
Amira cukup puas melihat perubahan wajah Sovia,itu artinya Kaka iparnya yang sangat tidak tau diri terpancing dengan semua ucapannya,
"Kenapa Kaka tidak masuk kedalam sama,coba lihat Raisa setelah itu kamu bercermin,apa kamu sebanding dengannya,dari segi apa pun kamu kalah dengannya."Ucap Amira,setelah mengucapkan kata-katanya Amira berjalan meninggalkan Sovia yang masih mematung di samping pintu.Sovia memberanikan diri memasuki ruangan itu,Adrian menjauhkan tubuhnya dari samping Raisa saat melihat Sovia sudah mendekati mereka.
"Mas,kamu dari mana? Kenapa pulang sampai sore begini? Tanya Sovia,dia memandangi Raisa dengan tatapan tajam,Sovia cukup heran kenapa seorang wanita berpendidikan tinggi dan punya pekerjaan mapan harus mau dekat dengan suami orang,padahal dari awal Sovia sudah memperkenalkan dirinya kepada Raisa.
"Maaf ya mbak,aku pinjam suami mbak,tadi mobilku rusak,jadi aku minta tolong untuk mengantar aku pulang kerumah,saat kami akan sampai di rumah, kak Maria mengudang ku kesini." Jawab Raisa,terlihat jelas di wajah wanita itu rasa tidak suka kepada Sovia.
Adrian terlihat sangat gelisah,akhirnya dia berdiri dari tempat duduknya,dia mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan istrinya,
"Raisa,aku mengantarmu pulang kita pergi sekarang."Ucap Adrian lalu berjalan keluar menuju mobilnya yang masih terparkir di halaman.Seketika Sovia sakit hati mendengar ucapan Adrian,
"Mas...Apa maksudmu mengabaikan aku begini,aku tidak mengijinkan mu mengantarnya pulang,biarkan dia pulang sendiri."Ucap Sovia berteriak dari dalam rumah,melihat suaminya yang tidak merespon ucapannya,Sovia berlari menghampiri suaminya yang sudah di dalam mobil lalu membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam.
Sovia duduk dikursi mobil suaminya yang begitu empuk,kesejukan di dalam mobil itu sangat terasa saat Sovia memasukinya.
"Sovia kamu apa-apaan sih,kamu jangan seperti ini kenapa sih? aku tidak ada hubungan apa pun dengan Raisa,Kaka Maria tadi minta tolong kepadaku untuk menjemput Raisa,karna mereka ingin bertemu."Ucap Adrian masih berusaha untuk berbohong,Raisa sudah berdiri di samping pintu,wajahnya masam melihat Sovia yang tidak mau keluar dari mobil.
__ADS_1
Melihat Raisa masih berdiri diluar dan Sovia tidak mau keluar,maria dengan emosi keluar dari rumah dan berjalan menuju mobil,dia langsung membuka pintu mobil dengan emosi.
"Sovia....Kamu apa-apaan,kamu keluar,Adrian mau mengantar Raisa,kamu benar-benar tidak punya harga diri sama sekali,kamu menjijikkan."Ucap Maria dengan sangat emosi.Sovia langsung turun dari dalam mobil
"Plak...." Dia langsung melayangkan tamparan keras di wajah Kaka iparnya,Amira,Raka dan Adrian cukup tercengang melihat keberanian Sovia kepada kaka iparnya.Maria cukup kaget,bahkan dia tidak bisa berkata-kata dia memegangi wajahnya yang panas akibat tamparan yang di layangkan Sovia kepadanya.
"Jangan karna selama ini aku diam Kaka semena-mena samaku,aku sudah cukup muak kak,melihat sikapmu yang sangat angkuh dan sombong,apa yang mau Kaka anggarkan samaku Kaka mau sepele sama ku,karna aku meminjam uang dari suamimu,aku kembalikan sekarang juga.Dan kamu mas Adrian jika kamu mencintai wanita ini silahkan ceraikan aku," ucap Sovia lalu berjalan menjauh dari mereka,rasanya dia sudah sangat lama menahan rasa sakit di hatinya tapi Maria semakin keterlaluan kepadanya.
