Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 18 ~ Terlihat berbeda ~


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian itu semuanya berjalan lancar,Sovia kembali menjalani pekerjaannya,walupun sampai hari ini orang-orang yang ada di rumah itu belum ada yang tau kalau Sovia sekarang jualan di depan sekolahan.Sovia sangat bersyukur karna semakin hari jualannya semakin laris,karna memang jualannya murah dan juga enak disukai banyak anak-anak.


Bahkan setelah mengembalikan uang yang dipinjamkan oleh kakaknya Sovia sudah menyimpan uang sebanyak tiga juta rupiah,rasanya dia benar-benar bersyukur karna sebelumnya dia tidak pernah memiliki uang sebanyak itu.


Hari ini saat semua orang sudah kembali pulang kerumah,dan sudah ada yang menjaga ibunya Sovia permisi kepada suaminya untuk pergi belanja,Sovia ingin sekali membeli beberapa baju untuknya dan juga susu untuk membantu perkembangan bayinya.Setelah kejadian satu Minggu yang lalu adrian memang benar-benar berubah,dia semakin cepat pulang kerumah dan juga sudah semakin perhatian kepadanya,tapi sayang Sovia tidak terlalu peduli dengan perhatian yang diberikan oleh Adrian karna dia takut itu cuma sekilas saja.


"Mas,aku ingin pergi keluar."


"Kamu mau kemana?


"Belanja." Sovia langsung bergegas keluar dari ruang sebelum Adrian memberinya ijin,Adrian cukup kaget saat mendengar ucapan Sovia,baru kali ini istrinya minta ijin untuk keluar dari rumah apalagi dengan alasan belanja.Dia merasa heran dari mana istrinya punya uang untuk bisa belanja.


"Apa kata Sovia bang belanja,dari mana dia dapat uang untuk belanja,jangan-jangan dia sudah selingkuh,saat kita semua pergi dari rumah ini dan menampung pria untuk bisa menghasilkan uang secara mama kan nga bisa melihat dia."Ucap Amira,seketika amarah Adrian naik saat mendengar kata hinaan yang dilontarkan Amira kepada terhadap istrinya.


"Amira jaga mulut,kamu keterlaluan sekali,kalaupun kamu tidak menyukai Sovia, tidak seharusnya kamu menghinanya sedemikian rupa."Ucap adrian lalu dia keluar mencari Sovia untuk meminta penjelasan.Adrian berlari ke jalan umum dia ingin mencari Sovia,atau tidak menemaninya tapi sayangnya dia sudah tidak menemukan Sovia dia jalan.Adrian menggaruk kepalanya yang tidak gatal,rasanya dia sangat penasaran dari mana istrinya menadapat uang untuk bisa belanja.

__ADS_1


Adrian menunggu Sovia dengan gelisah,dia berulang-ulang menatap ke arah jalan,dia mengumpat beberapa kali,menyesal karna dia tidak menawarkan untuk mengantar Sovia pergi belanja.


Adrian sangat kesal karna sudah menunggu hampir tiga jam bahkan malam sudah mulai larut tetapi Sovia belum juga menunjukkan batang hidungnya,dia sangat menyesali kenapa istrinya tidak memiliki ponsel di jaman sekarang.Sementara itu Sovia memanjakan diri dengan membeli beberapa potong baju untuknya,dan juga sepatu,setelah itu dia berjalan kesebuah mini market,dia membeli susu untuknya dan juga scancare untuk merawat kulit wajahnya.


Setelah puas belanja akhirnya Sovia kembali pulang dengan beberapa kantong plastik,hari ini dia cukup benar-benar bahagia menghabiskan uang untuk diri sendiri sisanya dia tabung dan juga untuk modal.Saat turun dari angkot dia sudah melihat Adrian berdiri di pinggir jalan dan menatapnya dengan sinis.Sovia sebenarnya sangat takut,karna ini pertama dia keluar sampai pulang larut malam,tapi dia pura-pura tenang supaya Adrian tidak semakin marah kepadanya.


