Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 52 ~ Fitnah ~


__ADS_3

Mama Lilis dan juga Maria meninggalkan ibu-ibu tetangga yang sedang bergosip,rasanya Mama Lilis sudah tidak mampu untuk menahan malu,ingin sekali dia kembali ke rumahnya tapi dia urungkan niatnya karena dia sudah tidak tahan untuk bertemu dengan Sovia.


"Dasar sialan orang-orang kampungan ini,bagaimana bisa mereka secepat itu tau,aku takut Amira akan nekat jika para tetangga terus mencibirnya,baru saja dia mengatakan kalau dia sudah tidak tahan dengan kehidupannya." Ucap mamanya.Mereka menaiki ojek yang tidak jauh dari mereka menuju tempat jualan sovia yang tidak jauh dari lokasi itu.


Mama Lilis dan Maria segera pergi dengan baik ojek tidak lama mereka akhirnya sampai di sana dan benar saja Rosa dan sovia sudah mulai melayani anak-anak yang sudah mulai berdatangan ke tempat mereka.


Maria dan mama Lilis memantau Sovia yang jualan mereka menunggu orang sepi baru menemui sovia,rasanya mama Lilis sudah tidak tahan ingin menjambak rambut Sovia seperti yang dilakukan Amira dulu kepadanya hingga dia kehilangan anaknya.Anak-anak sudah mulai masuk kedalam sekolah dan lapak Sovia mulai sepi kembali,sovia terlihat memegangi ponselnya dan saat itu Maria dan mama Lilis langsung berjalan ke arahnya.


"Brangghhb....." Tiba-tiba mama Lilis dan ke tempatnya lalu menendang gerobak milih Sovia hingga seluruh jualannya terjungkal,dan semuanya jatuh ketanah.Sovia sangat kaget bahkan dia hampir terjatuh saking kagetnya begitu juga dengan Rosa.


"Hei....Nenek lampir apa yang kamu lakukan dengan jualan kami berani sekali kamu,kalau bukan karena kamu seorang yang sudah tua aku sudah memaki mu disini dan menjambak rambutku yang bauk itu." Ucap Rosa memaki mama lilis.


Mama Lilis dan Maria mengabaikan makian yang di lontarkan Rosa dia langsung mendekati Sovia lalu menarik sovia untuk berdiri dan menjambak rambutnya hingga sovia mengerang kesakitan.


"Aahnggg tolong aku,apa yang kalian lakukan? "Ucap Sovia dia kembali kaget dengan serangan yang diberikan oleh Maria dan juga mantan mertuanya.Rosa tidak tinggal diam,dia langsung menarik Maria dengan kasar lalu melemparnya ke aspal hingga terguling dan tangannya kena aspal.


"Lepaskan Kakaku,nenek lampir atau aku akan menghajarnya mu juga berani sekali kamu menghajar Kakaku,dasar wanita tua yang jelek sikap dan wajah mu sama jeleknya,menjijikan." ucap Rosa,Karena mama Lilis mengabaikan ucapannya dengan kasar dia menarik tangan mama Lilis dan juga melemparnya ke aspal.

__ADS_1


"Dasar anak tidak punya etika,begini kalau orang miskin dan tidak punya uang untuk kuliah,makanya tidak ada sopan santunnya aku akan laporkan kalian karena sudah menganiaya kami dan juga mencemarkan nama baik kami,kamu Sovia kenapa kamu mengatakan kepada semua orang kalau Amira hamil di luar nikah dasar sampah."Ucap mama Lilis,lalu dia menarik tangan maria dan mereka meninggalkan sovia dan Rosa.


Sovia sangat kaget mendengar ucapan mama Lilis,dia saja tidak pernah lagi berurusan dengan keluarga dan juga tetangga mereka,Sovia hannya menggeleng untuk mama Lilis yang sudah memfitnahnya.


"Ini pertama aku melihat mama mertuamu Kaka ternyata dia lebih dari iblis,lihatlah semua barang dagangan kita rusak,hari ini kita rugi total jualan belum habis sudah datang saja orang gila itu kesini." Ucap Rosa.Banyak sekali orang yang menyaksikan keributan itu tapi mereka tidak mau ikut campur.


