
Semua orang yang ada di rumah cukup kaget mendengar keributan yang terjadi di kamar Adrian dan istrinya.
"Tiada hari tampa ribut mereka berdua,bang Adrian berlebihan kalau sudah sudah tidak cocok lagi dengan istrinya si Sovia diceraikan Napa? bisa apa Sovia diluar sana tampa bang Adrian,dia itu istri tidak tau diri,Uda miskin tidak punya pendidikan,bertingkah lagi,semenjak dia menikah dengan bang Adrian orang-orang selalu mencemooh bang adrian karna dianya cuma mampu menikahi wanita miskin tidak punya harga diri." Sungut Amira dari luar,terdengar jelas ucapan Amira ke telinga Sovia.
Adrian semakin kesal mendengar ucapan Amira dari luar,menurutnya semua ucapan adiknya ada benarnya juga,saat pertama dia menikahi Sovia,semua orang mencemooh dirinya karna dia menikah dengan orang yang tidak punya pendidikan seperti dirinya.
"Pokoknya mulai besok aku tidak mau melihatmu jualan seperti itu,mau di tarok dimana wajahku,saat aku bekerja di bank malah istriku kerja nga jelas seperti itu,harusnya kamu itu kalau mau kerja cari kerajaan yang bergengsi sedikit jangan malu-maluin kaya gitu."Ucap Adrian,dia duduk di kursi,mereka saling menatap dan menahan emosi,sementara itu Sovia sudah sangat kesal mendengar ucapan Adrian dan juga adiknya.
"Kalau kamu kamu malu mas,kamu nga perlu mengakui aku istrimu di luar sana,kalau tidak saat kita bertemu di luar sana anggap saja,kalau kita tidak saling kenal."Ucap Sovia,santai.dia memungut semua barang-barangnya yang berserakan,karna emosi suaminya.
"Sovia,apa kamu tidak bisa lagi aku bilangin,kamu mau jadi istri durhaka sekarang ini!" Adrian terlihat semakin emosi mendengar ucapan Sovia.
"Pokoknya maaf mas kali ini apa pun yang kamu katakan aku tidak mau tau,aku tetap akan jualan."Ucap Sovia,lalu keluar dari kamar dan membuang sampahnya ke luar,saat itu terdengar mobil Kaka iparnya memasuki rumah,Amira menatap sinis kepadanya sementara Adrian keluar dari kamar dan menyusulnya.
"Jadi kamu membantah semua ucapan ku? mau tarok dimana sih wajah aku Sovia,aku mohon sama kamu sama kamu jangan lakukan itu,uang tidak seberapa saja kamu sampai segitunya melawanku."Ucap Adrian,Amira yang mendengar ucapan Adrian merasa heran,dia tidak tau apa yang di ributkan pasangan suami istri itu.
__ADS_1
"Ada apa sih kak? tanya Amira,dia menoleh kearah abangnya yang sudah duduk selonjoran di sopa dengan wajah penuh tekanan.
"Sovia,sangat susah dikendalikan sekarang ini,aku sangat pusing,ternyata dia mendapat uang dari usahanya jualan di pinggir jalan setiap siang hari,aku sangat malu,melihat dia melakukan pekerjaan rendahan seperti itu,apa kata orang nantinya,pasti tetangga-tetangga julid akan ngomongin aku nantinya."Ucap adrian,dia curhat kepada Amira,dan saat itu ternyata Abang dan istrinya sudah mendengar keluhannya.
"Apa bang...!!
"Apa,Sovia jualan jajanan? ini tidak bisa dipercaya bagaimana bisa dia melakukan pekerjaan hina seperti itu," Ucap Maria,dia mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Sovia di depan semua orang,padahal dia sudah tau dari tiga hari kemarin karna tampa sengaja dia,melihat Sovia jualan di pinggir jalan.
