
Pada malam harinya Yuci membuka kamar Rui, menggunakan kunci cadangan. Yuci ingin mencoba, melakukan hal tersebut setiap malam. Meski terlihat sangat lancang, karena masuk diam-diam.
Muach!
Satu kecupan, akhirnya mendarat di dahi Rui. Yuci tersenyum malu-malu, sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan. Saat Rui melakukan pergerakan pada tubuhnya, Yuci ikut berhenti juga cekikikan. Yuci segera berjongkok, di samping ranjang tidur. Tanpa sengaja, kepalanya terbentur sisi ranjang.
”Ini sakit sekali, sungguh menggemaskan sekali malam ini. Antara ingin lompat karena dapat first kiss, dan antara ingin nangis karena membentur (menyundul) ranjang tidur.
Keesokan paginya Rui melihat Yuci, yang sedang menatap layar laptop. Rui duduk di sampingnya, untuk melihat apa yang dia kerjakan.
"Ternyata, kau mencari resep masakan di internet." ujar Rui.
"Aku bukan hanya mencari, tetapi juga membacanya." jawab Yuci.
"Kenapa kau melakukannya, apa ingin belajar memasak?" tanya Rui, ingin tahu.
"Harusnya, kau sudah mengerti tanpa perlu bertanya. Aku tidak ingin, kekurangan diriku menjadikan alasan seseorang untuk menutupinya. Aku ingin dia jujur, agar aku bisa belajar lebih baik." jelas Yuci.
Yuci mengangkat laptopnya, lalu berjalan menuju kamar. Mukanya yang ceria bak ditelan bumi, tidak menunjukkan ekspresi senyum sama sekali.
”Kenapa dengan Yuci, kok aneh sekali. Apa dia tertekan dengan tugas perusahaan, atau karena dia marah padaku. Dari kemarin diam saja, tidak mengajak berbicara sedikitpun.” batin Rui.
Pukul 08.00. Yuci baru keluar dari rumah, setelah Rui keluar setengah jam yang lalu. Memang dia sengaja, ingin tersisa dirinya sendiri. Dia tidak ingin, bila Rui melihat matanya yang sembab. Mobilnya melaju menuju ke sekolah SMA 45.
__ADS_1
Yuci ingin menemui Yaya, dan berlatih beladiri secara pribadi. Saat melangkahkan kaki di teras sekolah, dia melihat Rui dan ibu Aya. Yuci memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka, dan mengintip dari balik tembok pembatas.
"Pak Rui, apa ada jadwal mengajar lagi?" tanya Aya.
"Tidak, aku baru saja melatih anak-anak.", jawab Rui.
"Kalau gitu, aku ingin mengajak Pak Rui bertanding bola basket." tantang Aya.
"Iya boleh." jawab Rui.
”Ternyata, dia betah di luar karena sudah mempunyai teman. Kau anggap aku apa hingga masih berani berduaan, dengan orang yang sama.” batin Yuci.
Rui dan Aya melangkahkan kaki menuju lapangan. Mereka mulai bermain basket, dan Yuci hanya menjadi penonton di kejauhan. Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundaknya, hanya untuk menanyakan perihal posisinya sekarang.
"Yuci, kenapa berdiri di situ? Kenapa tidak langsung ke ruang latihan?" tanya Yaya.
"Tidak perlu cemburu, Rui dan Ibu Aya hanya rekan kerja." ujar Yaya.
"Tidak Bibi kecil, kekanak-kanakan sekali bila cemburu." jawab Yuci.
”Apanya yang rekan kerja, sedangkan mereka akrab sekali.” batin Yuci.
Yuci segera melangkahkan kakinya ke ruang latihan, bersama dengan Yaya yang berjalan mengikuti di belakang.
__ADS_1
Hanxie menghampiri Yaya, di ruang ekstrakurikuler. Yuci yang ingin latihan, langsung menghentikan gerakannya.
"Maaf Bi, mengganggu waktunya sebentar." ujar Hanxie.
"Iya, tidak apa-apa." jawabnya.
"Aku ada perlu, makanya pergi ke sekolah ini." ucap Hanxie.
Yaya menunjuk dirinya sendiri. "Ada perlu dengan aku, memangnya ada urusan apa."
"Tolong bantu aku, untuk minta maaf dengan Yeye." ucap Hanxie.
"Harusnya laki-laki bisa minta maaf sendiri. Kalau kita tulus meminta maaf, dia dapat merasakan dengan hatinya. Matanya juga bisa, melihat kesungguhan kita." jawab Yaya.
"Bi, tolonglah Kak Hanxie." sahut Hanry.
"Baiklah." jawab Yaya.
"Terima kasih." ucap Hanxie.
"Iya, sama-sama." jawab Yaya.
Mereka segera melangkahkan kaki, keluar dari ruang latihan tersebut. Yuci hanya menatap jengah, sambil geleng-geleng kepala. Ditolak olehnya tidak membuat Hanxie jera, malah meminta bantuan dengan Hanry.
__ADS_1
”Dasar duo hantu.” batin Yuci.
Hanxie mengucapkan terima kasih pada Hanry, karena sudah mau membantunya. Padahal tadi Yaya sengaja basa-basi, yang akan mempersulit setiap ucapannya. Seolah menyuruh dirinya, untuk minta maaf langsung.