
Adrian dan mamanya keluar dari dalam gedung setelan mereka membeli sepasang cincin pernikahan untuk Amira dan calon menantunya.Adrian sedikit pun tidak berbicara sepanjang jalan,dia hannya membayangkan kebahagian yang di dapatkan oleh sovia setelah mendapat pria yang begitu hebat.Ada rasa malu di hati adrian saat dia mengingat pernikahannya dengan sovia setahun yang lalu hannya memberikan cincin imitasi kepada mantan istrinya itu dulu.
Begitu juga dengan Lilis,entah kenapa hatinya begitu sakit saat mengetahui sovia di nikahi pria hebat dan juga orang sukses.Dia mengigat betapa kejamnya dia kepada menantunya itu hannya karena dia orang miskin dan tidak punya pendidikan.
Kini ada rasa penyesalan di hatinya,dia memang bangga memiliki menantu PNS,dan juga kaya tapi semuanya tidak berguna saat wanita itu tidak menghargainya sedikit pun,bahkan selalu merendahkannya.
"Ada apa dengan mu ma,tidak biasanya kau diam seperti itu,apa kamu merasa bersalah dengan semua perbuatan mu kepada Sovia sementara hari ini ada pria hebat yang melamarnya,ingat ma,kamu tidak akan mendapat menantu sehebat dia lagi,mama ingat bagaimana baiknya dia saat merawat mama waktu lumpuh dulu,memang mama hebat di puji setiap orang saat mendapat menantu seorang PNS tapi itu tidak menjamin kalau dia wanita yang baik." Ucap adrian panjang lebar.
Mamanya terlihat menunduk lesu,sampai mereka tiba di rumah Lilis masih diam dan langsung masuk kedalam kamar karena merasa bersalah dengan semua masa lalunya dulu.
Semua tetangga sudah hadir untuk membantu mereka untuk mengurusi acara besok,terlihat begitu ramai di rumah itu tapi Lilis tidak terlihat sama sekali.
"Maria kemana mama mertuamu,sepertinya dia tidak keluar tumben,biasanya dia sudah duduk seperti nyonya dan membanggakan seluruh kehebatan yang dia punya." tanya seorang tetangga sambil menghiasi kamar pengantin untuk Amira.
"Aku juga tidak tau Bu,mungkin dia lelah habis kembali dari pasar." Jawab Maria,beberapa tetangga tersenyum sinis,Lilis memang sangat terkenal dengan kesombongannya hingga tetangga nya suka melihat jika keluarga Lilis ada masalah.
****
Keesokan harinya acara pun di mulai tampak acaranya begitu meriah karena ada dangdutannya,walaupun pesta begitu meriah Lilis terlihat sedih dan tidak banyak bicara,dari kemarin dia memikirkan semua perbuatannya kepada Sovia,hingga hari ini dia mendapat balasan dengan membayar pria untuk menikahi anak gadisnya yang hamil di luar nikah.
Setelah pesta selesai,dan seluruh tamu sudah kembali,mereka semua berkumpul di ruang tamu,Stevan yang belum mengganti pakaian duduk di sana dia tampak sudah tidak sabar untuk meminta uang yang lima puluh juta dari keluarga istrinya.
__ADS_1
"Ma,sudah bisakah kalian mengirimkan uangnya untukku,aku sangat membutuhkan uang itu untuk menambah modal Bisnisku ,yang di Kalimantan." Ucap steven,Raisa terlihat tersenyum jahat,dia juga sudah tidak sabar menerima bagian dari Steven.
"Kerja yang bagus Steven,aku akan membuat keluarga ini malu,dan juga hancur karena sudah mencoba untuk bermain-main denganku." Batin Raisa di iringi senyum jahatnya.
Lilis mengirim uang melalui ponselnya kepada steven,dia tidak banyak bicara,tapi setelah transferannya sukses,Lilis langsung masuk kedalam kamar dan menagis di sana.
