Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 20 ~ Jangan membuatku malu ~


__ADS_3

Adrian terlalu pusing dengan ponselnya hingga dia tidak menyadari kalau istrinya Sovia sudah mulai membuka lapak nya disana,bahkan beberapa orang anak sudah nampak mengantri menunggunya.Sovia menjual berbagai jajanan anak-anak yang tidak membutuhkan modal tapi banyak untungnya.


Bahkan Sovia berniat ingin menjual minuman dingin supaya keuntungannya semakin besar.Tapi karna saat ini dia masih sibuk dan belum punya waktu untuk belanja keperluan untuk itu akhirnya dia menundanya untuk sementara waktu.


Saat jam istrahat anak-anak langsung menyerbu jualannya beberapa penjual tampak iri kepadanya,tapi dia tetap berusaha rendah hati dan ramah kepada mereka agar dia merasa nyaman saat jualan.


"Bagus kamu ya,ternyata ini yang kamu lakukan saat kami sedang tidak ada dirumah,dasar istri durhaka."Ucap Adrian,saat itu Sovia sangat kaget melihat keberadaan suaminya,yang sudah berada di depannya,


"Maaf mas,silahkan kamu pulang nanti malam kita bicara aku sedang sibuk,ibu sedang istrahat aku sudah memandikannya dan juga sudah makan."Jawab Sovia,wajahnya sudah memerah Karna dia takut suaminya akan memarahinya di depan umum.


Walupun suaminya masih menatapnya dengan sinis dia tetap melayani pembelinya,yang bahkan sudah semakin ramai,Adrian yang melihat itu sudah tidak berani marah,dia tidak menyangka begitu banyak anak-anak bahkan orang dewasa menyukai dagangannya.


"Kak,aku mau sosis,"


"Kak aku mau telor gulung nya," Terlihat jelas keringat Sovia menetes dari dahinya mungkin karna dia sangat kelelahan.Adrian langsung pergi masuk kedalam mobilnya lalu pergi meninggalkan tempat itu,ada rasa kesal karna istrinya sudah mulai membangkang,tapi ada rasa iba juga saat dia mengingat betapa capeknya Sovia melayani semua anak-anak itu.


"Untuk apa dia melakukan itu semua,untung tidak seberapa tapi capeknya minta ampun,kalau mau berusaha harusnya dia membuka grosir besar-besaran,bukan malah jualan jajanan nga jelas begituan,pantas saja mama tidak menyukainya karna memang otaknya sangat bodoh,sial kali rasanya padahal sampai aku libur hannya untuk menguntitnya malah yang beginian yang dapat."Sungut Adrian,hari ini dia bingung mau kemana Karna tidak mungkin dia berangkat kekantor lagi.


*****

__ADS_1


Setelah jualannya sudah mulai sepi dan anak sekolah sudah pulang semua,Sovia mulai menyusun barang-barangnya,lalu dia kembali pulang kerumah mertuanya.Dia sangat bersyukur karna semua penghuni rumah belum ada yang kembali dari tempat pekerjaan mereka.


"Syukurlah,ternyata belum ada yang pulang kerumah."Ucap Sovia,dia kembali kerumah mertuanya dan mulai melakukan pekerjaan seperti biasanya.Dia mengintip ke kamar mertuanya dia ingin melihat apa yang dilakukan mertuanya di dalam sana,karna dia tidak mendengar suara apa pun.


Ternyata mertuanya sedang tertidur pulas,hari ini dia cukup senang Karna semuanya berjalan lancar,tiba-tiba dia teringat satu hal,dia teringat suaminya yang sudah mengetahui rahasianya.


"Terserahlah,kalau pun dia marah,aku tidak peduli,jika aku hannya menuruti gengsi seluruh pemilik rumah ini,hidupku tidak akan maju,aku sudah lelah selama satu tahun ini tidak pernah punya uang,sekarang aku sudah bisa mencari uang untuk apa aku malu." Ucap Sovia.Setelah semua pekerjaannya selesai akhirnya dia mandi dan mulai bersantai.


