Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 38 ~ Nikahi aku mas ~


__ADS_3

Adrian benar-benar bingung,dia tidak tau harus bagaimana sekarang ini,perasaanya sangat sakit saat mendengar kabar tentang Sovia tadi,tapi disini Raisa datang membuat kepalanya semakin pusing.Adrian tidak bisa menolak setiap permintaan Raisa,karena dia sudah banyak memakai uang wanita itu dan juga mereka sudah tidur bersama beberapa kali.


"Adrian,kamu kemana saja,kenapa kamu tidak pernah menemui ku lagi,papa menanyakan keberadaan mu." ucap Raisa,lalu mengandeng tangan Adrian dan menariknya masuk kedalam rumah.


Pada saat Adrian masuk kedalam dia sudah melihat ibunya,Amira dan Kaka iparnya sudah duduk di sopa,mereka sedang membuka beberapa barang yang entah dari mana dia pun tidak mengerti sama sekali.


"Lihat bang,Raisa membawa banyak oleh-oleh kerumah ini,katanya dia baru saja pulang dinas dari luar kota,dan dia tidak lupa membawa banyak belanjaan ini kepada kita,bahkan dia membawa obat yang sangat bagus untuk ibu."Ucap Amira,Adrian duduk dengan perasaan yang tidak bisa di ungkapkan,jujur saja dia katakan sedikit pun dia tidak punya perasan kepada Raisa,dia hannya menganggap wanita sebagai temannya selama ini tidak lebih,cintanya hannya kelapa Sovia istrinya.


"Makanya bang,mencari istri itu kayak kakak Raisa,banyak uang dan juga baik,bahkan dia punya pekerjaan yang sangat bagus,pasti semua orang akan memuji keluarga kita karena kamu bisa menikahi wanita hebat,bukan kayak si babu sialan itu."Ucap Amira tampa perasaan.


"Amira,sampai kapan mulutmu berbicara kasar seperti itu,baik aku akan menuruti semua keinginan kalian,semoga kalian bahagia kedepannya."Ucap Adrian sebenarnya dia sangat ingin menampar wajah adiknya tapi dia merasa segan karena Raisa ada di depannya.Raisa sangat bangga,saat Amira memujinya setinggi langit di hadapan abangnya bahkan menjatuhkan harga diri Sovia di hadapan mereka semua.


Adrian meninggalkan mereka dan pergi keluar,dia sangat kesal kepada Amira yang selalu menjatuhkan harga diri Sovia sekali pun istrinya sudah pergi meninggalkan mereka,Rasanya dia tidak terima jika Amira terus-terus menjatuhkan istrinya.


Raisa datang menghampirinya,lalu duduk di sebelahnya,dia menatap Adrian dengan penuh cinta,sementara itu Adrian harus pura-pura bahagia di hadapan wanita itu walaupun dia melakukan dengan sangat terpaksa.

__ADS_1


"Mas,apa ucapan mu barusan serius? Tanya Raisa,dia ingin memastikan perkataan yang di ucapkan Adrian tadi pada saat mereka di ruang tamu tadi.Adrin menghela napas panjang,dia bingung dengan apa yang dia rasakan kepada Raisa saat ini,tapi yang jelas dia takut keluarganya akan murka kepadanya jika dia menolak menikah dengan Raisa.Apalagi sekarang dia sudah banyak meminjam uang kepada Raisa rasanya dia tidak mungkin untuk menolak keinginan wanita itu.


"Mas nikahi aku,papa sudah ingin kita menikah secepatnya,lagian apa lagi yang kamu pikirkan,bukankah istrimu sudah meninggalkan mu,aku tidak mau menunggu lebih lama lagi."Ucap Raisa,manja.


"Berikan aku waktu untuk berfikir,bukannya aku tidak menyukaimu tapi aku takut nanti sovia kembali."Jawab Adrian,sebenarnya dia hannya memberi alasan,Karena dia memang belum siap untuk menikah dengan Raisa.


