Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 37 ~ Wanita sederhana ~


__ADS_3

Daniel mengambil kursi lalu duduk di kursi,sambil menikmati minuman dingin yang barusan dia beli dari super market yang ada di hadapannya.


"Apa kamu akan berdiri terus disana?" Tanya Daniel,entah kenapa dia sangat penasaran kepada Sovia,dimana dia selalu sendiri tanpa ada yang menemani.


"Maaf pak dokter,aku tidak biasa duduk bersama pria asing." Jawab Sovia dia sedikit malu,kepada Daniel karena pria itu terus menatapnya,bahkan Sovia sekarang salah tingkah di hadapan Daniel hingga dia tersenyum kepada Sovia.


"Sudahlah kamu duduk saja,terus jangan panggil aku dokter kalau di luar rumah sakit aku tidak suka." Ucap Daniel,dia memberikan minuman dingin yang baru saja dibelinya,kepada Sovia.


Mereka duduk di depan super market,walupun Sovia sangat tegang,karena dia takut ada yang mengenalinya,dia tidak mau ada gosip miring tentangnya kepada suaminya yang tidak bertanggung jawab itu.Sovia tidak pernah berharap kalau untuk kembali kepada suaminya,karena sudah cukup banyak selama ini rasa sakit yang diberikan pria itu kepadanya.


"Kamu mikirin apa? apa kamu sedang memikirkan suamimu?"Tanya Daniel pura-pura padahal sebenarnya dia sangat ingin tau tentang kehidupan wanita sederhana yang ada di hadapannya.


"Tidak mas,aku tidak memikirkan apa pun,aku cuma takut ibuku sudah menunggu di rumah karena aku sudah terlalu lama pergi."Jawab Sovia,dia takut mengatakan apa yang ada di hatinya.Dan saat itu Daniel langsung beranjak dari kursinya,


"Ayo,aku akan mengantarmu pulang."Ucap Daniel,Sovia ingin sekali menolak permintaan Daniel tapi sayang pria itu sudah membawa semua barang belanjaan milik Sovia dan memasukkan kedalam mobil mewah miliknya.


Sovia membuka mobil Pajero putih milik Daniel,dia sedikit ragu-ragu untuk memasuki mobil mewah milik pria itu,seumur hidupnya ini pertama baginya memasuki mobil mewah.Sementara mobil inova milik suaminya sangat jarang bahkan bisa di hitung berapa kali dia memasuki mobil itu.


"Sudahlah masuk,aku akan mengantarmu."Ucap daniel,akhirnya Sovia dengan terpaksa masuk kedalam mobil itu lalu mereka pulang menuju kontrakan milik sovia.Daniel ingin sekali menanyakan masalah rumah tangga Sovia dia tapi dia takut Sovia menilai dia terlalu lancang,sampai akhirnya mobil sudah menuju kontrakan Sovia mereka tidak berbicara sepatah kata pun.

__ADS_1


Rosa menatap heran saat mobil mewah menuju halaman rumahnya,dia tidak yakin jika itu mobil milik kaka iparnya karena dia sangat mengenali mobil Kakaknya itu.Sampai pada akhirnya Sovia membuka pintu mobil lalu keluar dari dalam mobil baru Rosa menghampirinya.


"Siapa yang mengantarmu kakak,aku kaget aku kira tamu dari mana?" Ucap Rosa sambil menatap Daniel yang baru turun dari dalam mobil,dia cukup kagum melihat ketampanan pria itu,dan dia sangat kaget kakakmu yang polos bisa memiliki teman seorang pria ganteng.


"Rosa..,siapa itu nak?" Tiba-tiba ibunya sudah berdiri di depan pintu,dengan sopan Daniel menyalami ibunya Sovia,membuat Rosa semakin kagum akan pria itu.


"Daniel tante."


"Rosa bantu kakakmu,membawa barangnya nak." Ucap ibunya Sovia sambil mempersilahkan Daniel masuk kedalam kontrakan sederhana mereka.


