Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 8 ~ Rawat ibuku ~


__ADS_3

Raka dan maria segera melarikan ibunya ke rumah sakit,mereka sangat kaget melihat ibunya yang tiba-tiba jatuh dan pingsan di ruang tamu padahal tadi dia terlihat baik-baik saja.Sesampainya di rumah sakit Raka langsung menggendong ibunya memasuki rumah sakit dan membawanya ke IGD.Para perawat langsung menanganinya dan memeriksanya secara intensif,Raka sedikit kaget melihat perubahan mulut ibunya yang terlihat miring kesamping dan ludahnya terlihat menetes,dan bahkan tangannya terlihat kaku.


Setelah di periksa ternyata ibunya harus di rawat secara intensif di rumah sakit Raka dan maria saling menatap,lalu mereka berjalan keluar dari tempat itu,


"Mas,sepertinya ibu kena serangan struk,kok bisa padahal dia jarang Naim tensi,dan biasanya dia baik-baik saja ada apa dengannya,mas ingat aku tidak mau merawat ibumu di rumah sakit ini atau di rumah ya."Maria langsung berkata dengan jelas dan Raka hannya bisa mengangguk karna dia sudah tau kalau istrinya bukan tipe wanita yang suka mengerjakan hal begituan.


"Aku juga bingung,palingan ini cuma sebentar saja,lagian ngapain kamu pusing mikirin yang menjaga ibu,bukankah dirumah ada babu gratis."Ucap Raka dengan senyum jahat,sedikit pun dia tidak memikirkan ibunya yang menderita struk di dalam ruangan.


Raka dan maria menemui ibunya yang sudah di bawa keruangan perawatan,Maria pura-pura prihatin melihat keadaan ibu mertuanya,padahal sedikit pun dia tidak prihatin kepada wanita itu.


"Mah,apa yang mama pikirkan hingga mama tiba-tiba jatuh pingsan,mama yang sabar ya,aku tau mama kuat untuk melewati cobaan ini."Ucap Maria,dia menyentuh tangan ibunya dan memberikan dukungan kepada wanita itu.Dia menyerahkan banyak buah untuk makanan mertuanya,walaupun Lilis tidak bisa bicara tapi ekspresinya terlihat berubah saat Maria memberinya banyak buah dan dukungan.


"Ma,kami harus pulang,besok mas Raka dan aku juga harus bekerja,aku akan menyuruh Adrian untuk membawa istrinya ke rumah sakit agar dia yang menjaga mama disini ya ma."Ucap Maria,Lilis terlihat mengangguk kepada mereka.


Raka dan istrinya meninggalkan mamanya di rumah sakit,mereka berdua tidak ada yang mau untuk menjaga mamanya,karna alasan mereka tidak mau begadang karna besok harus bekerja,padahal kenyataannya karna mereka sadar kalau Sovia akan melakukan apa saja untuk keluarga suaminya.


Setelah mereka sampai di rumah Adrian sudah duduk di sopa menunggu kepulangan mereka dari rumah sakit.Mendengar suara mobil abangnya Adrian langsung bergegas keluar dari rumah menyambut mereka di pintu.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak ada satupun yang mengangkat teleponku,terus mama dimana? kenapa kalian pulang berdua? " Adrian menodong mereka dengan berbagai pertanyaan,Sovia yang sudah tertidur langsung bangun tapi dia engan untuk menanyakan apa pun kepada kedua Kaka iparnya.


"Mama terkena struk,aku tidak tau kenapa mama bisa sakit seperti itu,dan kamu Adrian antar istrimu kerumah sakit untuk menemani mama disana,dia kan tidak bekerja jadi dia bisa mengurus mama disana."Ucap Raka santai,Sovia yang mendengar ucapan Raka merasa sangat kesal,Sovia langsung Kemabli ke ranjang dan pura-pura tidur,dia tidak mau harus begadang dirumah sakit menjaga orang yang selalu merendahkannya selama ini.