Sementara itu Dimas,pria yang pernah hampir menabrak Rosa menatap penuh kagum ke arah Rosa,dia sangat kagum melihat keberanian Rosa melawan kedua wanita barusan.Dimas Tampa sengaja melihat keributan itu pada saat dia lewat dari sana,ingin sekali dia menghampiri mereka pada saat terjadi keributan tetapi melihat keberanian Rosa Dimas mengurungkan niatnya.


Dimas menepikan mobilnya di sebrang jalan lalu dia keluar dari mobilnya dan menghampiri Rosa yang sedang membereskan semua barang-barang mereka yang sudah banyak yang rusak.


"Kamu lupa kepadaku Rosa,kenapa kamu tidak menghubungiku saat aku memberikan kartu namaku kepada mu satu minggu yang lalu?" Tanya Dimas,Rosa tersenyum malu-malu mendengar pertanyaan pria itu,dia tidak menyangka pria itu begitu bertanggung jawab kepadanya.


Sovia membiarkan adiknya berbincang dengan pria yang baru saja dikenalnya seminggu yang lalu pria terlihat sopan dan baik hati.Sovia sudah sangat sulit mempercayai pria,sejak pernikahannya kandas di tengah jalan,dulu Adrian juga pria yang baik,dan sopan tetapi semua sikapnya itu hannya bertahan saat mendekatinya dan berubah tiga ratus delapan puluh derajat setelah mereka menikah.Bahkan Adrian melupakan tanggung jawabnya sebagai pria karena terlalu mendengat kata-kata ibunya yang sok kaya dan angkuh.


Sovia duduk di bawah pohon yang tidak jauh dari jualannya setelah selesai menyusun semua barang-barang mereka,tidak mungkin dia meninggalkan Rosa yang masih asik mengobrol dengan kenalan barunya itu.


Sovia mengingat semua kenangan pahit bersama keluarga suaminya,bagaimana kejamnya suaminya yang tidak pernah memberikan nafkah selama mereka menikah,bagaimana kejamnya Amira menganiaya dia hingga kehilangan janinnya.Kini Amira menerima seluruh akibat dari perbuatannya hamil di luar nikah.

__ADS_1


"Kak,kamu menghayal apa sih? mari kita pulang." Ucap Rosa setelah Dimas pergi dari tempat itu.


****


Raisa kembali ke rumah mertuanya setelah kemarin malam dia meninggalkan rumah mertuanya.Dan kemarin dia bertemu dengan dua orang tetangga mertuanya Raisa senagaja membeberkan aib keluarga itu karena Raisa sangat kesal kepada mereka semua.


"Dari mana saja kamu semalaman Raisa,mama mau minta jatah belanja untukmu,kamu pikir disini kamu makan gratis,kebutuhan di rumah ini cukup tinggi dan pensiun ku tidak akan cukup membiayai semuanya." Ucap mama Lilis hingga Raisa membelalakkan matanya.


"Tidak salah mama minta jatah belanja kepadaku,minta kepada anakmu sana,mertua macam apa kamu berani meminta jatah belanja kepadaku,enak banget kamu." Jawab Raisa lalu pergi meninggalkan ibu mertuanya di sopa dan kembali ke kamarnya.


"Hei...Raisa aku belum selesai bicara,maksudmu kamu tidak memberikan jatah belanjaku,enak sekali kamu makan tidur di rumah ini," Mama mertuanya berteriak dari luar dan Raisa tidak peduli sama sekali.


Kesal dengan ibu mertuanya yang terus mengoceh di depan pintu kamarnya,Raisa membuka pintu lalu dia menatap sinis kepadanya mertuanya.


"Aku tidak akan makan,segala makananmu di rumah ini,dan kalau tidak biarkan aku sama mas Adrian pindah rumah saja,aku bisa minta rumah kepada orang tuaku,apa pun yang terjadi aku tidak akan memberikan sepeserpun uang untukmu."


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2