Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 40 ~ Bangga ~


__ADS_3

Daniel dengan terpaksa mengantar Amira sampai ke rumahnya,dia tidak ingin wanita itu mengikutinya sampai ke rumahnya karena dia sudah yakin,Amira pasti akan terus mengejarnya.Mobil Pajero miliknya memasuki gang menuju rumahnya hingga beberapa tetangga melihatnya dengan keheranan.


Pada saat mobilnya Sudan sampai di depan rumahnya Amira memaksa Daniel untuk singgah tapi dengan keras dia menolak karena dia tidak ingin tau sedikit pun dengan keluarga wanita itu.Dia tidak ada niat sedikit pun untuk tau tentang wanita itu.Walaupun Amira sangat kesal karena daniel tidak mau singgah,setidaknya dia bangga saat Maria dan kakaknya menatap mobi itu dengan penuh kagum.


"Pacar baru Amira? tanya Maria,kepo matanya menatap keluar rumah,untungnya tadi Maria masih sempat melihat mobil milik Daniel.


"Begitulah kakak,doakan aku bisa secepatnya menikah dengan pacarku." Ucap Amira berbohong,dia ingin maria bangga kepadanya karena mendapat pria hebat.


"Amin,aku akan doakan,kerja di mana pacarmu,sepertinya dia pria mapan,kamu sangat beruntung jika kamu menikah dengannya."


"Dia seorang dokter kakak,mungkin kami belum bisa menikah secepatnya karena dia ingin mengambil spesialisnya." Ucap Amira,wajahnya sudah sangat memerah menahan rasa malu dan bangga kepada dirinya.Dia mengetahui tentang kehidupan Daniel dari wanita pemilik warung,dia senagaja mengorek informasi daniel dari wanita itu.


*****


Adrian sudah pulang dari kantornya dari tadi,tapi dia memilih duduk di meja yang ada di halaman supermarket,dia enggan pulang kerumah karena sangat malas bertemu dengan keluarganya dan dia sangat berharap hari ini Sovia akan mengunjungi super market itu.Pada saat sedang menikmati kopi yang barusan dia beli tiba-tiba dia melihat Pajero putih keluar dari gang menuju rumahnya,dia menjadi teringat dengan ucapan,bude tetangganya yang mengatakan kalau dia melihat Sovia bersama pria dengan mobil Pajero.


Tiba-tiba saja perasannya tidak enak,dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Raka,menanyakan pria yang memiliki mobil Pajero putih itu.

__ADS_1


📞 Ya sudah bang kalau begitu,aku mengira ada orang lain yang dibawanya kerumah kita."


Adrian memutuskan sambungan teleponnya,dia menghela napas lega,dia mengira pria itu datang bersama Sovia sambil membawa surat gugatan cerai untuknya.


Jauh di lubuk hati Adrian dia sangat menyesali seluruh sikap buruknya selama ini kepada Sovia,kini dia menyesal setelah Sovia memilih pergi dari hidupnya,bahkan dia sangat menyesal karena tidak menuruti keinginan istrinya itu untuk pindah dari rumah ibunya.


"Sovia,pulanglah,aku berjanji jika kamu pulang aku akan berubah dan aku akan menuruti segala keinginanmu." Ucap Adrian.Hari sudah semakin sore bahkan sudah hampir gelap,Adrian memutuskan untuk kembali karena dia Sudan mulai lelah.


****


Sovia membawa gerobaknya menuju rumahnya,sementara Rosa membantunya untuk membawa barang-barang yang lain,ibunya keluar dari rumah untuk membantu mereka dan Bahakan sudah menyiapkan dua gelas teh manis di tambah mie goreng kesukaan Sovia.


"Sudah lah nak,kamu istrahat saja,biar kan mama yang membersikan semuanya,apa kita tidak jadi ke pasar malam ini?"Tanya ibunya.Sovia berjanji hari ini akan membawa ibunya ke toko pakaian dan membeli beberapa baju yang bagus untuk ibunya.Dia sudah berjanji akan memberikan kebahagian kepada ibu yang sudah memperjuangkan merek dengan susah dulu.


Setelah selesai membersihkan gerobaknya,Sovia dan Rosa juga sudah selesai mandi,mereka bertiga berangkat menuju toko pakaian yang ada di tengah kota.Beberapa minggu,ini dia sangat sibuk jualan karena dia sudah tidak punya simpanan,itulah sebabnya dia tidak pernah mengajak ibunya kemana pun.Hari ini dia sudah ada sedikit uang mereka masuk ke sebuah toko yang menjual pakaian yang sangat bagus menurutnya.


"Sovia,baju-baju disini cukup mahal,lebih baik kita cari toko yang lain." Ucap ibunya polos,dia tidak tega kedua anaknya sudah susah mencari uang tapi di habiskan begitu saja.

__ADS_1


"Sudahlah Bu,beli saja,kami ingin ibu bahagia,selama di kampung kita tidak pernah menikmati hidup yang nyaman,sekarang di kota kita sudah bisa,sekarang ibu pilih biar kita makan aku sudah lapar." Ucap Rosa.Setelah ibunya selesai memilih baju yang di inginkan mereka keluar dari toko baju lalu masuk menuju restoran,mereka memesan makanan yang sangat banyak,hari ini ibunya ulang tahun,sovia membawa ibunya kemana pun yang dia inginkan.


Sovia sangat bahagia saat dia melihat ibunya tersenyum sangat bahagia karena ternyata keinginan terbesar dalam hidupnya sudah bisa dia tunaikan yaitu membahagiakan ibunya,walupun dia mampu melakukan itu setelah dia berpisah dari pria itu.


Merek puang dengan wajah yang sangat bahagia,Sovia juga senang beruntung karena ternyata tetangga kontrakannya rata-rata mahasiswa,itulah sebabnya mereka hidup dengan damai dengannya.


****


Sementara itu,di rumah Adrian suasana rumah tiba-tiba ribut karena ternyata sudah malam-malam Raisa datang menemui adrian dan menarik tangannya menuju rumahnya.


"Mas,kita ke rumahku sekarang,papa sama mama menunggumu di rumah mereka ingin bertemu denganmu sekarang juga."Ucap Raisa.Adrian sangat panik,dia benar-benar belum siap,bertemu ibunya Raisa.


"Raisa kenapa harus mendadak seperti ini,lain kali saja ya,aku belum siap takutnya ibumu dan ayahmu tidak menerima ku karena aku sudah memiliki istri." Jawab Adrian berusaha mengelak.


"Sudahlah mas,keluargaku sudah tau semua hal tentangmu,kamu tidak perlu minder." ucap Raisa,dia terus memaksa hingga Adrian tidak punya alasan apa pun untuk menolak keinginan Raisa,apalagi dia melihat ibunya yang sudah menatap sinis kepadanya,mungkin dia mau bilang untuk menuruti keinginan Raisa.


Adrian menyetir mobil milik Raisa,karena tadi dia membawa mobil sendiri.Adrian sebenarnya sangat gemetaran,bahkan sampai hari ini dia tidak tau perasaanya,kepada Raisa kecuali rasa berutang budi,dia masih mengharapkan Sovia Kemabli kepadanya,dia sudah berjanji jika Sovia kembali maka semua keinginan istrinya itu akan di turuti nya.

__ADS_1


"Mari mas masuk,papa sama mama sudah menunggumu di meja makan,mereka ingin menanyakan sesuatu untukmu."


**** bersambung****


__ADS_2