Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 39 ~ Wanita murahan ~


__ADS_3

Daniel kembali melajukan mobilnya,dia tidak ingin mengganggu sovia yang sedang sibuk melayani anak-anak yang sedang membeli jualannya.Daniel sangat kagum melihat kepribadian Sovia,disaat orang-orang muda malu untuk melakukan pekerjaan seperti itu dia dengan rasa percaya diri mampu untuk melakukannya.


Daniel adalah seorang pria yang berumur dua sembilan tahun,dia anak tunggal seorang dokter juga,ayahnya seorang dokter hebat di sebuah rumah sakit yang sangat terkenal di kota jakarta,dan ibunya juga seorang dokter kecantikan yang sudah memiliki klinik kecantikan.Daniel dari dulu adalah seorang pria Casanova,dia mampu mendapat wanita dengan mudah hannya modal tampang dan pekerjaannya yang sangat mapan.Dia tidak mengerti dengan dirinya pertama kali bertemu dengan Sovia dia merasakan getaran yang aneh di hatinya,sangat berbeda dengan wanita yang selama ini dia bersamanya.


Membawa seorang wanita menaiki ranjang adalah hal yang sangat mudah bagi Daniel,bahkan banyak sekali wanita yang ingin menjadi istrinya tetapi dengan keras dia menolak karena baginya mereka adakah wanita yang hannya melihat latar belakangnya.


"Sovia,kamu wanita yang hebat,sangat jarang bertemu wanita sepertimu di jaman sekarang,aku sangat penasaran kepadamu." Ucap Daniel,dia terus mengemudikan mobilnya hingga tidak terasa dia sudah sampai di rumah sakit tempatnya bekerja.


Pada saat dia baru saja kakinya menginjakkan kakinya di koridor rumah sakit dia sudah di panggil seorang perawat yang sudah lama diam-diam mencintainya,Daniel tau akan hal itu tapi dia mengabaikannya karena dia tidak ingin merusak wanita itu.Daniel menoleh ke arah suara itu,


"Ada apa?" Tanya Daniel,dengan sedikit acuh,dia sangat tidak suka dengan wanita itu karena sering sekali cari perhatian kepadanya.


"Dokter seseorang mencari mu,dia menunggu di ruang tunggu dekat IGD,katanya dia ada janji dengan mu." Ucap wanita itu,Daniel mengernyitkan keningnya,Karena dia merasa sudah dua Minggu ini dia tidak ada janji dengan siapa pun,karena sekarang ini dia membatasi pasien di luar rumah sakit atau di dalam rumah sakit karena dia berencana ingin kuliah mengambil spesialisnya.


"Baiklah,silahkan kamu bekerja kembali." Ucap Daniel,mengusir perawat yang selalu ingin lengket seperti lintah di sisinya.Setelah perawat itu pergi,Daniel masuk kedalam rumah sakit dan saat itu dia sangat kaget saat seseorang menyentuh lengannya,Daniel kaget karena dia lupa dengan wanita yang ada di hadapannya tetapi dia merasa sok dekat.

__ADS_1


"Siapa ya?" Tanya Daniel,dia benar-benar lupa dengan wanita itu.Amira kesal mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Daniel,padahal dia setelah pertemuannya beberapa hari kemarin sedikit pun dia tidak bisa meluapkan Daniel dari pikirannya,dia sangat jatuh cinta kepada dokter muda itu.


"Kamu tidak mengingatku,padahal aku selalu memikirkan mu."Ucap Amira sok dekat,dia terus mengapit lengan Daniel,tetapi dengan halus Daniel melepaskan tangannya dari Amira.


"Maaf,mungkin kamu salah orang,maaf ya aku sibuk aku masih punya pasien yang harus di tangani."Ujar Daniel lalu pergi meninggalkan Amira yang merasa kecewa karena ternyata Daniel bukan pria yang gampang di dapatkan.Amira tidak patah semangat dia berlari mengejar Daniel yang lumayan sudah jauh beberapa pengunjung rumah sakit melihat aksi Amira tetapi mereka mengabaikannya karena tidak tau apa yang terjadi.


