Menantu Miskin

Menantu Miskin
Bab 49 ~ Saya seorang dokter ~


__ADS_3

Daniel menoleh ke asal suara yang memanggilnya,begitu juga dengan Sovia,dia mengurungkan niatnya ingin menikmati jajanan.Sovia menatap satu-satu keluarga mantan suaminya ada rasa benci,jijik muak semua bersatu menjadi satu di hatinya,apalagi saat melihat Amira yang berdiri dengan wajah yang sangat menjijikan baginya.Awalnya Sovia takut bertemu dengan keluarga mantan suaminya tetapi karena dia merasa tidak ada kesalahan akhirnya dia menunjukkan dirinya di hadapan keluarga keturunan iblis itu.


"Apa yang kamu lakukan bersama dokter ini wanita murahan,kamu mau menjajakkan tubuhmu itu kepada setiap pria,dasar tidak tau malu,baru saja kamu berpisah dengan suami mu,tapi kamu sudah berani menggoda pria lain,syukur anakku sudah ku nikahkan dengan wanita yang tidak sebanding dengan mu." Ucap mantan mertuanya yang pernah dia urus dengan setulus hatinya.Mengingat itu Sovia menyesal pernah mengurusnya.


"Ohh,ternyata kamu sudah sembuh pantas mulutmu,kembali mengeluarkan api yang sangat panas,terus kamu pikir aku sedih menangis karena berpisah dengan anakmu yang tidak bertanggung jawab itu,tidak sama sekali." Jawab Sovia.Wajah mantan mertuanya berubah merah padam,dia tidak menyangka kalau Sovia akan berani melawannya.


"Tunggu pembalasan ku,aku kesini bukan untuk mengurusi orang miskin sepertimu,tapi aku ingin bertemu dengan dokter Daniel." Ucap wanita itu,suaranya langsung berubah rendah,sepertinya dia ragu-ragu untuk bicara di depan umum.Daniel mengerutkan keningnya karena menurutnya tidak pernah dia ada urusan dengan keluarga itu.


"Dokter mari kita bicara di cafe itu,sepertinya kita harus bicara ini mengenai anakku Amira." Ucap Lilis.


"Sepertinya aku tidak ada urusan dengan keluarga kalian,tapi karena aku orang yang punya etika mari kita bicara disana." Jawab Daniel.Mereka berjalan memasuki cafe yang ada di depan mereka lalu memesan minuman untuk mereka,Sovia juga mengekor dari belakang Karena Daniel mengajaknya.


Wajah semuanya terlihat tegang,Sovia merasa ada yang tidak beres dengan keluarga mantan suaminya,tapi dia merasa heran dari mana keluarga itu bisa kenal dengan Daniel.

__ADS_1


"Sebelumya kami minta maaf yang dokter jika kata-kata kami nantinya menyinggung perasaanmu,Amira mengatakan kepada kami jika janin yang ada di kandungannya adalah milik dokter."Ucap mama Lilis.Sovia sangat kaget mendengar ucapan mantan mertuanya,dan dia juga sangat kaget Amira bisa hamil di luar nikah.Dan yang paling aneh bisa-bisanya mereka menuduh Daniel.


"Kamu sudah yakin jika janin yang ada di rahimmu itu milikku? Kamu lupa aku ini seorang dokter,aku bisa menuntut kalian dengan tuduhan pencemaran nama baik,Karen menuduh tampa bukti,hah kamu sangat pandai Amira untuk menjatuhkan orang,kamu berulang-ulang datang kepadaku untuk menyodorkan tubuhmu yang tidak berharga itu,setelah kamu hamil kamu ingin aku bertanggung jawab hahaha,itu sangat tidak mungkin." Jawab Daniel dengan ekspresi yang tidak bisa di tebak.Belum hilang rasa kaget dari hati Sovia,sudah di tambah lagi mendengar jawaban yang diberikan oleh Daniel.


