Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 27 ~ Aku tidak berarti ~


__ADS_3

Adrian sangat panik saat melihat istrinya tidak bergerak sedikit pun,dia berlari ke ruang tamu memanggil Amira dan juga Maria karna dia tidak mengerti apa yang terjadi dengan istrinya.


"Amira,coba kamu lihat apa yang terjadi dengan Sovia,apa dia mati atau pingsan aku tidak tau,cepat lihat dulu." Ucap adrian lalu Kemabli ke dalam kamar memastikan keadaan istrinya.Amira dan Maria begitu juga dengan Raka berlari masuk masuk kedalam kamar mereka.


"Sovia,bangun jangan banyak gaya,kamu mau akting dihadapan kami kan." Ucap Amira sambil mengoleskan banyak minyak kayu putih ke hidung Sovia,tetapi dia tetap juga tidak sadar.


"Sudah bang,bawa saja dia kerumah sakit,takutnya dia kenapa-napa terus mati di rumah ini,nanti dikira orang kita yang membunuhnya." Ucap Amira santai,setelah dia gagal menyadarkan Sovia.


"Bisanya cuma nyusahin suami saja,makanya ceraikan dia bang,kalau kamu menikah dengan Raisa,dia kan bisa membayar pembantu kan dia sudah PNS tentu gajinya sudah besar tinggal bayar kan untuk melayani semua orang di rumah ini termasuk mengurus ibu,untuk apa peduli dengan wanita ini,aku malu punya keluarga miskin seperti dia." Ucap Amira lalu pergi meninggalkan Adrian yang masih berusaha menyadarkan Sovia.


Adrian terdiam mendengarkan ocehan adiknya.Akhirnya dengan sangat kesal dia membopong tubuh istrinya masuk kedalam mobilnya,untung badan Sovia tidak besar sehingga dia mampu menggendongnya kedalam mobil tampa dibantu oleh orang lain.


Walaupun Adrian sudah berpacaran hampir sebulan dengan Raisa,entah kenapa rasanya dia sangat berat untuk menceraikan Sovia istrinya,bukan karna dia sudah hamil tapi memang berat rasanya dia meninggalkan wanita itu.


Setelah sampai dirumah sakit Adrian langsung membawa Sovia ke IGD,beberapa perawat langsung memeriksanya dengan intensif dan seorang dokter langsung menanganinya,setelah selesai memeriksa sovia dokter keluar dari ruang periksa dan menemui Adrian yang masih menunggu diluar ruangan.


"Keluarga Soviana putri! "Adrian langsung menghampiri dokter lalu mengikuti dokter keruangannya,rasanya dia sangat kesal karna harus menjalani semua ini.


"Ini semua gara-gara Sovia,pakai pingsan segala paling tidak suka dengan suasana rumah sakit." batin Adrian,tapi dia tetap mengikuti dokter keruangannya.

__ADS_1


"Silahkan duduk,dengan siapa saya bicara?"


"Saya Adrian dokter,suaminya." Jawab Adrian perasaanya sangat tidak senang saat harus mengurusi sesuatu yang penting menurutnya.


"Begini pak Adrian istri anda sangat lemah,mungkin dia kelelahan dan beban pikirannya sangat banyak,anda sebagai suami harus bisa menjadi suami siaga,dan berikan kebahagian kepada istri anda agar dia tersenyum,jika ibu bahagia maka otomatis bayi anda juga bahagia di dalam.Saat-saat hamil seperti ini pada umunya wanita sangat membutuhkan peran suami agar dia tidak depresi." Ucap dokter.Saat itu Adrian tidak bisa berkata-kata tapi wajahnya sangat terlihat jika dia tidak menyukai ucapan dokter.


"Baiklah pak Adrian silahkan temui istri anda mungkin dia sudah sadar,semoga istri dan calon bayi anda sehat-sehat dan perlu anda tau istri anda harus dirawat kurang lebih tiga hari di rumah sakit ini agar dia mendapatkan perawatan yang baik."Ucap dokter.Setelah pamit Adrian masuk keruangan dimana Sovia di rawat ruangan kelas tiga untuk kalangan orang yang kurang mampu.


