Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 41 ~ Aku belum siap ~


__ADS_3

Adrian melangkahkan kakinya dengan ragu-ragu memasuki rumah mewah milik keluarga Raisa,Kedua orang tuanya sudah duduk santai di meja makan.Raisa adalah anak tunggal dari orang tuanya,ayahnya bekerja di sebuah kantor pemerintahan,dan sementara ibunya pelayan kesehatan di rumah sakit pemerintah,bisa di bilang keluarga Raisa orang yang cukup mampu.


"Papa,mama,aku bawa pacarku pa,mari masuk sayang."Ucap Raisa,Tampa malu-malu dia menggandeng Adrian masuk kedalam rumahnya karena Adrian merasa canggung dan sedikit segan karena orang tuanya berada di sana.


"Malam om,Malam Tante,perkenalkan nama aku Adrian." Ucap Adrian,dia menarik kursi malu-malu lalu duduk di samping Raisa yang terlihat tidak punya etika di hadapan orang tuanya.


"Hmm...Aku sudah mendengar semua tentang kamu dari anakku Raisa,sebenarnya aku tidak suka dengan latar belakangmu yang sudah pernah menikah,tapi bagaimana lagi anakku sudah sangat menyukaimu,jadi bagaimana masalah perceraian mu,apa kamu sudah resmi bercerai." Tanya Rudi papanya Raisa.Adrian tidak tau harus menjawab apa,bahkan dia tidak punya keinginan untuk bercerai dengan Sovia,sehebat apa pun Raisa sekaya apa pun orang tuanya,Adrian jauh lebih mencintai Sovia dari pada Raisa yang sangat manja dan egois.


"Maaf om,untuk itu aku belum bisa jawab." Ucap Adrian dengan nada rendah bahkan hampir tidak terdengar.Rudi kaget mendengar jawaban Adrian,bagaimana bisa anaknya meminta restu darinya untuk menikah dengan pria yang masih punya suami.


"Jadi maksudmu,kamu masih belum cerai dengan istrimu?"


"Pa...Istrinya kabur,jadi dia tidak tau harus bagaimana mengurusnya,lagian ya pa,istrinya itu bukan wanita baik-baik makanya Adrian tidak suka,bukan karena Adrian ingin cerai." Ucap Raisa berusaha membela Adrian di hadapan orang tuanya.


"Baiklah,kalian lanjutkan makan kalian kami masuk dulu."Jawab Rudi lalu mengajak istrinya yang tidak memberi komentar apa pun dari tadi.Mereka meninggalkan Adrian dan juga Raisa makan malam di rumahnya.


Setelah kedua orang tua Raisa pergi meninggalkan mereka berdua,Adrian menarik napas lega,rasanya untuk bernapas pun dia sangat sulit saat berhadapan dengan orang tua Raisa yang memiliki wajah yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Raisa aku merasa tidak enak dengan orang tuamu,ijinkan aku menyelesaikan masalah pribadiku,setelah itu baru kita lanjutkan rencana kita,disini aku terkesan seperti pria yang mencintai kamu Karena pekerjaanmu dan juga harta orang tuamu." Ucap adrian,dia sangat kewalahan dengan sikap Raisa yang maunya segalanya sesuai rencananya.


"Sudahlah sayang,kalau masalah orang tuaku,aku bisa selesaikan dengan baik,kamu tinggal jalani saja,aku sudah tidak sabar ingin menjadi pengantin mu sayang,aku sangat mencintaimu." Ucap Raisa sambil bergelut manja di pundak Adrian.


Adrian kehabisan kata-kata akhirnya dia pamit untuk pulang karena sudah sangat jijik dengan sikap Raisa.


"Sudahlah lain kali kita bahas aku pulang dulu soalnya besok aku harus bekerja lagi." Ucap Adrian,walaupun Raisa belum mengijinkan dia pulang,dia terus kekeh dia sudah tidak tahan duduk berdampingan dengan Raisa.


"Om,tante aku pamit pulang dulu karena besok aku masih harus bekerja." Ucap Adrian,kedua orang tuanya hannya mengangguk mungkin juga mereka kurang suka dengan Adrian,tetapi karena anaknya sudah sangat cinta mereka hannya bisa diam.