" Dokter aku ingin bicara kepadamu,please berikan aku waktu." Ucap amira memohon,dia kembali menarik lengan Daniel.Karena kesal dengan sikap Amira akhirnya Daniel membawa Amira ke warung rumah sakit tempat para dokter istrahat.


"Ada apa katakan aku tidak banyak waktu,pasienku banyak menunggu." Ucap Daniel,Amira sangat bahagia karena akhirnya Daniel menuruti keinginannya.Sementara pemilik warung menatap kepada Daniel yang jarang membawa orang lain.


"Tumben sama wanita dokter!,pacar ya,cantik kalian sangat cocok." Ucap pemilik warung menjilat,sementara Daniel sudah sangat kesal mendengar ucapan wanita itu,terkadang daniel sangat kesal dengan wanita-wanita yang mengejarnya dan Amira sangat bahagia mendengar pujian yang di lontarkan oleh pemilik warung itu,ingin sekali dia memberikan uang yang banyak kepada pemilik warung itu karena sudah memujinya di hadapan pria yang ingin di perjuangkan nya.


"Katakan apa yang ingin kamu sampaikan,kenapa kamu masih saja diam,aku tidak punya waktu,kalau begitu aku pergi." ucap Daniel lalu beranjak dari tempat duduknya dengan perasan sangat kesal.


"Dokter aku menunggumu sampai jam pulang nanti." Amira menjerit dan Daniel mengabaikan ucapan Amira lalu dia berjalan memasuki rumah sakit,dia sangat kesal dan bahkan dan dia kehilangan mood untuk bekerja saat ini.

__ADS_1


****


Amira dengan sabar menunggu Daniel di dekat mobil Pajero putih milik Daniel,dia sengaja keluar dari warung lalu mencari tau mobil milik Daniel,dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan pria idamannya itu.


Amira sudah menunggu beberapa jam,dia berusaha untuk bertahan,walaupun sebenarnya dia sudan sangat bosan menunggu Daniel berjam-jam di dekat mobil itu.Bahkan seorang security rumah sakit mengira kalau dia orang jahat karena terus memantau mobil milik Daniel.


Daniel keluar dari rumah sakit,hari ini dia merasa sangat melelahkan karena begitu banyak pasien yang masuk ke rumah sakit itu.Dia lalu membuka pintu mobilnya dan masuk,dan pada saat itu tiba-tiba Amira sudah menghadangnya untuk masuk kedalam mobilnya,dan dia memilih masuk lebih dahulu dari pada Daniel.


"Apa yang kamu lakukan di dalam mobilku,keluarlah karena aku ingin pulang hariku sangat melelahkan jadi aku mohon keluar.Ucap Daniel,ingin sekali dia mendorong Amira keluar dari mobilnya tetapi itu bukan dirinya,dia tidak pernah berbuat kasar kepada wanita.


"Mas,aku mohon bawa aku,kemana pun kamu pergi,aku ingin bersama mu." Ucap Amira,dengan tidak tahu malunya,sementara Daniel sudah tidak bisa berkata-kata karena dia sudah sering mengahadapi wanita murahan seperti itu.


Daniel masuk kedalam mobilnya,dia mengabaikan Amira dan membawanya,dia bingung mau membawa Amira kemana akhirnya dia menanyakan alamat Amira.


"Siapa namamu,dan kamu tinggal dimana aku akan mengantarmu,aku lagi tidak mood sekarang ini mau ngapain pun,jadi lain kita bertemu." ucap daniel membujuk Amira,karena dia tidak mungkin membawa Amira ke rumahnya karena dia takut Amira semakin sering menemuinya.

__ADS_1


"Mas kita udah kenalan Minggu lalu,namaku Amira,aku tinggal di jalan TB Simatupang." Jawab Amira,dia berharap Daniel mengantarnya agar dia bisa memamerkan Daniel kepada seluruh keluarganya.


**** bersambung***"


__ADS_2