
Dokter Daniel menatap curiga kepada Sovia dan Adrian,dia curiga Sovia ingin memberitahu sesuatu kepadanya,tapi melihat adrian yang selalu memotong pembicaraan Sovia.
"Ada apa Sovia,kamu ingin memberitahu apa kepadaku?" Tanya Daniel,saat itu Sovia terlihat menatap ketakutan kepada suaminya,
"Maaf dokter istri saya baru saja kehilangan bayi kami,mungkin dia sangat trauma dan kehilangan." Ucap adrian mengalihkan perhatian dokter kepada Sovia,melihat Adrian berusaha mengelak akhirnya Daniel meninggalkan ruangan itu dan kembali melanjutkan aktifitasnya.
"Kamu apa-apaan sih Sovia,aku tau aku salah tapi jangan bersikap anak-anak." Ucap adrian,setelah dokter meninggalkan mereka.Adrian mengambil buah potong dari kresek lalu membukanya dan menyuapi k mulut Sovia,tapi sayang Sovia sudah tidak terpengaruh dengan sikap munafik suaminya.
"Braakkk,aku tidak butuh ini,kamu pergi dari hadapanku sekarang juga karna aku sudah muak dengan semua keluargamu dan juga kamu." Ucap Sovia lalu menjauhkan wajahnya dari hadapan Adrian.Adrian sangat kesal melihat sikap sovia yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.
"Kamu keterlaluan Sovia,aku sudah membujuk mu dari tadi tapi sepertinya kamu menjadi besar kepala baiklah aku akan pergi dari sini,aku tidak mau menjaga mu.' Ucap Adrian.
"Hai.....,bagaimana keadaan mu mbak,aku turut prihatin atas kejadian yang menimpa mu ya.Ini buah untukmu mbak agar pulih dengan cepat " Tiba-tiba saja Raisa sudah masuk ke ruangan Sovia,Raisa menyerahkan parsel buah yang cukup besar.
"Raisa.." Adrian sangat kaget,dia tanpa sadar memanggil nama Raisa,tatapannya membuat Sovia yakin jika mereka memiliki hubungan lebih,untuk apa Raisa datang menjenguknya sementara mereka sama sekali tidak saling kenal apa lagi sedekat itu.
__ADS_1
"Maaf aku tidak menyambut mu disini silahkan keluar dan bawa Kemabli buah mu itu aku tidak membutuhkan apa pun untuk saat ini." Jawab Sovia sinis.Wajah Raisa berubah,mungkin dia merasa malu kepada Adrian karna ucapan istrinya.Raisa menatap adrian dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti oleh Sovia,kedua manusia itu saling menatap membuat Sovia sangat yakin keduanya punya hubungan lebih.
Sebenarnya Sovia sudah tidak peduli kepada Adrian,sekali pun Adrian memiliki hubungan dengan wanita itu Sovia sudah tidak peduli lagi karna perasaan cinta Sovia kepada Adrian sudah hilang bersama hilangnya bayi miliknya,dan sekarang hannya yang tersisa hannya kebencian kepada keluarga itu.
"Kalian berdua keluar dari ruangan ini,aku sangat tidak mengharapkan kalian berdua disini."Ucap Sovia.Setelah mengucapkan kata-katanya dia pura-pura tidur karna dia sudah muak melihat kedua manusia itu.
Adrian menarik tangan Raisa lalu membawanya keluar dari ruangan tempat Sovia dirawat,dia sangat kesal kepada Raisa Karan sudah berani datang menemuinya pada saat dia bersama istrinya,dia membawa Raisa menjauh dari sana.
"Raisa untuk apa kamu datang kesini,kamu cari masalah ya,kamu tau Sovia seperti ini karna ulah kita berdua." Ucap adrian,terlihat jelas kemarahan di wajahnya bahkan dadanya naik turun menahan emosinya.