Setelah adrian meninggalkan rumahnya Rudi langsung memanggil Raisa,yang sudah berada di kamarnya,


"Ada apa ayah,aku sudah ngantuk." Ucap Raisa,dia duduk di atas sopa walau wajahnya terlihat tidak senang saat orang tuanya memanggilnya.


Kedua orang tuanya menatap Raisa,mereka tidak senang saat Raisa harus jatuh cinta kepada pria beristri terlepas apa pun alasannya mereka sangat tidak suka dengan perceraian.


"Raisa ayah tidak setuju dengan pilihanmu,ayah akan mencari pria yang jauh lebih hebat dan juga tampan dari pacar mu itu,sekarang putuskan dia." Ucap Rudi dia sangat berharap anak tunggalnya menerima kata-katanya tapi sayang sepertinya anak gadisnya tidak suka dengan ucapannya,terlihat dari tatapannya kepada mereka.

__ADS_1


"Ayah,aku sudah sangat cinta kepadanya,aku tidak mau sama yang yang lain pokonya aku harus menikah secepatnya kepadanya." Ucap Raisa lalu meninggalkan kedua orang tuanya yang masih duduk di atas sopa.


****


Adrian kembali kerumahnya dengan,perasaan tidak menentu,antara kesal dan dan tidak tau harus melakukan apa,di lain sisi dia masih berharap Sovia kembali kepadanya,dia masih berharap bisa menjadi suami dari Sovia,dia ingin berubah jika memang Sovia mau kembali kepadanya.Disisi lain Raisa menuntutnya untuk menikahinya terus padahal sedikit pun dia tidak bisa jatuh cinta kepada wanita itu,apalagi melihat sikapnya yang sangat egois dan manja.


"Aaarrrgghh....Aku benci dengan semua ini,kenapa aku harus bertemu dengan wanita itu,dimana istriku,aku sangat merindukan mu Sovia,maafkan aku yang sudah menyia-nyiakan mu,ternyata begini rasanya kehilangan orang yang kita cintai,selama ini aku mengira kalau sikapku sudah benar,dan aku tidak menghargai kehadiranmu di hidupku,kini aku sadar jika kamu sangat berarti dalam hidupku." Ucap Adrian,dia menagis sesenggukan,terlalu sulit baginya melepaskan Sovia,Sovia baru meninggalkannya satu bulan lebih tapi rasa rindu di hatinya sudah sangat tidak bisa di bendung lagi.


"Bang,apa yang kamu lakukan di kamar sana, apa kamu menagis apa yang membuatmu menangis,keluar dulu Bang,mama ingin bicara kepadamu." Amira memanggil Adrian untuk keluar dari kamarnya,tetapi Adrian tidak peduli baginya seluruh keluarganya yang membuat hidupnya berantakan sekarang ini.


"Bang...Mama ingin bicara bang,cepatlah jangan membuat mama menunggu " Amira kembali memanggilnya,dengan berat hati Adrian keluar dari kamarnya setelah dia menghapus air matanya,


"Ada apa?"


"Mama mau bicara,mama sudah di ruang tamu,mama menunggumu." Ucap Amira lalu dia meninggalkan Adrian yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.Adrian melangkah dengan langkah gontai,rasanya dia begitu malas untuk menemui mamanya,dia kembali mengingat betapa kejamnya dulu mamanya memperlakukan Sovia,rasanya ingin sekali dia tidak menghargai mamanya lagi,tapi mengingat dia adalah wanita yang sudah melahirkannya terpaksa dia harus menurutinya.


"Ada apa ma?"

__ADS_1


"Kapan kamu menikah dengan Raisa,mama sudah sangat tidak sabar untuk melihat kalian menikah?" Tanya mamanya.Semenjak dia mengkonsumsi obat yang diberikan oleh Raisa,sangat banyak sekali perubahannya,dia sudah lancar bicara bahkan dia sudah bisa melakukan semaunya sendiri tampa di bantu Amira atau Maria,dan hal itu yang membuat dia semakin menyukai Raisa.


*** bersambung****


__ADS_2