"Bagus kamu ya,pulang sekarang dan jelaskan kamu dari mana." Ucap adrian lalu menarik tangan Sovia dengan kasar,hingga semua barang-barang belanjaannya jatuh berantakan.Adrian semakin menatapnya dengan kasar,tapi karna dia tidak ingin terjadi keributan dia mengumpulkan semua lalu memasukkan kembali kedalam kantong plastik,dan membawanya,tapi tangannya tetap mencengkram sovia.


Maria dan Amira yang sedang menonton di ruang tamu menatap ke kasar ke arah Sovia saat melihat Adrian membawanya dengan penuh amarah.


"Katakan kamu dapat uang dari mana untuk membeli semua ini." Tanya Adrian lalu melempar semua barang belanjaannya ke atas ranjang,baju-baju scancare,dan susu terlempar dari dalam kantong plastik hingga berserakan.


"Untuk apa kamu membeli ini,apa kamu mau menggoda pria lain,dari mana kamu dapat uang untuk membeli ini,cepat katakan."Ucap Adrian,wajahnya memerah menahan amarah yang sudah meluap.


Sovia terdiam penuh ketakutan,dia tidak pernah melihat suaminya se marah itu,Adrian memang pria yang pelit bahkan sangat pelit tapi sangat jarang dia marah apalagi sampai kasar kepadanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam,apa mulutmu tidak bisa menjelaskan lagi,katakan dari mana kamu mendapat uang untuk membeli semua ini jangan sampai aku membuang semua ini."Ucap Adrian,Sovia memilih diam,dia takut menjelaskan pekerjaannya kepada Adrian karna dia takut Adrian melarangnya untuk jualan lagi.


Melihat Sovia yang diam tidak menjelaskan,Adrian lalu keluar dari kamar,dia takut emosinya semakin tinggi,yang berakibat fatal kepada istrinya.


"Apa dia sudah menjelaskan dari mana uangnya,aku sangat yakin dia punya selingkuhan,coba pikirkan dari mana dia mendapat uang sementara Abang saja tidak pernah memberinya uang,jadi kamu harus hati-hati bang." Ucap Amira,Maria mendengus seakan membenarkan ucapan Amira,bahkan dia mereka berdua terlihat tersenyum jahat.


Sovia yang mendengar ucapan Amira hannya bisa mengepal tangan,ingin sekali dia menampar mulut adik iparnya tapi dia tidak mau memperkeruh suasana.


"Sudahlah,kepalaku rasanya sudah mau pecah,kalian semua menyudutkan aku,apa kamu benar-benar menginginkan aku berpisah darinya,apa kamu sudah siap menggantikan dia untuk membereskan semua pekerjaan di rumah ini,kamu sudah siap mengurus ibu dengan baik,bahkan membersihkan kotorannya?" tanya adrian,Amira dan Maria saling menatap,


"Bang kalua kamu cerai darinya terus kamu menikah dengan Raisa,untuk apa kamu memikirkan semua itu,bukan kah kak Raisa banyak uang dia bisa membayar baby sitter untuk mengurus semua itu."Ucap Amira santai.


"Cih...Aku pikir kamu sudah siap dengan semuanya makanya kamu bisa seperti itu."Ucap Adrian lalu pergi meninggalkan kedua wanita itu.Sovia meneteskan air matanya saat mendengar ucapan suaminya,kini dia menyadari jika adrian mempertahankannya selama ini bukan karna dia mencintainya tapi karna menginginkan dirinya sebagai baby sitter untuk ibunya.


Sovia,semakin membenci adik iparnya,dia sangat berharap suatu saat Amira merasakan apa yang dia rasakan selama tinggal di rumah mertuanya,kadang dia bingung dengan adiknya entah apa yang membuat adik iparnya sangat tidak menyukainya.Padahal dia juga seorang wanita suatu saat akan menikah dengan pria lain.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2