Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 45 ~ Rencana pernikahan ~


__ADS_3

Adrian melangkahkan kakinya dengan gontai menuju mobilnya,dengan terpaksa dia kembali pulang kerumah orang tuanya,kemana lagi dia harus pulang kalau bukan kerumah orang tuanya,kebodohan terbesar dalam hidupnya adalah saat dia lebih mendengar orang tuanya dari pada istrinya,kini istrinya pergi meninggalkan dia hannya penyesalan yang ada di hatinya sekarang ini.


Pada saat dia sampai di halaman rumahnya,dia sangat kaget melihat ibunya dan Kaka ipar serta abangnya,sudah berdandan rapi, dia merasa aneh padahal seingatnya tidak ada keluarganya yang sedang hajatan.


"Itu Abang mah,akhirnya dia datang juga." ucap Amira,Adrian semakin heran akhirnya dia masuk kedalam rumah dan menghampiri ibunya yang sudah siap dengan dandanan yang sangat menor.


"Adrian lama sekali kamu datang,kamu membuat mama khawatir saja,hari ini kita akan kerumah orang tuanya Raisa kita akan melamar Raisa hari ini juga untuk menjadi istrimu." Ucap ibunya dengan nada tenang.Sementara itu,mata Adrian terbelalak,dia sangat kaget mendengar ucapan ibunya tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja ibunya mengajaknya untuk melamar Raisa,bahkan sebelum berunding terlebih dahulu.


"Ma,apa maksudnya ini,kenapa kalian memutuskan sesuatu tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepadaku,mama aku tidak mau menikah dengan Raisa bahkan aku akan mengajak Raisa rujuk." Ucap adrian,


"Plak....,Dasar anak tidak tau diri,setelah kamu puas meniduri Raisa kamu ingin pergi meninggalkan Raisa begitu saja,sejak kapan mama mengajarimu menjadi pria pengecut,pokoknya malam ini juga kamu harus melamar Raisa,mama tidak mau mendengar alasan apa pun dari mulut mu." Ucap mamanya,lalu kembali duduk dengan santai,dia memasang kipas dengan kencang karena dia begitu kepanasan melihat sikap Adrian yang sudah mulai pintar membantah omongannya.


Adrian masuk kedalam kamar,disana dia duduk di pinggiran ranjang,dia begitu membenci semuanya,ingin sekali dia lari sejauh mungkin,rasanya dia sudah tidak mampu bertahan hidup bersama keluarganya yang begitu banyak aturan.


"Adrian,cepat keburu malam,jangan sampai mama menyeret mu dari dalam sana,dasar anak bodoh,untuk apa mempertahankan wanita miskin seperti sovia jika ada wanita seperti Raisa yang sangat mencintainya." Sungut mamanya,Adrian sangat jelas mendengar ocehan mamanya,dengan terpaksa adrian mengganti pakaian lalu keluar dari dalam kamar dan mereka semua pergi menuju rumah Raisa.

__ADS_1


Mamanya langsung berdecak kagum melihat kemewahan rumah orang tua Raisa,perabotannya,dan disana ada dua orang pembantu yang melayani di rumah itu.


"Tante,kenapa begitu lama,papa mama sudah terlalu lama menunggu." Ucap Raisa sambil mengandeng lengan calon mertuanya yang akan melamarnya malam ini.Sementara itu wajah Adrian tampak tidak senang,tapi dia mencoba untuk tetap terlihat baik-baik saja.


Ibunya Raisa sangat tidak menyukai mamanya Adrian tapi dia tidak bisa berkata-kata saat Raisa sudah sangat jatuh cinta kepada anaknya.


"Jadi bagaimana jeng,apakah kita harus membuat pesta mewah untuk anak kita." Tanya ibunya adrian dengan wajah yang sangat bahagia ,bagaimana tidak bahagia dia akan memamerkan calon besannya yang kaya kepada tetangganya dan juga menantu kayanya nanti,dia sudah membayangkan betapa intinya nanti para geng arisannya kepadanya karena mendapat menantu kaya.


