orang seperti itu. Aku serius, dalam menjalankan niat. Asalkan, ada uang yang berjalan di muka bumi." Malyna tersenyum, dengan gerakan tubuh yang berlenggok.
Keesokan harinya Rui melihat handuk basah, yang diletakkan Yuci di atas kasur. Rui mencoba menegur istrinya, karena merasa tidak nyaman.
"Kamu tahu, kain basah bisa membuat kain kering timbul noda bila disatukan. Ada semacam bintik-bintik hitam, yang akan mengganggu pemandangan." ucap Rui, dengan lembut.
"Apa kamu harus mengoceh panjang dan lebar, terhadap kebiasaan istri sendiri? Aku juga bisa mandiri, hanya sekali saja kelupaan." gerutu Yuci.
"Sayang, kebiasaan yang salah itu tidak bisa dibiarkan." ujar Rui.
"Kamu jangan banyak protes, perempuan harus dimengerti." Yuci segera berjalan keluar kamar.
Rui menepuk jidatnya sendiri. "Perempuan ini memang aneh, seleranya selalu berubah-ubah. Masa dia yang salah, aku yang harus minta maaf. Padahal peringatannya 'kan lembut, bukan peringatan meminta cerai juga."
Brak!
Bruk!
Bunyi suara sepatu kerja Yuci, yang dilemparkan ke dinding. Rui sampai kaget, karena ulah istrinya. Yuci seperti peliharaan yang tidak dikasih makan saja.
__ADS_1
"Berani-beraninya dia menegur aku, disaat selera hatiku sedang buruk. Alangkah sebal sekali, melihat Yeye dekat dengan Hanxie. Dia merupakan target mencurigakan, yang sedang diselidiki." Yuci menyusuri rambut, dengan jari-jarinya sendiri.
Tiba-tiba teleponnya berbunyi, ternyata itu dari Hanxie. Yuci menerima panggilan, dengan rasa malas sepenuhnya. Namun bagaimana lagi, harus tetap Profesional.
"Ada apa?" tanya Yuci secepatnya.
"Nona, pintalan benang untuk bahan baju terlempar ke sungai. Saat dalam perjalanan, mobil truk besar menabrak mobil kijang." jawab Hanxie.
"Ingat iya, kamu belum mendapatkan kepercayaan dariku. Namun tugas yang ini, kamu masih berani ceroboh. Aku benar-benar bodoh, masih bisa-bisanya mengandalkan kamu." Yuci tersulut emosi.
"Maaf nona, aku akan berenang di sungai demi perusahaan ChidaaMall." jawab Hanxie.
"Terserah kamu, bagaimana pun caranya temukan." bentak Yuci.
"Baik nona, akan aku laksanakan secepatnya." jawab Hanxie.
Menyelidiki kasus kebakaran, Yeye dan Hanxie saling berkerjasama. Terbukti dari cara mereka berdua, yang memasang Cctv berjalan. Menyuruh banyak orang ikut andil, di dalam proses penyelidikan.
"Ingat iya, kalian harus sengaja berdiri dua puluh empat jam. Awasi setiap pergerakan orang-orang, di perusahaan ChidaaMall." titah Yeye.
"Memangnya kami akan dapat apa." jawab mereka, secara bersamaan.
"Tenang saja, Hanxie akan memberikan kalian imbalan." ujar Yeye.
__ADS_1
Teman-teman satu kampusnya, hanya bisa menganggukkan kepalanya. "Baiklah, kami tagih ucapanmu."
Cukup lama mereka berdiri, namun tidak ada apapun juga. Sampai kedatangan si Aldo, yang langsung dikerumuni banyak orang. Karyawan dan karyawati berharap, tidak akan ada kendala. Karena hal itu juga, dapat menghambat gaji mereka.