
Pagi-pagi sekali rumah mama Lilis di datangi dua orang wanita yang sangat dia tidak suka,yaitu tetangga sebelah yang selalu bersaing dengan mama Lilis.
Tetangga itu selalu tidak suka dengan sikap Lilis yang selalu membanggakan menantunya yang hebat dan juga anak-anaknya yang punya pekerjaan mapan.sudah lama sekali Lia dan Santi ingin mempermalukan Lilis karena sikapnya yang sangat tinggi hati tapi selama ini mereka tidak tau apa kekurangan dari Lilis sehingga mereka hannya bisa diam jika Lilis berbicara memuji keluarganya setinggi langit.
"Apaan sih pagi-pagi sudah ribut di rumah orang,kalian tidak punya kerjaan ya?" Tanya mama Lilis sambil berkacak pinggang di dekan pintunya.
"Hei...Lilis kami tidak punya pekerjaan hari ini kami ingin libur kerja Karena kami punya rahasia yang sangat penting,aku dengar-dengar anak gadismu lagi hamil iya,siapa suaminya jangan-jangan dia hamil diluar nikah hahahaha,"
"Iya jelaslah dia hamil di luar nikah dia kan belum menikah,jangan-jangan,pria yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab ya Lia?" Ucap Santi dengan wajah mengejek,Lia juga menatap sinis kepada Lilis.Wajahnya sudah memerah menahan malu,
"Siapa yang bilang anakku hamil di luar nikah jangan sembarangan bicara ya,anakku sebentar lagi akan menikah mana mungkin dia hamil dasar kalian sampah tidak punya kerjaan keluar."Ucap lilis lalu menutup pintunya dengan kasar hingga Lia dan Santi tertawa terbahak-bahak di luar.
"Gimana dong keluarga terkaya ini,katanya kaya anaknya hebat menantunya orang-orang hebat,bahkan sampai dia menikahkan Adrian kepada seorang wanita lain karena malu memiliki menantu miskin,." Ucap Lia dengan suara nada tinggi sebelum mereka meninggalkan rumah Lilis.Lilis langsung duduk di sopa wajahnya langsung penuh keringat karena menahan malu.
"Dari mana mereka tau rahasia ini,Adrian....Adrian cepat bangun," Lilis langsung berteriak memanggil Adrian yang masih tidur dengan pulas ,adrian membuka matanya rasanya dia begitu kesal melihat ibunya yang berteriak pagi-pagi.
"Apaan sih mah,pagi-pagi Uda ribut aja,menggangu orang istrahat saja." Ucap Adrian sambil duduk di sopa dekat mamanya,Maria dan suaminya juga langsung keluar dari kamar,mereka juga heran kenapa masih pagi tapi rumah seperti di pasar.
__ADS_1
Wajah mama Lilis terlihat panik dan kesal dia menatap mereka satu-satu,seakan ada yang ingin di tanyakan."
"Siapa yang memberitahu kepada orang-orang kalau Amira sedang hamil,bagaimana bisa kalian membongkar rahasia kita,mama sudah tidak kuat jika begini terus lebih baik mama mati saja,dan kamu Adrian segera cari pria yang mau menikah dengan amira,secepatnya Jagan sampai orang curiga,kepada kita." Ucap mama Lilis.
"Siapa lagi kalau bukan Sovia mah,bukankah dia dengan kepada Amira,mama tahu kan yang menyebabkan Sovia keguguran amira ya saat Sovia tau kalau Amira hamil ya langsung lah dia memberitahu ke seluruh komplek ini." Ucap Maria dengan santai menuduh Sovia tampa bukti.Padahal mereka tidak tau jika Raisa yang sudah menyebarkan gosip itu karena dia benci kepada mama Lilis dan juga Adrian yang tidak memberinya gaji sedikit pun.
"Jangan menuduh sembarangan kamu punya bukti jika Sovia yang melakukannya,dia itu wanita baik-baik tidak akan mungkin dia mau mengurusi itu." Jawab adrian tidak terima.
"Iya betul yang kamu katakan Maria,aku sangat yakin jika Sovia yang melakukan itu,dia masih dendam kepada mama dan juga kita semua,aku akan memberikan pelajaran kepada wanita laknat itu." Ucap mama Lilis.
"Mama,jangan ganggu dia,tuduhan kalian belum terbukti,kalian jangan sembarangan,kalian bisa mendapat karma dari perbuatan kalian." Ucap Adrian,dia begitu kesal kepada Maria yang menghasut Sovia kepada mamanya.
****
Setelah semua anak-anaknya berangkat kerja,Lilis berniat menemui Sovia dan memberi pelajaran hari ini,dia begitu benci kepada Sovia karena sudah membeberkan aib keluarganya kepada semua tetangganya.Mama lilis meminta Maria untuk menemaninya,akhirnya dengan terpaksa Maria minta ijin kepada kepada sekolahnya untuk tidak masuk hari ini.
"Memangnya kita berangkat jam berapa hari ini ma? Tanya Marian,mamanya yang sedang membuat sarapan untuk Amira mengabaikan pertanyaannya.
__ADS_1
Sudah dua hari ini Amira kurang sehat,tubuhnya selalu panas tinggi dan dia selalu menagis menyesali semua perbuatannya.
"Ma,aku ingin mati saja,lebih baik aku mati jika semau tetangga mencibir kepadaku ma,hu....hu..hu." Amira menagis sesenggukan,dia tidak tahan lagi karena sangat malu,dia sudah berusaha memberitahu kepada Faisal malah pria itu memakinya tidak terima janin yang ada di rahim Amira.
"Jangan bodoh,itu semua karena kamu sangat bodoh bisa-bisanya kamu hamil,kamu tidak memikirkan ibumu dan juga kakak-kakak mu,pakai bilang dokter yang menghamili mu,mana mau dia bertanggung jawab untuk sesuatu yang tidak dia lakukan." Ucap mamanya dengan tatapan sinis dan berusaha menyuapi Amira.
"Maafkan aku mah,aku tidak tau kalau masalah nya akan sampai begini,aku juga sudah menghubungi pria yang menghamili aku tapi dia tidak mau ma bertanggung jawab." Ucap Amira sambil terus menangis.Ibunya menghela napas kasar.Rasanya kali ini memang riwayatnya sebagai orang sombong akan Habis,dia sudah membayangkan makian apa yang akan dia terima dari geng arisannya.
"Sudahlah mama pusing,sekarang kamu tidur mama maria akan pergi menemui Sovia,aku akan membuat perhitungan dengan wanita itu karena sudah berani membongkar air keluarga ini." Ucap mama Lilis lalu pergi meninggalkan Amira di kamarnya.
****
Mama Lilis dan Maria berjalan melewati rumah-rumah tetangga banyak sekali tatapan sinis kepada mereka bahkan seorang dari mereka mencibirnya.
"Cie....Yang sebentar lagi akan punya cucu,tapi suaminya nga ada,selamat ya,jeng Lilis kamu akan punya cucu." Ucap seseorang wanita yang sedang berkumpul,dan ucapannya di sambut tertawa yang meriah menertawakan dirinya.Mama Lilis benar-benar marah,
"Dasar kurang ajar,dari mana kalian tau kalau anakku hamil,apa kalian ingin aku jebloskan ke penjara?" Ucap Lilis penuh emosi.
__ADS_1
"Bu,kalau memang tidak benar tidak usah marah begitu,santai saja,tapi ingat kehamilan itu semakin hari akan semakin besar dan tidak bisa untuk di sembunyikan." Ucap yang lainnya,Lilis dan Maria segera pergi meninggalkan orang-orang itu.
*** bersambung***