"Sovia kamu kemari sebentar kamu mau mempermalukan keluargaku,ya kamu mau harga diri keluargaku dipermalukan di lingkungan ini,kamu tau tau tidak keluargaku keluarga terpandang di lingkungan ini,dan ayahmu yang seorang pensiunan polisi membuat kamu sangat di hargai di sini,terus kenapa kamu ingin merusak semuanya,hah...mentang-mentang mama sakit kamu memanfaatkan keadaan gitu."Amira sangat marah,dia melampiaskan seluruh emosinya,Sovia keluar dari kamar lalu menatap sinis kepada mereka semua,
"Apa salahnya jualan seperti ini,bukan kah itu halal,terus salahnya dimana? kalian yang membuat hidup kalian rumit,pokoknya aku tidak mau tau,apa pun yang terjadi aku tidak akan tetap melakukan pekerjaanku."Ucap sovia lalu berjalan meninggalkan mereka semua di ruang tamu,dan Sovia masuk kedalam kamar dan mengurung diri.
Sovia sangat jelas mendengar,setiap ucapan yang di lontarkan Amira,rasanya Sovia sudah tidak mampu bertahan tinggal bersama orang-orang bergensi tinggi seperti itu,tapi dia tidak mau orang tuanya suatu saat mendengar kabar darinya menjadi kecewa kepadanya.
"Ibu aku sangat merindukanmu,bahkan aku belum bisa membeli ponsel untuk bisa menghubungimu,aku harus bisa berusaha lebih keras agar aku bisa membawa ibu dan adikku,untuk tinggal di kota ini."Ucap Sovia,dia berjalan mengambil box penyimpanan uangnya, lalu kembali menghitung untungnya dari beberapa kemarin belum di hitungnya.
__ADS_1
"Alhamdulilah ternyata uangku sudah ada lumayan banyak,ini untuk modal besok,kalau begini terus mungkin bulan depan aku sudah bisa mencari kontrakan dan menyuruh adik dan mamaku datang ke kota ini.Semoga saja apa yang kuinginkan segera tercapai."Batin Sovia.Dia langsung menyimpan uang nya rapat-rapat saya dia mendengar langkah kaki suaminya mendekati kamar.
****
Sovia pura-pura tidur saat suaminya memasuki kamar,adrian menatapnya dengan sinis,padahal dia masuk kedalam kamar hannya ingin memberikan ponselnya kepada Sovia karna orang tuanya sudah beberapa hari ini terus menghubunginya,tapi saat melihat Sovia tidur tiba-tiba saja dia malas untuk memberikan ponselnya.
"Sovia,..bangun kamu,ibumu dari kemarin terus menghubungiku katanya dia sangat merindukanmu,makanya cari kerja itu yang bergensi sedikit biar punya uang untuk membeli ponsel,jualan seperti itu capek iya kaya tidak."Ucap Adrian,ada rasa tidak senang saat dia memberikan ponselnya kepada istrinya.
Sovia bergegas bangun lalu mengambil ponsel dari tangan suaminya,dia tidak peduli dengan tatapan suaminya,karna dia juga sangat merindukan ibunya.
"Hati-hati dengan ponselku,lecet sedikit kamu harus membayarnya mahal,awas jatuh hasil jualan mu dua tahun tidak akan mampu membeli ponsel sebagus itu."Sindir Adrian.Sovia mengabaikan sindiran suaminya,karna mendengar suara ibunya jauh lebih penting dari pada mendengar ocehan suaminya yang tidak punya perasaan.
Sovia terus berbicara,dengan orang tuanya sesekali dia tertawa lepas saat mendengar ucapan ibunya,rasa rindunya yang sudah ditahannya beberapa bulan ini terobati walau sedikit setelah dia mendengar suara ibu dan adiknya.
Dia belum memberitahu rencananya kepada ibunya,karna uangnya belum cukup untuk membayar kontrakan rumah dalam waktu cepat ini.Setelah selesai berbicara dengan ibu dan adiknya dia kembali masuk kedalam kamar lalu memberikan ponselnya kepada suaminya,Terlihat jelas raut wajah bahagia istrinya.
__ADS_1
"Mana sewanya,kamu harus membayar sewa ponselku karna kamu sudah memakainya,berhubung Karna kamu sudah bisa mencari uang mulai bulan ini kamu harus membayar jatah makan untuk ibuku." Ucap adrian,seketika Sovia membelalakkan mata mendengar ucapan suaminya.
**** bersambung***