Adrian masuk keruangan Sovia,dia sudah melihat Sovia yang masih terbaring lemah disana,ingin sekali Adrian memarahinya tapi dia merasa enggan karna ada beberapa orang juga yang di rawat di sana.


Adrian menatap sinis kepada Sovia saat dia sudah berada di dekat Sovia,Sovia mengalihkan pandangannya karna dia takut adrian terus menatapnya dengan sinis.


"Sovia aku pulang dulu karna aku sudah lelah lagian besok aku kerja lagi,ingat kamu membayar semua biaya perobatan mu dirumah sakit ini,makanya jangan belagu sok-sokan,pingsan ujung-ujungnya aku juga yang ribet.Besok aku kembali kesini." Ucap adrian lalu tampa perasaan benar-benar meninggalkan Sovia sendirian di rumah sakit.


Sovia sangat sakit mendengar semua ucapan suaminya,dia tidak menyangka kalau adrian benar-benar pulang dan meninggalkannya di rumah sakit,bahkan tidak ada yang menjaganya.


Sovia semakin menyadari kalau semua pengorbanan dan cintanya benar-benar tidak berarti untuk suaminya,rasanya dia harus semakin banyak berjuang untuk mengumpulkan uang dan meminta cerai kepada suaminya,rasanya tidak akan ada arti sebuah rumah tangga tampa cinta dari kedua belah pihak.


Sovia semakin mengingat semua perjalan cintanya kepada Adrian,dari awal menikah sampai sekarang sudah berjalan hampir setahun dia tidak mengerti bagaimana menghadapi sikap suaminya.Jika hannya keluarganya yang tidak menyayanginya sebagai menantu dia masih bisa memakluminya karna banyak di dunia ini mertua yang tidak mencintai menantunya.

__ADS_1


Sovia mencoba untuk memejamkan matanya,kali ini dia berusaha untuk cepat sembuh dan dia bisa Kemabli berjualan,rasanya dia sudah tidak mampu hidup bersama pria seperti suaminya.


Keesokan paginya semua pasien di ruangan itu,di layani dan di urus oleh keluarga masing-masing,sementara itu Sovia sendiri tidak melakukan apa pun.Air ludahnya sangat menetes saat semua pasien makan roti dan minum teh pemberian penjaganya sementara dia hannya bisa diam dan menelan ludah.


"Selamat pagi,kami akan memeriksa kalian pagi ini,bersiap-siap ya." Ucap seorang dokter dia masuk kedalam ruangan itu bersama tiga perawat yang mendampinginya.Saat itu dokter merasa iba melihat Sovia karna cuma dia di dalam ruangannya yang tidak di temani oleh keluarganya.


"Sovia,apakah keluargamu tidak ada yang menemanimu di rumah sakit ini?" Tanya dokter,dia melihat semua pasien di ruangan itu sudah menikmati sarapan paginya,sementara dia sama sekali tidak mendapat apa pun." Sovia hannya bisa menggeleng,


"Sabar ya,mungkin keluargamu akan datang nanti siang," Ucap dokter berusaha menghibur Sovia yang terlihat sangat sedih.


"Terima kasih dokter." Jawab sovia.


****


Adrian membawa surat-surat BPJS milik istrinya ke rumah sakit,dia tersenyum manis karna dia mendapat ide bagus untuk cepat menghasilkan uang.


"Ada juga untungnya dia sakit,selama ini biaya jaminan kesehatannya kan di potong dari gaji ku,sekarang aku akan suruh dia membayar itu semua itu kepadaku,dan aku akan membayar biayanya selama di rumah sakit pakai ini,biarkan dia yang membayar kepadaku,lumayanlah uang tiga juta."Ucap adrian dengan senyum puas.


*** bersambung****

__ADS_1


__ADS_2