Sovia meninggalkan Maria dan semua orang yang ada di tempat itu,dia masih terlihat sangat marah napasnya naik turun,dan tubuhnya gemetaran menahan emosi yang selama ini di Pendam nya sendiri.Sovia mengambil uang dari dalam lemarinya,lalu menghitung dan membawanya keluar dari dalam kamar.
"Kak,ini uang yang aku pinjam dari kalian,aku mengembalikannya kepadamu."Ucap sovia,dia menilik keluar dan tidak menemukan mobil suaminya di luar,itu artinya Adrian tetap bersekukuh untuk mengantar Raisa kembali kerumahnya.
Adrian membawa Raisa ke sebuah cafe,lalu dia mengajak Raisa masuk dan istrahat disana,dia merasa tidak enak kepada Raisa karna keributan yang terjadi di rumahnya.
"Raisa aku minta maaf atas kejadian yang terjadi barusan di rumah,aku benar-benar minta maaf kepadamu,aku tidak nyangka kalau Sovia akan bersikap tidak dewasa seperti itu."Ucap Adrian,dia meraih tangan Sovia lalu menggenggam nya dengan erat,hubungan mereka semakin jauh,saat Raisa mengakui perasaanya kepada Adrian.
Raisa sudah jatuh cinta kepada adrian pada pandangan pertama,tapi sangat di sayangkan Adrian sudah punya istri bahkan istrinya sedang hamil muda.
__ADS_1
"Nga papa mas,aku tidak masalah,yang penting kamu masih bisa bersikap baik ke padaku,seperti sekarang ini."Jawab Raisa,dia membalas genggaman tangan tangan Adrian,dan mereka saling menatap,lalu saling tersenyum bahagia,sejenak Adrian melupakan masalah rumah tangganya.
Adrian akhirnya mengantar Raisa sampai ke halaman rumahnya,dia menolak ajakan Raisa untuk mampir karna,perasaannya sudah mulai tidak enak bahkan dia terus memikirkan istrinya Sovia.
Adrian memasukkan mobilnya kedalam bagasi,lalu dia masuk kedalam rumah dan melihat Kaka iparnya yang masih menonton bersama suaminya.Dia enggan menanyakan apa pun kepada mereka,akhirnya dia masuk kedalam kamar.
Adrian sedikit cemas saat tidak melihat keberadaan Sovia di dalam kamarnya,dia keluar lalu mencari Sovia di dapur karna biasanya istrinya akan sibuk di dapur kalau belum mengantuk.
Saat Adrian ke dapur lagi-lagi dia tidak menemukan Sovia,perasaanya sudah tidak enak,untuk menanyakan maria pun dia sangat enggan.Karna sudah tidak menemukan di tempat dimana biasanya Sovia berada akhirnya dia masuk kedalam kamar mamanya mana tau dia disana,Adrian membuka pintu kamar mamanya dan saat itu Amira menoleh kepadanya,
"Amira,dimana kakak mu?" Tanya Adrian,kali ini dia sudah benar-benar ketakutan,walaupun Adrian tidak menafkahinya dan terlihat sangat tidak peduli dengan istrinya sedikit pun Adrian tidak pernah bermimpi untuk berpisah dengan istrinya yang sangat menghormatinya.
"Aku tidak tau,memangnya dia tidak di kamar Kaka,kami tidak melihatnya semenjak Kaka pergi bersama Raisa."Jawab Amira,mendengar ucapan adiknya Adrian semakin ketakutan,dia meninggalkan kamar mamanya lalu kembali ke depan menemui kedua Kakak nya.
"Kak apa kalian melihat istriku,dia tidak ada di kamarnya."Tanya Adrian,Raka menatap kepadanya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan sama sekali.
"Mana kami tau istrimu dimana? Setelah dia mengembalikan uang yang dua juta itu,dia kembali kedalam kamarnya,setelah itu kami tidak tau dia kemana lagi! Lagian ngapain kamu sampai ketakutan seperti itu,bukan kah Raisa menyukai mu,dia sudah cerita kepadamu kalau dia sangat mencintaimu."Ucap Maria,Adrian mengabaikan ucapan kakaknya lalu dia berlari keluar dari rumah dan mencarinya di sekitar belakang.
__ADS_1
**** bersambung ****