****


Sementara itu Adrian dan Raisa terlihat jalan-jalan di sebuah mall,mereka berjalan sambil bergandengan tangan,Raisa membeli beberapa kemeja kepada Adrian,walaupun sebenarnya Adrian sudah berusaha menolak Raisa terus memaksanya sehingga dia menerimanya juga dengan terpaksa.


Tidak bosan-bosannya Raisa mengelilingi mall,padahal Adrian sudah terlihat kelelahan berjalan mengelilingi seluruh toko,Raisa sudah menghabiskan uang hampir sepuluh juta hannya untuk belanja membuta Adrian cukup kaget,.


"Raisa kamu menghabiskan uang sebanyak itu untuk belanja?Tanya Adrian setelah mereka keluar dari meja kasir,Raisa mengangguk puas,dia membeli semua keinginannya,sebenarnya dia dia melakukan itu di hadapan Adrian,dia hannya ingin pamer,dan membuktikan kalau dia adalah wanita yang hebat,wanita yang kaya yang punya banyak uang.Raisa kesal kepada Adrian karna sepertinya pria itu menggantung perasaanya,Raisa sangat tidak terima saat wanita secantik dia dan sekaya dia mampu ditolak seorang Adrian hanya karna sudah punya istri yang buluk dan tidak sebanding dengannya.


Raisa merasa terhina saat Adrian terus-menerus menggantung perasaanya,walaupun sebenarnya adrian belum pernah memberikan kepastian yang jelas kepadanya.


"Raisa,kita balik yuk ini sudah sore." Ucap adrian.

__ADS_1


"Sebentar lagi mas,kita makan dulu,aku lapar banget,mas temani aku ya."Ucap Raisa memohon,ingin sekali Adrian menolaknya tapi dia tidak tega melihat Raisa yang memohon kepadanya.


Akhirnya dengan berat hati Adrian menerimanya,Raisa Memesan begitu banyak makanan,hingga membuat Adrian kembali kaget,rasanya Raisa sangat menyukai sesuatu yang berbau pemborosan sementara Adrian sangat tidak menyukai wanita yang suka boros.


Setelah mereka selesai menikmati makanan,mereka akhirnya meninggalkan restoran,Adrian mengantar Raisa Kemabli pulang kerumah orang tuanya.


"Terima kasih ya mas."Ucap Raisa saat dia sudah turun dari dalam mobil dan membawa semua barang belanjaannya.Adrian yang sudah sangat buru-buru menolak untuk singgah karna dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya.


Walaupun dari tadi dia jalan bersama Raisa,pikirannya tidak tenang sama sekali karna dia ingin sekali cepat bertemu dengan Sovia dan menyelesaikan permasalah mereka.


Setelah sampai di rumah,adrian sudah melihat Raisa,selesai mandi dan berdandan,dia sedang menikmati susu hamil,yang dibelinya kemarin.


"Sovia aku ingin bicara." Ucap adrian,saat dia meletakkan tasnya,bahkan baju dan sepatunya saja belum di ganti tapi dia sudah ingin ribut dengan istrinya.


"Ada apa? Masalah yang kamu lihat tadi siang? kalau kamu memintaku untuk berhenti maaf mas aku tidak bisa melakukan itu,karna aku butuh uang untuk kebutuhan ku sendiri." Jawab Sovia lantang,Tampa menoleh sedikit pun kepada suaminya.Seketika emosi Adrian memuncak,rasanya dia semakin merasa kalau Sovia semakin liar dan suka melawan.


"Branggg....." Adrian melempar semua barang-barang yang ada di meja,susu satu gelas,dan susu yang masih di kotak,semua scancare milik sovia terlempar ke lantai hingga berantakan,bahkan susu yang dalam kotak tumpah kelantai semuanya.


Sovia menatap sinis kepada suaminya,ingin sekali dia memaki pria itu,tapi dia menahan amarahnya,karna tidak baik suami istri saling berteriak di saat seperti ini.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2