Daniel masuk kedalam rumah Sovia,dia semakin yakin kepada sovia kalau hubungan rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja,dia sudah yakin saat pertama kali Sovia masuk rumah sakit dan tidak di temani oleh suaminya bahkan tidak hadir sama sekali kecuali pada saat Sovia ingin keluar dari rumah sakit.


"Mari mas!" Ucap Sovia sambil menyerahkan segelas kopi,rasanya dia sangat canggung untuk duduk berdekatan dengan Daniel yang sedang duduk di tikar yang mereka sediakan,Daniel juga begitu dia begitu canggung apalagi saat ibunya Sovia menatap kepadanya,mungkin dia merasa aneh dengan Daniel yang mampir ke kontarakan mereka.


Sementara itu,Adrian baru saja sampai di rumah mereka,sejak kepergian Sovia dari rumah hidupnya seakan tidak ada semangat sama sekali,penampilannya yang sangat berantakan bahkan rambut-rambut di wajahnya mulai tumbuh dan rambut di kepalanya sudah lumayan memanjang dan dia sangat enggan untuk merapikan dirinya,hingga Amira yang sudah tinggal dirumah mereka merasa aneh dengan sikap abangnya.


Semenjak Sovia pergi mereka memutuskan untuk menggaji orang untuk mengurus ibu dan rumah mereka,makanya Raka dan Adrian sangat kewalahan karena wanita itu meminta bayaran yang cukup tinggi.


"Bang,kenapa semakin hari,kamu semakin tidak terurus,seharunya kamu menikah saja dengan Kakak Raisa,aku tidak tega melihatmu setiap hari merenung seperti itu." Ucap Amira,Adrian langsung beranjak meninggalkan Amira dan pergi berjalan kaki meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


Pada saat Adrian sedang berjalan menuju warung yang ada di depan gang rumahnya,tiba-tiba seorang wanita tetangga jauhnya memanggil namanya.


"Adrian.....Kamu mau kemana? tanya wanita itu basa-basi,Adrian sebenarnya sangat malas untuk bicara tapi karena tidak ingin di cap sombong akhirnya dia menunggu wanita itu yang sedang berjalan ke arahnya.


"Aku mau ke warung bude,kenapa?" Tanya Andrian acuh,dia sangat malas untuk bicara.


"Dimana istrimu tinggal,sepertinya dia tidak tinggal bersama kalian ya,apa kamu dan dia sedang ribut,maaf bude terlalu kepo itu karena tadi bude melihat dia sedang belanja di super market sana dan dia pulang di antar oleh seorang pria." Ucap wanita itu,seketika jantung Adrian berdetak kencang,


"Deg..."


"Pria seperti apa yang menemaninya bude?" Tanya Adrian,sejujurnya dia sangat takut mendengar ucapan wanita itu,rasanya dia sangat tidak terima jika istri yang selama ini di tunggunya sudah bersama pria lain.


"Aku tidak bisa memastikannya tetapi pria itu menaiki mobil Pajero putih,aku tidak yakin jika itu saudaranya,tapi nga taulah ya,atau mungkin dia bekerja di rumah pria itu."Mendengar penjelaskan wanita itu seketika Adrian merasa tubuhnya lemas,bahkan kakinya tidak bisa menahan bobot tubuhnya.


"Terima kasih bude,aku pulang duluan."Jawab Adrian,rencananya tadi dia ingin membeli makanan tetapi setelah mendengar penjelasan wanita itu seketika nafsu makannya hilang begitu saja,dan dia kembali pulang kerumah ibunya.


Adrian pulang dengan perasan yang tidak menentu,dia tidak tau harus bagaimana,pada saat dia sampai di depan rumahnya dia sudah melihat mobil Raisa parkir disana.Seketika perasan Adrian semakin berkecamuk antara ingin pergi dan kembali ke dalam rumahnya.


Pada saat dia ingin kembali pergi meninggalkan rumahnya,tiba-tiba Maria keluar dari rumahnya dan memergokinya di luar rumah.

__ADS_1


"Ini dia orang yang kita tunggu,masuk Adrian Raisa menunggumu,katanya sudah beberapa Minggu ini kamu tidak mengunjunginya." Ucap Maria dan saat itu Raisa keluar dari rumah juga.


**** bersambung****


__ADS_2