*****


Sementara itu Sovia mulai menyusun barang belanjaannya,Daniel yang sudah meninggalkan rumahnya dari tadi.Dia membersihkan semua peralatan jualannya agar selalu terlihat bersih,apalagi dia juga sangat suka menikmati jualannya sendiri.


"Dulu Kakak di rawat oleh dia di rumah sakit beberapa kali,entah kenapa semenjak itu aku dan dia sering bertemu secara tidak sengaja walau baru kali ini aku mau di antar olehnya." Jawab Sovia menjelaskan,Rosa yang mendengar penjelasan Sovia semakin kagum kepada Daniel karena dia tau ternyata Daniel seorang dokter.


"Ternyata dia dokter kak,aku makin kagum sama dia kakak,apa mungkin dia naksir sama kakak ya makanya dia peduli sama kakak,kalau dia tidak suka sama Kaka nga papa lah ya kak aku jatuh cinta kepadanya." ucap Rosa dia tersenyum kepada sovia yang sibuk membersihkan gerobak sama barang-barang yang lain.


Mendengar ucapan Rosa Sovia langsung menatap kepadanya,dia sangat tidak suka melihat sikap adiknya yang cenderung terdengar matre.

__ADS_1


"Dek,kita itu orang miskin,kita harus sadar kita itu siapa,dalam hidup ini tidak ada yang namanya cinta sejati,jangan berharap menjadi Cinderella,ini dunia nyata,aku tidak mau suatu saat kamu di permainkan seorang pria,cukup kakak yang pernah mengalami kegagalan,jangan sampai suatu saat kamu juga gagal karena mencintai pria yang salah."Rosa menunduk malu mendengar penjelasan kakaknya,tetapi dia tidak bisa membantah ucapan kakaknya,karena semua yang dikatakan oleh Sovia benar adanya.


Rosa masuk kedalam rumah meninggalkan sovia,dia benar-benar patah hati,baru kali ini dia begitu antusias kepada pria tapi sayang pria itu sangat tinggi derajatnya dari mereka,seandainya pun Daniel menyukainya dia sudah yakin ibunya tidak akan menyukai mereka yang orang miskin.


****


Keesokan harinya Sovia dan Rosa sudah kembali mendorong gerobaknya menuju tempat jualan mereka,hari ini Sovia sangat semangat untuk berjualan Karena dia ingin mencari uang banyak agar suatu saat dia bisa beli sepeda motor untuk mereka berdua berdua bersama adiknya.


Semenjak Sovia memutuskan untuk meninggalkan suaminya Adrian banyak sekali perubahan yang terjadi kepadanya.Dulu dia punya rambut panjang yang tidak terurus sekarang rambutnya pendek dan cantik serta di kasih warna yang tidak norak,dan kulitnya juga semakin bersih karena dia rutin memakai scancare yang di belinya dari super market.


Banyak sekali pria-pria muda yang mengira Sovia masih gadis,tetapi orang sangat segan kepada Sovia karena dia sangat menjaga sikap.Dan saat jualan dia selalu mengenakan jilbab untuk menutup kepalanya,walupun dia memakai jilbab masa kini yang senang modis menambah kecantikannya.


Daniel berangkat kerja sudah lumayan siang,Karen jadwal dinasnya yang tidak padat dia memilih lewat dari sekitaran rumah Sovia.Pada saat dia sedang mengendarai mobilnya tiba-tiba dia melihat seseorang yang sangat mirip dengan sovia dan sedang berjualan,Daniel meminggirkan mobilnya lalu memutar balik dia ingin memastikan jika wanita itu adalah sovia.


"Ternyata benar,dia itu sovia,aku tidak menyangka ternyata dia berjualan untuk melanjutkan hidup mereka,aku yakin hubungannya dengan suaminya pasti sedang tidak baik-baik saja." pikir Daniel,dia enggan keluar dari mobilnya karena pada saat itu Sovia sangat sibuk melayani para pembelinya.

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2