"Kenapa tidak menantu kayanya itu yang menjaganya,kenapa saat dia sakit parah harus aku yang bertanggung jawab,aku tidak mau."Batin Sovia,dia berusaha tidur agar Adrian tidak mengganggunya.


"Besok saja bang,ini sudah malam lagian Sovia sudah tidur,disana juga ada perawat yang menjaganya."Jawab Adrian,dia sangat sedih mendengar ibunya menderita sakit struk.Rasanaya dia tidak yakin jika Sovia mau merawat ibunya karna selama ini ibunya sangat tidak menyukainya.


"Terserah kamu saja,yang penting aku sudah mengatakannya kepadamu,aku kedalam dulu."Ucap Raka,lalu meninggalkan Adrian yang masih diluar dan sedang bermain ponselnya.


Akhirnya walaupun matanya sudah tidak mengantuk lagi,Sovia memaksa matanya untuk tidur,rasanya dia terlalu pusing jika harus memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi.


Keesokan paginya,semua orang sudah duduk di meja makan,seperti biasa Sovia enggan gabung dengan mereka Karna dia tidak menyukai maria dan suaminya yang berlagak seperti pemilik rumah menggantikan mertuanya yang sedang di rawat di rumah sakit.


"Adrian dimana istrimu?" Samar-samar Sovia mendengar pertanyaan yang dilontarkan Abang iparnya kepada suaminya,Sovia sudah tau tujuan Kaka iparnya mereka ingin Sovia yang merawat wanita itu.


"Sovia..." Adrian memanggilnya,Sovia menghentikan aktifitasnya lalu berjalan menemui suaminya yang sudah berada diruang makan.

__ADS_1


"Apa apa mas? Tanya Sovia,dia memandangi suaminya yang tidak mau memandangnya sedikit pun mungkin pria itu masih marah kepadanya,padahal yang berhak marah adalah sovia tapi disini malah terbalik adrian marah kepada istrinya karna masalah tadi malam.


"Kamu masak bubur untuk mama dan bawa ke rumah sakit,kamu menjaga mama disana kamu harus merawatnya dengan baik,Bukankah dia orang tuamu juga,ini uang pegangan mu selama dirumah sakit."Ucap Adrian lalu mengeluarkan uang ratusan dua lembar.


"Mas,aku tidak bisa,aku sedang hamil dan wanita hamil tidak baik berada di rumah sakit." Ucap Sovia,dia berusaha menolak permintaan suaminya dan Kaka iparnya seketika mereka bertiga memandang sinis kepada Sovia.


"Jangan banyak alasan Sovia,tidak ada larangan kalau wanita hamil tidak bisa menjaga orang sakit."Ucap Maria kesal,dia takut Raka menyuruhnya untuk menjaga ibu mertuanya.


"Kenapa tidak Kaka saja yang menjaga mama,bukankah hubungan kalian sangat baik,kenapa disaat mama sakit kamu tidak mau merawatnya."Ucap Sovia dia terlihat tenang mengucapkan kata-katanya sementara itu Maria cukup tercengang melihat keberanian Sovia kepadanya.


"Maria....Kalau kamu tidak mau menjaga ibuku kamu tidak perlu mencari alasan pake cari masalah dengan istriku,lagian bukankah kamu tidak ada pekerjaan jadi kamu bisa melakukannya."Ucap Raka wajahnya terlihat sangat marah,dan Adrian langsung berdiri dan menarik pergelangan tangan Sovia dan membawanya dari sana menuju dapur.


"Lepaskan tanganku mas."Ucap sovia dia meringis kesakitan saat Adrian menarik tangannya senang kasar,


"Apa maksudmu bicara seperti itu kepada kak Maria,kamu cari masalah ya? apa kamu tidak mau berbakti kepada ibu mertuamu,bukankah ibuku adalah ibumu juga?" Ucap adrian,sebenarnya dia sadar akan sikap ibunya kepada Sovia jika dia di posisi Sovia belum tentu juga dia mau mengurus ibunya itu,dia sadar selama ini ibunya sangat jahat kepada Sovia.


**** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2