"Kalau kamu tidak menyukaiku katakan saja,tidak usah berbelit seperti itu,aku tidak suka dengan pria plin-plan seperti itu,dan satu lagi jika kamu tidak segera menceraikan dia lebih baik hubungan kita sampai disini." Ucap Raisa lalu pergi meninggalkan Adrian di tempat itu.
Adrian terdiam menatap kepergian raksa,bahkan Raisa sudah menghilang,dia belum juga beranjak dari sana,untuk menyusul Raisa pun rasanya dia sangat malas,lama-lama dia muak melihat sikap Raisa yang suka memaksakan kehendak.
Adrian menggaruk kepalanya yang tidak gatal,lalu menarik napas dan membuangnya ke udara,dia bingung harus bagaimana sekarang,dia masih ingin merawat Sovia tapi raisa sudah mengancamnya.
__ADS_1
Adrian kembali masuk kedalam ruangan Sovia di rawat,jujur saja dia tidak tega meninggalkan Sovia sendirian di rumah sakit.Akhirnya malam ini adrian menjaga Sovia di rumah sakit walaupun sudah banyak sekali Raisa menghubunginya dari tadi.
"Sialan sekali Adrian,apa mungkin dia sangat mencintai wanita miskin itu,bagaimana mungkin dia lebih memilih wanita seperti itu dari pada aku,entah kenapa aku sangat mencintai Adrian sikapnya yang lembut dan perhatian mampu membuatku benar-benar jatuh cinta kepadanya."Ucap Raisa sambil mondar mandir di dalam rumahnya.Dia sangat berharap malam ini adrian menemuinya,sesekali dia mengintip dari jendela berharap mobil yang lewat dari rumahnya adalah adrian.
[ Sayang malam ini tidak perlu menungguku,aku akan menemani Sovia,aku tidak tega meninggalkan dia karna keadaannya belum stabil.jika nanti dia sudah kembali sehat aku akan menemanimu setiap saat love you 🥰 ] Raisa melempar ponselnya ke sopa saat membaca pesan yang dikirim oleh Adrian rasanya dia sangat tidak terima saat dia bukan prioritas Adrian.
"Aku sangat tidak menyukai pria jika tidak bisa membuatku ratu di dalam hatinya,untuk apa dia peduli dengan keadaan istrinya apa urusannya,dasar menyebalkan."Ucap Raisa dia mematikan televisi lalu masuk kedalam kamarnya dengan perasaan yang sangat kesal.
Semetara di rumah sakit Adrian terus berusaha membujuk Sovia agar mau makan makanan yang sudah di belinya dari luar,dia menyuapi Sovia tapi Sovia berulang kali menepis tangannya hingga makanan itu berantakan di atas tempat tidur Sovia.
"Sovia aku sudah lelah dengan sikapmu,terserah jika kamu tidak mau makan,entah apa mau mu,nanti juga kita juga masih bisa buat anak untuk apa kamu se marah itu kepadaku." Ucap adrian.Karna tidak sabar Adrian langsung pergi meninggalkan Sovia dia sangat marah dan emosi ingin sekali dia meninggalkan Sovia tapi dia tidak tega karna Sovia sepertinya sangat terpukul.
Melihat Adrian yang sudah pergi,Sovia menagis,kali ini dia tidak mau lagi terpengaruh dengan sikap lembut Adrian,dia sudah berulang kali di sakiti bahkan tidak di hargai,dan Sovia merasa curiga jika suaminya punya hubungan spesial dengan Raisa wanita dambaan keluarganya.
"Pergilah bersama wanita yang di dambakan keluarga mu mas,mulai hari ini aku sudah menganggap kalau diriku ini janda,untuk apa memiliki suami yang tidak pernah menghargai ku,kalau kamu menikahi ku hannya untuk supaya keluargamu punya babu gratis lebih baik aku pergi." Ucapin Sovia,setelah itu dia kembali tidur karna besok dia sudah harus pulang.Dia sudah merencanakan kembali keruang mertuanya hannya untuk mengambil barang-barang dan sisa uangnya yang dia sembunyikan.
__ADS_1
*** bersambung****