
Daniel duduk di teras rumah sambil menikmati teh yang dibuatkan oleh Sovia kepadanya,sudah beberapa hari dia tidak mengunjungi Sovia karena dia begitu sibuk di rumah sakit.
"Sovia,temani aku jalan-jalan,rasanya kepadaku terlalu pusing terus berkerja aku ingin keliling kota sambil menghirup udara segar,terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga aku lupa istrahat dan membahagiakan diri." Ucap Daniel.Setiap kali Daniel mengajak Sovia entah kenapa dia tidak tega menolaknya,bukan karena dia ada perasaan tapi karena dari memang dia tidak tega.
"Tunggu ya mas,aku siap-siap dulu ya." Sovia beranjak dari tempat duduknya lalu mandi,Karena dia belum sempat mandi sejak kembali dari jualan.Sementara itu Rosa sedang memasak,ingin sekali dia menggoda kakaknya tapi dia takut karena kakaknya tipe orang yang serius.
Daniel membawa mobilnya keliling kota,dia membuka sedikit kaca mobil agar angin dari luar bisa masuk kedalam mobil.
"Kamu tau tidak Sovia,aku ingin sekali mengajakmu jalan-jalan ke Bandung,tapi aku takut kamu tidak akan mau ikut,makanya aku hannya mengajakmu ke kota ini." Ucap Daniel memecah suasana yang sangat mencekam di antara mereka berdua.Sovia tersenyum tipis mendengar ucapan Daniel jelaslah dia tidak mau karena dia tidak ingin menjadi janda murahan yang mau pergi dengan pria yang bukan muhrimnya apalagi sampai bermalam.
"Untunglah mas tidak mengajakku kesana Karena memang aku tidak akan mau,bagiamana bisa seorang wanita pergi bersama pria yang bukan muhrim apalagi sampai bermalam,aku tidak mau orang menilai ku sebagai janda murahan." Jawab Sovia sarkas,ini yang paling disukai Daniel dari sikap seorang Sovia,walaupun dia seorang dokter tapi tidak membuat Sovia tergoda dengan gampang kepadanya.
"Hmm,aku sudah menduganya,kamu memang hebat Sovia,aku menyukai sikap rendah hatimu,dari awal aku tau kamu memang orang baik,suamimu saja orang yang tidak tau diri." Ucap Daniel,Sovia hannya bisa tersenyum tipis mendengar ucapan Daniel.
Mereka duduk di sebuah taman,banyak sekali anak muda yang sedang berkumpul disana mungkin mereka sedang memadu kasih atau apa pun itu membuat Sovia sedikit risih.
__ADS_1
"Kamu tidak nyaman disini,kamu mau kita pindah tempat?" Tanya Daniel saat dia melihat wajah Sovia yang kurang nyaman.
"Nga papa mas,aku merasa kayak anak ABG saja duduk disini,tapi kalau mas suka aku nga papa kok." Jawab Sovia dengan wajah cerah membuat Daniel tersenyum.Daniel pergi ke minimarket di sebrang jalan,dia ingin membeli beberapa cemilan untuk mereka.Pada saat itu tiba-tiba seseorang datang dari belakang Sovia sambil menepuk pundaknya,dia sangat kaget karena tidak ada satu orang pun yang dia kenal disini.Sovia langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menoleh ke belakangnya.
"Mas apa yang kamu lakukan disini?"
"Harusnya aku yang bertanya kepadamu apa yang kamu lakukan seorang diri disini,apalagi kamu seorang wanita jangan katakan kamu kesini untuk mencari pria,karena kamu sudah ingin menikah." Tanya Adrian dia menatap sekelilingnya tidak ada orang jadi dia yakin kalau Sovia sendirian disana.
"Bukan urusan mu lagi apa pun yang ku lakukan,bukan kah kamu sudah menikah,untuk apa kamu mengurusi ku,pergi kamu jangan ganggu aku,karena aku tidak suka di ganggu." Ucap sovia lalu dia kembali duduk di kursi yang ada di sana.Adrian juga menyusulnya duduk di samping Sovia,tiba-tiba dia menarik kedua tangan sovia,dan menggenggamnya dengan keras,Sovia sangat panik dia takut Daniel melihat ya sovia berusaha melepaskan genggaman adrian tapi semua sia-sia karena Adrian memegangnya dengan kuat.
Pada saat itu Daniel sudah datang menghampiri mereka lalu dia menarik tangan adrian dan melepaskan nya dengan kasar,setelah itu dia menatap sinis kepada Adrian.
"Apa yang kamu lakukan,apa kamu pria yang tidak punya harga diri,bisa-bisanya kamu melakukan itu kepada Sovia,bukan kah kamu sudah menikah harusnya kamu kembali ke rumahmu,dah urus istriku,dasar brengsek kamu." Ucap Daniel.Tidak terima dengan kata-kata Daniel yang sudah mempermalukannya di depan sovia adrian langsung mendaratkan satu pukulan tepat mengenai wajah Daniel.
" Bug.....Untuk apa kamu mengurusi urusan rumah tangga ku,kenapa kamu jatuh cinta kepada istriku,rendah sekali harga dirimu jatuh cinta kepada istri orang lain." Ucap adrian penuh emosi,ingin sekali dia menghajar pria itu tapi di sana sudah banyak orang yang menatap ke arah mereka.
__ADS_1
"Sudah-sudah mas,lebih baik kita meninggalkan dia disini dia sudah mulai gila karena hidupnya tidak sesuai dengan keinginannya,hidupnya di atur oleh ibunya yang sangat kejam." Ucap Sovia sambil menarik tangan daniel meninggalkan tempat itu.
"Kejam sekali kamu Sovia,membongkar aib suamimu ke pada pria lain,aku doakan kamu tidak bahagia sampai selamanya karena sudah membuatku malu di hadapan orang."Adrian berteriak keras,dia sudah tidak peduli lagi dengan tatapan orang kepadanya.
Akhirnya Daniel membawa sovia ke dalam cafe disana mereka nongkrong sambil mendengar lagu-lagu romantis.
"Sovia..."
"Iya mas!"
"Sebenarnya sudah lama aku ingin katakan apa yang ada di hatiku,tapi aku masih ragu-ragu aku takut kamu marah,jujur saja aku mencintaimu sejak pandangan pertama,pada waktu itu aku menepis perasanku saat aku tau kamu sudah punya suami,tetapi belakang aku tau pernikahan mu tidak berjalan dengan mulus bahkan kalian sudah cerai,perasaan itu kembali hadir." Ucap Adrian.Tentu saja Sovia sangat kaget,dia memang sadar jika selama ini Daniel punya perasaan kepadanya,tapi dia sama sekali tidak ingin membuka perasaan itu karena dia sadar Daniel siapa dan dia siapa.
" Maafkan aku mas,untuk saat ini lebih baik kita berteman biasa saja,pernikahan pertamaku sudah membuatku trauma tentang pernikahan,aku tidak mau lagi pacaran atau menikah aku ingin pokus membahagiakan ibuku,aku takut mas suatu saat aku kecewa lagi." jawab Sovia,
"Kamu takut aku seperti suamimu,maaf Sovia tidak semua seperti mantan suami mu, itu lagian tidak baik seorang wanita hidup seorang diri dia harus ada imam yang akan menuntunnya dan aku siap menjadi imam mu,dan membahagiakan ibumu bersama." Ucap Daniel.
__ADS_1
**** bersambung***