Memaksa Dinikahi

Memaksa Dinikahi
Kamar VIP Pesawat


__ADS_3

Hanxie menyapa Yeye, yang sedang berkumpul bersama temannya. Yeye akhirnya menjauhkan diri dari temannya, karena ingin mengobrol dengan Hanxie.


"Ada apa kamu memanggilku?" tanya Yeye.


"Aku 'kan sudah janji, bakalan traktir kamu." jawab Hanxie.


"Sekarang 'kan masih jam kampus." ucap Yeye.


"Kamu tenang saja, lagipula dosen sedang rapat." jawab Hanxie.


Yeye tersenyum dan manggut-manggut, lalu mengikuti langkah kaki Hanxie. Teman-temannya melihat Yeye yang melambaikan tangan, itulah kode pamitan yang paling sederhana. Kepergiannya menjadi bahan pokok, pembicaraan mereka saat itu.


"Siapanya Yeye tuh."


"Pacarnya kali, makanya buru-buru pergi."


"Lumayan tampan juga, gak pernah lihat sebelumnya."


"Sengaja diberitahu sekarang, karena mendekati wisuda kali."


Yeye dan Hanxie sudah sampai pada kedai, yang menjual sate kambing dan ayam. Sate di tempat itu selalu habis terjual, karena rasanya yang lezat dan disajikan dengan ukuran besar.


"Hanxie, jangan cuma sekali traktir aku. Seterusnya, kau bisa 'kan berbaik hati lagi." Yeye terus mengunyah sate, yang masih penuh di mulutnya.


"Kau makan saja, jangan banyak bicara. Nanti, kau bisa tersedak." jawab Hanxie.


"Apa Hanry tidak ikut?" tanya Yeye.

__ADS_1


"Itu dia, sudah datang." Hanxie melirik ke arah pria, yang sedang berjalan mendekati mereka.


Pukul 21.00. Yuci menghampiri Rui, yang sedang mengisi raport. Kali ini, tentu ingin membahas tiket bulan madu.


"Rui, kita pergi ke Eropa iya besok siang." ujar Yuci.


"Kenapa buru-buru sekali, bukankah pesawat itu untuk penumpang khusus. Kamar VIP menandakan kita raja dan ratunya. Jadi, bisa sebebasnya pergi kapanpun." jawab Rui.


"Jangan bilang, kamu menolak untuk bulan madu. Kamu tidak bisa beralasan lagi, karena Ibu kamu sudah pergi." ujar Yuci.


"Iya, kita juga bisa pisah kamar." jawab Rui santai.


"Lagipula Paman Ghino dan Papaku sudah memesan kamar pesawat VIP, yang menyediakan satu kamar." ucap Yuci.


"Aku tidur di samping Bang Pilot, juga gak apa-apa." jawab Rui.


”Kau telah merebut kesabaran dalam hatiku. Maka dari itu, mulai sekarang aku akan bersikap cuek.” batin Yuci.


Kegelapan malam telah sirna, berubah menjadi sinar terang. Terdengar ayam jago yang bersahut-sahutan, dari segala penjuru. Pertanda pagi telah tiba, Yuci sedang membereskan barang-barangnya.


"Yuci, kamu tidak makan dulu?" tanya Rui.


"Tidak, nanti aja makan di luar." jawabnya datar.


"Kamu mau pergi sekarang, sehingga membawa koper?" tanya Rui.


"Menurut kamu, mau pergi atau tidak? Kamu pasti, sudah bisa menerkanya sendiri." Yuci segera berjalan, ke arah luar rumah.

__ADS_1


Rui segera menggenggam lengannya. "Jangan bersikap seperti ini, membuat tidak nyaman."


"Memangnya, kenyamanan di antara kita penting. Aku lebih nyaman, kita seperti ini." jawab Yuci ketus.


"Kamu ini kenapa Yuci?" tanya Rui.


"Aku ingin ke Eropa, kalau kamu gak mau ikut iya sudah." jawab Yuci.


"Tunggu aku sebentar, aku akan ikut bersamamu." Rui segera berlari ke kamarnya.


Yuci menunggunya untuk mengemasi barang, lalu setelah itu mereka pergi ke bandara. Yuci dan Rui masuk ke dalam pesawat, lalu keduanya merasa takjub secara bersamaan.


”Ini benar-benar romantis, rasanya ingin meninggalkan jejak yang tak terlupakan di sini. Tapi apa mungkin Rui mau, dia 'kan cuek begitu orangnya.” batin Yuci.


"Pak Pilot, aku duduk di sebelah mu iya." ucap Rui.


"Tidak bisa tuan, anda harus menghabiskan waktu bersama nona Yuci. Kamar VIP di dalam pesawat, telah disediakan." jawabnya.


Rui menurut saja, dan masuk ke dalam kamar bersama Yuci. Banyak kelopak bunga mawar, di atas ranjang tidur. Yuci meletakkan kopernya, dan masih menunjukkan sikap cuek. Bahkan, saat pesawat lepas landas di atas udara.


"Yuci, sebentar lagi pernikahan kita berakhir. Aku minta maaf, bila selama ini banyak tindakanku yang membuatmu tidak suka." ujar Rui.


"Pernikahan kontrak ini, memang aku akhiri. Aku ingin menjadi pernikahan seutuhnya." jawab Yuci.


"Yuci, bercanda kamu tidak lucu." Raut wajah Rui, terlihat kesal.


"Aku suka sama kamu Rui, aku benar-benar sayang." Akhirnya Yuci mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


Rui terdiam, masih saja tidak percaya.


__ADS_2