
Amira sangat kaget saat ibunya melayangkan tamparan kepadanya,seumur hidupnya ini pertama kalinya ibunya memberikan tamparan kepadanya.
"Ma,jangan terlalu kasar kepada Amira,kita tanya baik-baik memukulinya tidak akan menyelesaikan masalah,Amira katakan siapa yang menghamili mu?" Tanya Raka,sementara itu Raisa sampai menutup mulutnya karena begitu kaget mendengar kabar itu.
"Hu....hu...hu....Aku tidak tau bang,hu....Maafkan aku mama...Aku salah mama." Ucap Amira,dia terus menagis rasanya dia belum yakin jika dia sedang hamil,tidak mungkin itu anak Daniel karena mereka baru melakukannya tiga hari yang lalu,itu artinya janin yang ada di kandungannya adalah anak dari pacarnya yang sudah kembali kepada istrinya.
Adrian menghela napas kasar,dia tidak bisa lagi berkata-kata semenjak kepergian Sovia dari rumah mereka banyak sekali masalah yang hadir untuk mereka.Adrian sangat yakin jika itu adalah karma karena sudah menganiaya wanita yang tidak berdosa,yang begitu tulus mencintai mereka selama ini.
"Tuhan sudah menghukum mu Karena kamu terlalu jahat kepada sovia,carilah siapa pria yang mau bertanggung jawab untukmu." Ucap adrian Tampa perasaan hingga semua menatap sinis kepadanya.
"Diam kamu,apa hebatnya wanita itu,hingga dia bisa memberi karma untuk anakku,bawa suamimu itu keluar dari ruangan ini Raisa sebelum mama marah kepadanya." Ucap mama mertuanya,Raisa juga sangat kesal karena ucapan Adrian.
Raisa membawa Adrian kedalam kamar mereka,ingin sekali dia memaki pria itu,tapi Karena ini malam pertama mereka menjadi suami istri Raisa menahan emosinya.
"Apa kamu masih merindukan mantan istrimu itu?" Tanya Raisa,dia menahan suaranya agar tidak terlihat jika dia sedang marah.
"Jelas aku masih merindukan Sovia,tidak ada yang bisa mengantikan dia di hatiku termasuk kamu." Ucap Adrian lalu dia menutup tubuhnya dengan selimut mengabaikan Raisa yang masih berdiri di hadapannya.
__ADS_1
Raisa sangat sakit hati mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Adrian kepadanya,bagaiman bisa seorang wanita miskin bisa mengalahkan dia.Dari awal memang Raisa sangat menyukai Adrian,tidak peduli waktu itu Adrian sudah punya istri dia tetap sangat mencintai istrinya.
"Mas,aku tidak bisa memaafkan kata-katamu,kamu sangat keterlaluan,kita ini sudah menikah dan sudah menjadi pasangan suami istri bagaimana bisa kamu masih mencintai wanita itu." Ucap sovia,dia sudah berjuang menahan emosinya.
Adrian keluar dari dalam kamarnya karena dia sangat kesal mendengar ocehan Raisa yang menurutnya sangat menjijikan.
"Amira,katakan kepadaku,siapa ayah dari janin ini,kami akan segera menikahkan kamu agar tidak membuat malu kami." ucap mamanya,Amira sangat ketakutan,dia sangat yakin jika janin itu milik Faisal,tapi tidak mungkin dia menikah dengan suami orang dengan terpaksa dia mengatakannya.
"Dokter Daniel,dia sudah menghamili aku!" Jawab Amira,semua orang yang ada di ruangan ini cukup kaget,mereka tidak mengenali dokter itu,tapi mereka kaget mendengar bahwa pria yang menghamilinya juga orang hebat.
"Apa dokter Daniel,bagaimana bisa dia menghamili mu? Apakah selama ini kalian sering bersama,doakanlah dia mau menerima janin yang ada di perutmu itu,suruh dia datang besok kesini kalau bisa malam ini juga." Ucap ibunya,Amira mengambil ponselnya lalu menghubungi pria itu tapi sayang pria itu tiada merespon panggilannya.
Akhirnya malam ini mereka istrahat dengan tenang,mereka memutuskan untuk mengurusnya besok lagi karena,tidak mungkin mereka menemui Daniel malam-malam.
Keesokan harinya,Amira dan abangnya,Raka dan juga ibunya sudah bersiap-siap untuk menemui Daniel ke rumah sakit,mereka tidak akan mungkin membiarkan anaknya akan menderita sendiri akibat kehamilan yang tidak di harapkan itu.
Mereka semua menaiki mobil milik Raka,untung hari ini tanggal libur,sehingga Raka dan istrinya bisa mengantar Amira menemui Daniel untuk meminta pertanggung jawaban pria itu.
__ADS_1
Sementara itu,Daniel tadi pagi sudah berangkat lebih dulu ke rumah Sovia,hari ini dia ingin mengajak Sovia jalan-jalan karena ini adalah waktu libur.
"Mas tumben cepat sekali datang kesini,bahkan kami baru saja bangun pagi." Ucap Sovia yang sudah berdirinya di depan pintu.
"Iya aku ingin mengajakmu hari ini menonton bioskop,hari ini kan libur,jadi mari kita menghabiskan waktu untuk bermain." Ucap Daniel.Karena tidak ada kegiatan hari ini akhirnya sovia menerima ajakan Daniel,karena dia juga sangat jarang keluar dari rumah karena dia sibuk bekerja.
Daniel dan Sovia keluar dari gedung bioskop setelah setelah mereka selesai menonton,Sovia terlihat sangat bahagia,wajahnya terus dihiasi oleh senyumnya yang begitu manis.
"Sovia apa kamu sangat suka dengan cerita tadi?" Tanya Daniel,dia sengaja mengambil cerita dari kehidupan sovia,di mana perempuannya meninggalkan pria yang tidak bertanggung jawab.
"Iya aku sangat suka,ceritanya persis seperti kisah hidupku."
"Kamu tau kemarin mantan suami mu,sudah menikah lagi,apa kamu tidak merasa sedih?"Tanya Daniel ingin tau,dia ingin tau apa Sovia masih memiliki perasaan untuk suaminya itu.
"Tidaklah untuk apa aku sedih,hidup ini jalani saat apa yang membuat kita bahagia mas.Lebih baik kita kejalan sana aku pengen banget makan jajanan itu." Ucap Sovia sambil menunjukkan seorang pedagang kaki lima.Jujur saja Daniel sangat tidak menyukai macam-macam jajanan di luar Karena menurutnya itu sangat tidak higenis tapi melihat Sovia yang sangat menyukai makanan itu akhirnya Daniel juga ikut-ikutan makan.
Pada saat Daniel dan Sovia sedang asik makan tiba-tiba seseorang memanggil nama Daniel,Sovia dan Daniel menoleh ke arah suara itu,Sovia sangat kaget melihat mantan mertua Amira dan Abang iparnya sudah ada disana.Sovia sangat ketakutan dia langsung bersembunyi di belakang tubuh Daniel karena dia takut keluarga itu membuat keributan untuknya.
__ADS_1
*** bersambung****