"Hahahaha,dia ingin kamu menikahinya mas,keluarga ini kan menginginkan menantunya orang-orang hebat,agar mereka bisa mengangkat kepalanya sampai ke langit,Ternyata kesombongan mu membuat keluargamu malu juga,rasakan saja semua orang akan mencemooh keluarga terhormat kalian itu." Ucap Sovia,dia sangat puas melihat wajah ibunya yang memerah mungkin menahan rasa malu.


"Diam kamu Sovia kurang ajar,tidak ada sopan santun mu,aku bisa merobek mulutmu jika kamu tidak bisa menjaga ucapan mu!"


"Silahkan robek,aku ingin melihat bagaimana hebatnya seorang wanita yang sudah pernah struk merobek mulutku,hah aku sangat yakin jika kamu kembali struk kamu akan dibuang bagai sampah oleh anak menantu mu." Ucap Sovia,hari ini dia benar-benar puas memberi pelajaran kepada mantan keluarganya itu.


"Amira,apa benar yang dikatakan dokter Daniel bukan dia yang menghamili mu,jangan sampai mama benar-benar marah kepada mu?" Tanya mama Lilis,dia menatap sinis kepada Amira karena dia sudah sangat malu dan juga emosi.


"Amira....Katakan yang sebenarnya." Mamanya kembali mengulangi pertanyaannya dia sangat berusaha menahan amarahnya Karena dia tau itu cafe bukan rumahnya.

__ADS_1


Amira sangat ketakutan dia belum pernah melihat ibunya begitu marah,dia juga sangat takut saat Daniel memberi ancaman kepadanya,tidak akan mungkin dia mengabaikan ancaman itu karena dia tahu Daniel bukan orang sembarangan dia merasa hidupnya bagaikan di atas tebing yang tinggi.


"Ma_maafkan aku ma,aku memang bersalah,bukan Daniel yang menghamili aku tapi aku sangat menyukai dokter Daniel,aku mohon terimalah aku jadi istrimu dokter Daniel,aku akan bunuh diri jika kamu mengabaikan aku."Ucap Amira tampa memiliki rasa malu sedikit pun.


Daniel mendesis rasanya dia ingin menampar wanita itu tapi tidak mungkin dia melakukan itu karena Amira sudah cukup menderita,dan dia juga cukup tidak tau malu menyuruh dia untuk menikahinya memangnya dia pikir Daniel itu pria murahan.


"Baiklah anda sudah mendengar ucapan anak anda kan,jadi kalian silahkan pergi dari sini,biar aku yang membayar semua minuman ini." Ucap Daniel.Maria dan raka hannya bisa diam dari masuk kedalam cafe sampai mereka sudah selesai dengan masalahnya.Maria tidak menyangka Amira akan mengalami hal rendahan seperti itu,Maria sangat yakin jika pria yang menghamili Amira adalah pria yang bersamanya waktu di mall beberapa bulan yang lalu.


Mama Lilis dan keluarganya meninggalkan Daniel dan Sovia di dalam cafe,mereka semua menahan malu yang sangat dalam kepada Sovia,dan mereka juga cukup kaget kenapa bisa Maria berteman dengan seorang pria yang hebat.Sebelum mereka semua meninggalkan Sovia dan Daniel mama Lilis menoleh kembali kepada Sovia,


"Sovia aku akan membuat perhitungan dengan mu,dasar mantan menantu tidak tau diri,aku sangat menyesal pernah mengijinkan anakku menikah dengan wanita tidak berguna sepertimu." Ucap mama Lilis lalu pergi setelah mengucapkan kata-katanya itu.Ingin sekali Daniel menjawab semua ucapan wanita itu tetapi dia sudah keburu pergi.


Mereka semua terdiam di dalam mobil,Amira hannya bisa menagis karena dia akan menahan malu kedepannya.Tidak mungkin dia menemui Faisal Karena pria itu juga sudah punya anak dan istri tidak akan mungkin Faisal mau menerimanya .

__ADS_1


"Aku tidak tau,wajahku mau di tarok dimana? Amira tidak bisa kah kamu jujur siapa pria yang menghamili mu?


**** bersambung****


__ADS_2