"Iya,harus mewah,kami juga akan mengundang,semua teman kantor kami,kita tidak bisa melakukan dengan sederhana,apalagi kami cuma punya anak satu saja." Jawab ibunya acuh,dia sangat tidak tertarik kepada mamanya Adrian yang terkesan sombong.


Setelah selesai membicarakan seluruh rencana pernikahan anaknya keluarga Adrian mohon pamit,mereka keluar dari rumah keluarga Raisa dengan wajah penuh kebahagian,mereka memutuskan untuk melakukan acara resepsi dua minggu lagi,sedikit pun Adrian tidak di libatkan dalam pembicaraan itu karena ibunya lah yang memutuskan segalanya.


****


Adrian sangat sibuk menjelang pernikahannya,Raisa selalu hadir menganggunya untuk mengurus semua perlengkapan pernikahannya,walaupun dia sangat sibuk Raisa selalu tidak peduli membuatnya dan selalu melakukan segala sesuatu dengan paksaan.

__ADS_1


"Raisa aku mohon jangan sering-sering datang ke kantorku,aku tidak mau mendapat masalah karena ulah mu." Ucap Adrian saat mereka sedang menikmati kopi di sebuah cafe kecil yang tidak jauh dari lokasi tempat jualan mantan istrinya.


"Mas,pernikahan kita jauh lebih penting dari pada pekerjaanmu,papa ku bisa memberikanmu modal kalau kita sudah menikah,kamu tinggal membuka usaha yang bagus saja."Ucap Raisa tampa beban.


"Aahh terserah kepadamu saja,aku sudah muak dengan sikapmu,yang selalu ingin menang sendiri." ucap Adrian lalu dia hendak beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam mobilnya.Raisa langsung bergegas menunggu pria itu setelah dia membayar makanan mereka,


"Mas tunggu,kamu kok gitu ngomongnya,apa kamu tidak suka dengan semua ucapan ku,apa yang ku katakan semua benar,untuk apa kamu masih mau bekerja jika nanti papa ku bisa memberikan modal untukmu,kamu keberatan dengan ucapan ku." Ucap Raisa saat mereka sudah sampai di dalam mobilnya.


Adrian mengabaikan ucapan Raisa dia menyetir mobilnya,dia sengaja membawa mobilnya berputar ingin melihat Sovia yang sedang berjualan.Dari kejauhan adrian sudah melihat,sovia yang sedang sibuk jualan dan tidak jauh dari tempat jualannya dia melihat mobil Pajero putih,seketika adrian merasa sesak,napasnya naik turun menahan rasa cemburunya.


"Ada apa dengan wajahmu mas,kenapa tiba-tiba kamu seperti menahan marah?" Tanya Raisa dia belum melihat Sovia.Adrian begitu cemburu saat melihat Sovia yang sedang berjalan di temani oleh seorang pria,bahkan pria itu membantu Sovia tanpa sedikit malu,adrian tersenyum malu,dia langsung bergegas meninggalkan tempat itu karena sudah tidak tahan melihat pemandangan yang begitu menyakitkan.


"Adrian ada apa sih denganmu,kamu sangat aneh tidak ada masalah tiba-tiba kamu bisa marah seperti itu." Ucap Raisa bingung.


Sementara itu di lain tempat Daniel tampa malu sedikit pun,membantu Sovia berjualan,dia melihat Sovia yang sudah kewalahan melayani pembelinya karena Rosa demam tinggi tidak bisa menemani Sovia berjualan.

__ADS_1


"Mas,kalau sudah lelah mas sudah bisa duduk,aku akan melanjutkannya." Ucap Sovia,dia sedikit segan melihat Daniel yang sangat sibuk membantunya.


*** Bersambung***


__ADS_2