"Mungkin ini semua balasan atas apa yang aku perbuat di masa lalu,sekarang Sovia sudah hidup bahagia bersama keluarganya.Aku sangat malu kepada keluarga Sovia,aku malu kepada semua orang." Lilis menagis sesenggukan di dalam kamar hingga semua orang mendengarnya.
Maria berlari kecil menemui ibu mertuanya begitu juga dengan Amira dia mengikuti langkah Kaka iparnya.
"Ada apa dengan mu mama,aku perhatikan dari mama kembali dari toko kemarin mama terlihat begitu sedih apa ma?" Tanya Maria, dia dan Amira duduk di pinggiran ranjang ibunya.
"Ma,maafkan aku,ini semua karena aku tidak bisa menjaga diri aku sangat menyesal ma."Amira berbicara sambil menangis di samping ibunya yang juga sedang menangis.
"Sudah lah ma,seperti itulah hidup,jadikan semua itu menjadi pelajaran hidup yang berharga,semoga ke depannya keluarga kita akan semakin lebih baik,dan Amira bisa hidup bahagia kedepannya."Maria memberi nasehat kepada mama mertuanya walau jauh di lubuk hatinya juga merasa menyesal selama ini sudah berbuat jahat kepada Sovia.
"Aku sangat menyesal,sepertinya hidupku tidak akan merasa tenang jika aku tidak meminta maaf kepada Sovia." Ucap Lilis.Setelah mengobrol panjang lebar akhirnya Lilis memutuskan untuk menemui Lilis dan keluarganya untuk meminta maaf kepada Sovia dan juga keluarganya,dia ingin hidup berdamai dengan keadaan,karena kesombongan yang ada di hatinya tidak memberinya kebahagian ternyata.
*****
Hidup berjalan seperti biasa tidak terasa sudah seminggu Stevan tinggal di rumah mertuanya,dia sedikit kurang nyaman di sana,akhirnya dia memutuskan untuk pergi meninggalkan Amira dengan alasan pergi melakukan perjalanan bisnis ke kalimantan.
__ADS_1
"Apa kamu akan lama di sana mas?" Tanya amira saat sedang menyusun pakaian milik Stevan.
"Tidak paling lama juga dua Minggu,kamu yang sabar ya,aku akan kembali menemui mu,kamu harus menjaga dirimu dengan baik selama aku tidak ada ." Ucap Stevan membuat amira merasa sedih.
Setelah Stevan pergi,amira menangis di ruang tamu ada perasaan di hatinya yang mengatakan kalau stevan tidak akan kembali lagi kepadanya.
"Sudahlah Amira belum tentu juga yang kamu pikirkan itu benar."Lilis menghela napas berat,karena sudah seminggu lebih dari perjanjiannya dia belum juga pergi juga menemui keluarga Sovia,dia masih berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk menemui keluarga itu apalagi terakhir mereka bertemu ada keributan yang terjadi.
"Maria kembali dari pekerjaannya,dia langsung duduk karena hari ini dia pulang lebih dulu dari suaminya,dia kelelahan karena tidak terbiasa di dalam angkot.
"Ma,kapan kita menemui keluarga Sovia?"
"Entahlah,aku juga belum berani kesana,karena terakhir kita juga berantem dengan orang itu,." Ucap ibunya,Maria tidak memberi komentar apa pun kepada ibu mertuanya dia hannya pergi masuk kedalam kamarnya.
*****
Sovia sedang duduk di ruang tunggu rumah sakit,dia sedang menunggu calon suaminya.Daniel menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit karena mereka akan pergi memenuhi undangan kepala rumah sakit yang sedang mengadakan pesta ulang tahun pernikahan mereka.
Pada saat itu tampa sengaja Sovia melihat Raisa bergandengan tangan dengan seorang pria yang tidak dikenalinya.
"Bukankah Raisa itu istrinya adrian kenapa dia bisa begitu mesra dengan pria lain untuk apa dia ke rumah sakit ini." Batin Sovia.
__ADS_1
*** bersambung***